<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244</id><updated>2012-01-28T00:01:00.612+07:00</updated><title type='text'>Arus Hayat</title><subtitle type='html'>Blog Arus Hayat berisi cuplikan dari buku seri Pelajaran-Hayat yang diterbitkan oleh Yayasan Perpustakaan Injil.
Diharapkan melalui cuplikan ini, bisa mensuplai anak-anak Allah yang damba akan firman Tuhan.
Untuk yang mau berlangganan via email, bisa dengan cara mengirimkan email KOSONG ke alamat: arushayat-subscribe@yahoogroups.com dengan Subject: Subscribe
Untuk komentar/pertanyaan lebih lanjut, bisa ditanyakan ke: arushayat-owner@yahoogroups.com

Terima Kasih,

Moderator Arus Hayat</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://arushayat.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2188</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-1680718075981003312</id><published>2012-01-28T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-28T00:01:00.615+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 18 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 5:1-21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita melihat konteksnya, kita akan nampak bahwa hidup kepada Tuhan (ay. 15) berarti menempuh kehidupan yang ditempuh oleh Tuhan Yesus. Dalam pasal 4 kita melihat bahwa para rasul mengalami membawa kematian Yesus. Ketika kita membawa kematian Yesus, kita dapat menempuh kehidupan yang ditempuh oleh Yesus. Inilah hidup kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup kepada Tuhan berarti menempuh kehidupan yang tersalib. Ini adalah hidup sedemikian rupa sehingga manusia lahiriah kita selalu diletakkan pada kematian. Tuhan Yesus menempuh kehidupan semacam ini, dan orang-orang yang menempuh kehidupan yang demikian pada hari ini adalah orang-orang yang hidup kepada Tuhan. Pemahaman tentang hidup kepada Tuhan ini sesuai dengan konsepsi yang disampaikan dalam pasal 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Tuhan kehendaki bukanlah agar kita begitu aktif bagi-Nya. Dia menghendaki kita mengalami membawa kematian Yesus supaya manusia alamiah kita dan diri kita yang aktif dapat diakhiri. Banyak orang yang aktif dan agresif bagi Tuhan dengan cara alamiah. Mereka melakukan hal-hal bagi Dia dengan keagresifan alamiah mereka. Hal ini melukai hati Tuhan, dan mengalihkan kita dari menikmati Dia. Karena itu, apa yang kita perlukan adalah dikuasai oleh kasih Tuhan untuk hidup kepada Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin hidup kepada Tuhan, kita harus menyangkal manusia lahiriah kita. Manusia lahiriah ini adalah daging. Bila kita hidup kepada Kristus, kita tidak akan hidup berdasarkan manusia lahiriah kita, yaitu berdasarkan daging kita. Ini berarti hidup kepada Kristus menuntut agar kita hidup berdasarkan manusia batiniah, yaitu berdasarkan roh kita yang telah dilahirkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 16, Paulus berkata, "Sebab itu, kami tidak lagi menilai seorang pun juga menurut ukuran manusia. Jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian." Tidak menilai orang menurut ukuran daging itu berarti kita tidak menilainya menurut manusia lahiriah. Dalam gereja kita harus menilai orang menurut manusia batiniah, yaitu menurut roh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai kelanjutan dari ayat 16, ayat 17 mengatakan, "Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan yang baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." Apakah ciptaan baru itu? Ciptaan baru adalah orang yang telah dilahirkan kembali dan memiliki hayat Allah, hidup dalam manusia batiniah, bukan dalam manusia lahiriah. Seorang yang hidup dalam manusia lahiriah berada di dalam daging, yaitu dalam ciptaan lama. Karena itu, ia usang. Tetapi orang yang hidup kepada Tuhan dalam manusia batiniah berada dalam ciptaan baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 36&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-1680718075981003312?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1680718075981003312'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1680718075981003312'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-18-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 18 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-3742566882313982668</id><published>2012-01-27T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-27T00:01:00.153+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 18 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 5:1-21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah ingin supaya kita mengenakan tubuh kebangkitan. Tetapi jika kita ingin mengenakan tubuh yang telah ditransfigurasi, kita perlu memenuhi syarat-syarat tertentu. Orang dosa tidak layak mengenakan tubuh yang telah ditransfigurasi ini. Ia tidak cocok untuk tubuh yang demikian. Namun, Allah telah mempersiapkan, membentuk, bahkan dengan khusus merancang kita untuk hal ini. Sama seperti penjahit membentuk sebuah jaket yang sesuai dengan tubuh kita, demikian juga Allah sedang membentuk kita supaya kita dapat mengenakan tubuh kebangkitan. Allah bukan sedang membentuk tubuh kita; Dia sedang membentuk kita. Ketika Anda membeli sepatu yang baru, Anda akan memilih sepatu yang cocok dengan bentuk kaki Anda. Cara Allah berlawanan dengan ini: Dia akan membentuk kaki kita untuk disesuaikan dengan sepatunya. Dia membentuk kita, mempersiapkan kita, supaya cocok dengan tubuh yang bangkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hubungannya dengan pembentukan Allah, Paulus mengatakan bahwa Allah telah memberikan jaminan dari Roh itu kepada kita. Ini menunjukkan bahwa faktor utama dari pembentukan Allah ini adalah Dia sendiri sebagai Roh pemberi-hayat ditaruh ke dalam kita untuk menjadi satu jaminan. Ini berarti Allah telah membuat diri-Nya sendiri menjadi jaminan bagi kita untuk menggenapkan hal ini bagi kita. Dia telah menaruh diri-Nya sendiri sebagai Roh pemberi-hayat ke dalam roh kita untuk menjamin bahwa pada suatu hari Dia akan mengenakan satu tubuh kebangkitan kepada kita. Kita memiliki satu jaminan bahwa kita telah dilayakkan untuk tujuan ini. Hal ini juga tercakup dalam ministri dari perjanjian yang baru. Melalui ministri dari perjanjian yang baru ini kita dibentuk, dilayakkan, dan dipersiapkan untuk mengenakan tubuh kebangkitan. Kita semua sedang menunggu hal ini terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 14 Paulus selanjutnya berkata, "Sebab kasih Kristus menguasai kami." Sekali lagi kata "sebab" menunjukkan satu hubungan, lanjutan. Kita berambisi untuk mencari perkenan Tuhan, karena kasih-Nya menguasai kita. Kasih Kristus dalam ayat 14 adalah kasih yang dinyatakan di atas salib melalui kematian-Nya bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah melihat bahwa dikuasai berarti ditekan dari semua sisi dan dibatasi untuk sasaran tertentu. Ketika kita dikuasai, kita dibatasi, seperti berjalan pada jalan yang sempit, yang bertembok, dan dipaksa untuk pergi ke satu arah tertentu. Meskipun kita mengasihi Tuhan, kita tidak selalu rela untuk menempuh jalan-Nya. Tanpa dibendung oleh-Nya, kita mungkin akan melarikan diri dari Kristus dan gereja. Tetapi kasih Kristus menguasai kita; menekan kita dari setiap sisi dan membatasi kita kepada satu sasaran. Kita tidak memiliki jalan lain. Tidak ada jalan lain untuk kita tempuh. Sebenarnya, ini bukanlah pilihan kita. Jika pilihan ini adalah pilihan kita, pada hari ini mungkin kita semua entah berada di mana. Tidak, menentukan pilihan ini bukanlah tergantung kepada kita, melainkan kasih Kristuslah yang menguasai kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 36&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-3742566882313982668?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3742566882313982668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3742566882313982668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-18-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 18 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-3860741654617309113</id><published>2012-01-26T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-26T00:01:00.879+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 18 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 5:1-21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 5 Paulus menyinggung sejumlah butir penting. Sekarang marilah kita dengan singkat menyebutkan satu demi satu butir-butir ini dan kemudian melanjutkan untuk melihat butir-butir itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama-tama dalam pasal ini Paulus menyinggung kerinduannya untuk mengenakan satu tubuh yang sudah diubah (ditransfigurasi) (5:1-8). Ini berhubungan dengan penebusan tubuh. Dalam ayat 1-2 ia berkata, "Karena kami tahu bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia. Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman surgawi." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara yang kedua yang disinggung oleh Paulus dalam pasal ini adalah ambisi untuk mencari perkenan Tuhan: "Sebab itu juga kami berusaha, supaya kami berkenan kepada-Nya, baik kami tinggal di dalam tubuh ini, maupun kami tinggal di luarnya" (ayat 9). Di sini berusaha mengacu kepada bergairah untuk sasaran yang besar, berusaha sekuat tenaga untuk mencari perkenan Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Butir yang ketiga adalah dikuasai untuk hidup kepada Tuhan. Dalam ayat 14-15 Paulus berkata, "Sebab kasih Kristus menguasai kami, karena kami telah mengerti bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk (kepada) Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka." Dalam ayat-ayat ini Paulus membicarakan tentang dikuasai untuk hidup bukan bagi Tuhan, melainkan kepada Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 16-17 Paulus selanjutnya menyinggung perkara yang keempat, yaitu ciptaan baru: "Sebab itu, kami tidak lagi menilai seorang pun juga menurut ukuran manusia. Jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. Jadi, siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: Yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, dalam ayat 18-20 Paulus membicarakan mengenai ministri pendamaian. Dalam ayat 18 ia berkata, "Semuanya ini dari Allah, yang dengan perantaraan Kristus telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dan telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami." Dalam ayat 19 ia membicarakan tentang "berita pendamaian", dan dalam ayat 20 ia meminta supaya orang-orang kudus diperdamaikan dengan Allah demi Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dalam ayat 21 kita memiliki perkara yang penting tentang kebenaran Allah: "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatnya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita menjadi kebenaran Allah" (Tl.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya, keenam perkara ini berada dalam kategori yang berbeda-beda dan tidak berhubungan satu sama lain. Jadi, mungkin saja kita membaca pasal ini tanpa melihat kelanjutan apa pun di antara satu butir dengan butir lainnya. Sebenarnya, setiap butir ini saling berhubungan, dan tidak sulit untuk melihatnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 36&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-3860741654617309113?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3860741654617309113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3860741654617309113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-18-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 18 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-6533273702699997223</id><published>2012-01-25T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-25T00:01:00.346+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 18 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:10-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berita-berita sebelumnya dan dalam berita ini banyak hal yang harus dikatakan mengenai membawa kematian Yesus. Saya sangat prihatin karena ada beberapa orang kudus yang memiliki pemahaman yang salah mengenai perkara ini. Karena itu, untuk menghindari salah paham ini, saya ingin menunjukkan bahwa tidak semua penderitaan yang dialami setiap orang Kristen itu berada pada kategori yang sama. Sebenarnya sedikitnya ada tiga macam penderitaan yang mungkin dialami orang Kristen. Sekarang marilah kita melihat ketiga macam penderitaan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan macam pertama adalah yang umum bagi semua manusia. Tentunya, orang Kristen bukanlah satu-satunya orang yang menderita. Setiap orang mengalami penderitaan. Penderitaan itu universal karena kejatuhan manusia. Karena kejatuhan, ciptaan telah menjadi usang. Ini adalah satu kondisi yang sangat negatif, karena keusangan dalam ciptaan itu menunjukkan bahwa ciptaan itu telah jatuh, bobrok, dan merosot. Pada ciptaan lama dan manusia yang telah jatuh ini, ada sejumlah besar malapetaka dan penyakit. Karena kita hidup dalam ciptaan lama yang telah jatuh ini, maka kita tidak bisa menghindar dari penyakit. Kaum beriman dan orang-orang yang tidak percaya adalah manusia, dan sebagai manusia kita tidak dapat menghindar dari malapetaka-malapetaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan semacam ini tentunya bukanlah apa yang dimaksud Paulus dengan membawa kematian Yesus. Jangan menerapkan penderitaan yang disebabkan oleh malapetaka-malapetaka dalam ciptaan lama kepada perkara membawa kematian Yesus dalam 2 Korintus 4. Jika Anda menerapkan perkara membawa kematian Yesus secara demikian, semua orang yang tidak percaya akan dapat mengalami membawa kematian Yesus, karena mereka juga menderita penyakit dan malapetaka. Memahami perihal membawa kematian Yesus sebagai penderitaan yang umum bagi setiap orang karena malapetaka dalam ciptaan lama adalah satu kesalahan yang serius. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penderitaan jenis kedua yang dialami orang Kristen adalah penderitaan yang berasal dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan. Jika kita ceroboh atau bodoh dalam melaksanakan kewajiban kita, kita akan menderita semacam kerugian. Misalnya, seorang saudara memiliki sebuah pekerjaan yang menuntutnya bekerja pada waktu-waktu tertentu. Namun, ia mungkin selalu terlambat datang. Akibatnya, ia diberhentikan dari pekerjaannya. Itu dapat dianggap sebagai satu penderitaan. Tetapi itu adalah penderitaan akibat kecerobohannya. Penderitaan itu sama sekali tidak berhubungan dengan membawa kematian Yesus. Penderitaan itu berasal dari kegagalan untuk memenuhi kewajiban seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam yang ketiga dari penderitaan yang dialami oleh orang Kristen adalah membawa kematian Yesus. Paulus mengalami penderitaan ini bukan karena ia salah. Sebaliknya, ia benar dalam segala hal. Meskipun demikian, ia ditindas, kehabisan akal, dianiaya, dan dihempaskan. Tetapi semuanya itu adalah demi Yesus, demi Tubuh, dan demi ministri dari perjanjian yang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus dan para rasul lainnya tidak salah, dan penderitaan-penderitaan itu tidak berhubungan dengan kesalahan-kesalahan mereka. Tetapi mereka masih memiliki manusia lahiriah, dan manusia lahiriah itu perlu dihabisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 35&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-6533273702699997223?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6533273702699997223'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6533273702699997223'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-18-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 18 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-3679674693798575096</id><published>2012-01-24T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-24T00:01:00.241+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 18 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:10-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia lahiriah ini tidak layak dibina, dikuatkan, ditinggikan, atau disanjung. Ketika Tuhan Yesus di bumi, Dia tidak merasa manusia lahiriah-Nya perlu disanjung. Sebaliknya, yang Dia perlukan adalah manusia lahiriah ini diletakkan pada kematian. Karena kita semua memiliki manusia lahiriah yang kuat, kita perlu mengalami membawa kematian Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan gereja saya telah menemukan bahwa manusia lahiriah para saudari bahkan lebih kuat daripada manusia lahiriah saudara. Karena alasan ini, maka saudari biasanya jauh lebih sulit disalibkan daripada saudara. Manusia lahiriah saudara dapat dibandingkan dengan gelas, sedangkan manusia lahiriah saudari dapat dibandingkan dengan karet. Gelas itu lebih mudah pecah daripada karet. Tetapi entah manusia lahiriah kita gelas atau karet, sesungguhnya tidak ada seorang pun dari antara kita yang mudah dipecahkan. Ada orang-orang kudus yang memerlukan penyaliban yang kekal, karena manusia lahiriah mereka itu begitu alot. Mereka tidak ingin diremukkan. Sepertinya mereka selalu mampu menghindar dari diletakkan pada salib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kita mengalami manusia lahiriah kita dihabisi dan diletakkan pada kematian, manusia batiniah kita akan semakin diperbarui. Roh kita yang telah dilahirkan kembali dengan pikiran, emosi, dan tekad kita yang telah diperbarui perlu dibangkitkan, dikembangkan, diperbesar, dan disegarkan. Karena itu, sewaktu manusia lahiriah ini dihabisi, manusia batiniah akan dibangkitkan, diperbarui, dan dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan yang dapat merampungkan ministri dari perjanjian yang baru adalah kehidupan yang manusia lahiriahnya diletakkan pada kematian dan manusia batiniahnya diperbarui dan dibangkitkan. Sebenarnya kehidupan semacam ini adalah ministri dari perjanjian yang baru. Kehidupan dan ministri ini diperlukan bagi pemulihan Tuhan pada hari ini. Hanya ministri semacam inilah yang dapat menyalurkan hayat kepada orang lain, dan dapat menyuplaikan Kristus sebagai Roh pemberi-hayat dan sebagai kebenaran kepada orang lain. Karunia-karunia, kekuatan, kegiatan yang energik, dan pekerjaan yang rajin tidaklah berkhasiat. Satu-satunya hal yang diperlukan adalah satu kehidupan yang tersalib, yaitu kehidupan yang manusia lahiriahnya terus-menerus mengalami kematian Yesus supaya bagian-bagian dalam diri kita dapat dibangkitkan, disegarkan, dan dikembangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harap kita semua terkesan dengan fakta bahwa ministri dari perjanjian yang baru ini bukanlah perkara talenta atau kekuatan. Ministri ini mutlak adalah perkara kehidupan. Dalam kehidupan yang semacam ini, apa adanya alamiah harus dimatikan, supaya apa adanya rohaniah dapat dibangkitkan, diperbarui, dan dikembangkan. Kehidupan semacam ini sangat diperlukan bagi pemulihan Tuhan pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 35&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-3679674693798575096?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3679674693798575096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3679674693798575096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-18-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 18 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-804872658149061420</id><published>2012-01-23T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-23T00:01:00.125+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 18 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:10-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 4:10 Paulus berkata, "Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya hayat Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami." Dalam ayat 16 Paulus selanjutnya berkata, "Sebab itu, kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami merosot, namun manusia batiniah kami diperbarui dari hari ke hari." Pengalaman terhadap membawa kematian Yesus ini akan menghasilkan pembaruan manusia batiniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia batiniah dalam ayat ini pasti mengacu kepada roh kita yang telah dilahirkan kembali, seperti yang ditunjukkan dalam ayat 13, di mana Paulus memakai ungkapan "roh iman yang sama". Seperti yang telah kita tunjukkan, di sini roh ini adalah roh perbauran, yaitu roh insani yang telah dilahirkan kembali berbaur dengan Roh Kudus. Tubuh akan dihabisi, tetapi roh yang telah dilahirkan kembali akan diperbarui dari hari ke hari. Menurut konteksnya, manusia lahiriah ini terutama adalah tubuh, dan manusia batiniah adalah roh yang telah dilahirkan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia lahiriah meliputi tubuh kita dan jiwa kita, dengan tubuh sebagai organnya, serta jiwa sebagai hayat dan pribadinya. Manusia batiniah meliputi roh kita yang telah dilahirkan kembali dan jiwa kita yang telah diperbarui, dengan jiwa yang telah diperbarui sebagai organnya, serta roh yang telah dilahirkan kembali sebagai hayat dan pribadinya. Hayat jiwa harus disangkal (Mat. 16:24-25), tetapi fungsi jiwa, pikiran, tekad, dan emosi, harus diperbarui dan dipertinggi melalui ditaklukkan (2 Kor. 10:4-5) supaya dapat digunakan oleh roh, yang adalah pribadi dari manusia batiniah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut perkataan Paulus dalam ayat 16, manusia lahiriah akan dihabisi, diauskan, dan dikikis. Melalui pembunuhan yang terus-menerus, yaitu pekerjaan kematian, maka manusia lahiriah kita, yaitu tubuh jasmani kita dengan jiwa yang menghidupkannya (1 Kor. 15:44), akan dihabisi dan dikikis. Manusia lahiriah yang dengan tubuh sebagai organnya dan dengan hayat jiwa sebagai hayat dan pribadinya, harus dihabisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 16 Paulus juga mengatakan bahwa manusia batiniah kita akan diperbarui hari demi hari. Pembaruan manusia batiniah ini terjadi sewaktu manusia batiniah ini mendapatkan rawatan dengan suplai hayat kebangkitan yang segar. Ketika tubuh kita yang fana, manusia lahiriah kita, dihabisi oleh pekerjaan maut yang membunuh, manusia batiniah kita, yaitu roh kita yang telah dilahirkan kembali dengan bagian-bagian batiniah diri kita (Yer. 31:33; Ibr. 8:10; Rm. 7:22, 25), sedang diperbarui secara metabolis dari hari ke hari oleh suplai hayat kebangkitan. Sewaktu manusia batiniah ini diperbarui, maka fungsi jiwa --pikiran, emosi, dan tekad -- juga diperbarui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 35&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-804872658149061420?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/804872658149061420'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/804872658149061420'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-18-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 18 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-5280275093938715258</id><published>2012-01-21T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-21T00:01:00.502+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 17 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:13-14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang setelah mendengar perkataan mengenai diletakkan pada kematian Yesus ini, mungkin berkata, "Oh betapa mengerikannya nasib kita dalam pemulihan Tuhan! Kita akan disalibkan, dihabisi, dan diletakkan pada kematian." Diletakkan pada kematian Yesus mungkin menjadi nasib kita, tetapi itu bukanlah tujuan kita. Tujuan kita adalah kebangkitan. Orang-orang yang tidak rela disalibkan akan menderita. Tetapi orang-orang yang rela disalibkan akan mengalami sukacita. Mereka akan bersukacita dalam kebangkitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 4:14 Paulus menjelaskan bahwa tujuan kita adalah kebangkitan: "Karena kami tahu bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Ia juga akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya." Di sini Paulus tidak mengatakan dikubur bersama Yesus atau disalibkan bersama Yesus, melainkan dibangkitkan bersama Yesus. Ini adalah satu deklarasi kemenangan. Ini menunjukkan bahwa tujuan kita adalah kebangkitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan gereja dalam pemulihan Tuhan kelihatannya merupakan satu mezbah, satu tempat pembunuhan. Sebenarnya kehidupan gereja adalah satu kenikmatan dalam kebangkitan. Pada saat Anda rela disalibkan, Anda dapat memiliki sukacita dalam kebangkitan. Kemudian Anda mungkin akan menyesali fakta bahwa dulu Anda menolak untuk dipakukan ke salib. Anda mungkin berkata kepada diri Anda sendiri, "Jika aku rela menerima lebih banyak penyaliban, betapa sukacitanya aku pada hari ini!" Karena tujuan kita adalah kebangkitan, kita tidak boleh menangis karena kita diletakkan pada kematian. Sebaliknya, kita harus dengan roh yang kuat bersorak-sorai dalam kebangkitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Korintus 4:13 mengatakan, "Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: 'Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata', maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata." Roh di sini adalah roh perbauran, yaitu Roh ilahi berbaur dengan roh insani yang telah dilahirkan kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kita memiliki satu pengungkapan yang lebih jelas dan tegas. Kita tidak perlu memakai kata watak atau indra untuk menggambarkan roh iman dalam 2 Korintus 4:13 ini, karena kita tahu bahwa roh ini adalah roh kita berbaur dengan Roh Kudus. Kita harus melatih roh ini untuk percaya dan membicarakan hal-hal yang telah kita alami tentang Tuhan, seperti yang dilakukan pemazmur (Mzm. 116:10), terutama tentang kematian dan kebangkitan-Nya. Iman berada di dalam roh kita yang berbaur dengan Roh Kudus, bukan berada di dalam pikiran kita. Keragu-raguan ada di dalam pikiran kita. Roh di sini menunjukkan bahwa oleh roh perbauran inilah para rasul menempuh satu kehidupan yang tersalib di dalam kebangkitan untuk menggenapkan ministri mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 34&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-5280275093938715258?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5280275093938715258'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5280275093938715258'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-17-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 17 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-8799011889612694112</id><published>2012-01-20T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-20T00:01:00.150+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 17 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 1 Kor. 15:31&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para rasul ditunjuk oleh Tuhan untuk menjadi pengikut-pengikut-Nya. Mereka ditunjuk oleh Tuhan bukan untuk melakukan satu pekerjaan yang besar, melainkan untuk menempuh satu kehidupan tertentu. Karena itu, mereka bukan untuk menggenapkan pekerjaan dengan mengikuti Kristus yang besar secara luaran. Mereka mengikuti manusia Yesus untuk menempuh kehidupan dari manusia yang kecil ini. Ini bukanlah satu kehidupan yang disambut, melainkan satu kehidupan yang ditolak, satu kehidupan yang selalu disalibkan, dan selalu diletakkan pada kematian. Yesus menempuh kehidupan semacam ini, dan para pengikut-Nya, yaitu para rasul, juga melakukan demikian. Inilah alasan Paulus mengatakan bahwa mereka selalu membawa kematian Yesus di dalam tubuh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengikut Yesus dari Nazaret itu berarti dibunuh, bukan menggenapkan satu pekerjaan yang besar. Lagi pula, mati martir dengan seketika itu agak mudah. Tetapi untuk dibunuh secara perlahan-lahan, lambat, dan terus-menerus itu sangat sulit. Mati secara perlahan-lahan itu melibatkan lebih banyak penderitaan daripada mati martir seketika. Sedikitnya selama tiga setengah tahun Tuhan Yesus diletakkan pada kematian secara perlahan-lahan. Ini juga adalah pengalaman Paulus untuk jangka waktu yang panjang. Ke mana saja ia pergi, ia membawa kematian Yesus di dalam tubuhnya. Mengenai hal ini, dalam 1 Korintus 15:31 ia berkata, "Tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut." Di sini maksud Paulus ialah, "Bukannya hidup, hari demi hari sebenarnya aku malahan mati. Aku sedang menjalani pembunuhan yang lambat, perlahan-lahan, dan terus-menerus." Pembunuhan yang terus-menerus ini adalah apa yang dimaksud Paulus dengan membawa kematian Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membawa kematian Yesus adalah untuk mengikis atau menghabisi ciptaan lama di dalam kita. Ketika Yesus, Putra Allah, menjadi seorang manusia, Dia memiliki bagian lahiriah yang melambangkan ciptaan lama dan bagian batiniah yang melambangkan Allah yang kekal. Bagian lahiriah itu dihabisi, dan diletakkan pada kematian, sedangkan bagian batiniahnya dibangunkan, dibangkitkan. Ini terjadi di atas diri Tuhan Yesus, terjadi di atas diri para rasul, dan juga terjadi di atas semua orang beriman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kelahiran alamiah kita, kita menjadi orang-orang ciptaan lama, dan melalui kelahiran kembali, kita menjadi orang-orang ciptaan baru. Sebagai orang-orang yang telah dilahirkan kembali, kita masih memiliki bagian lahiriah yang melambangkan ciptaan lama. Bagian ini perlu dihabisi, disingkirkan, dan dikikis. Tetapi pada waktu yang sama kita memiliki satu bagian batiniah yang melambangkan Allah yang kekal. Bagian ini harus dikembangkan, dibangkitkan, dan diperbarui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membawa kematian Yesus berhubungan dengan manusia lahiriah, yang perlu dihabisi. Sebagai kaum beriman yang sejati, kita semua memiliki satu bagian dari diri kita yang digambarkan oleh Paulus sebagai manusia lahiriah. Manusia lahiriah ini akan merosot, akan dihabisi, terkikis, dan akan aus. Pengikisan manusia lahiriah kita ini berarti kita membawa kematian Yesus. Jadi, membawa kematian Yesus sebenarnya sinonim dengan pengikisan manusia lahiriah. Di dalam pemulihan Tuhan kita akan mengalami membawa kematian Yesus untuk menghabisi manusia lahiriah. Kita sedang menjalani proses pembunuhan, yaitu proses meletakkan manusia lahiriah pada kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 34&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-8799011889612694112?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8799011889612694112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8799011889612694112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-17-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 17 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-1296318635269184659</id><published>2012-01-19T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-19T00:01:00.641+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 17 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:10-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asal mula dan sumber dari manusia Yesus ini adalah Allah. Yesus adalah Allah yang berinkarnasi, Allah yang dikandung di dalam rahim seorang dara. Secara lahiriah, Yesus adalah seorang manusia, tetapi secara batiniah, Dia adalah Allah. Jadi, Yesus itu tidak sederhana. Orang Nazaret ini adalah satu persona yang ajaib. Ketika Dia di bumi, secara lahiriah Dia itu rendah dalam setiap hal. Dia lahir di palungan, dan Dia dibesarkan di rumah seorang tukang kayu yang miskin di kota Nazaret yang hina. Meskipun demikian, secara batiniah Yesus ini mulia, karena Allah yang mahatinggi ada di dalam Dia. Secara lahiriah Yesus adalah manusia yang hina; tetapi secara batiniah Dia adalah Allah yang mahatinggi. Yesus ini benar-benar ajaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita harus melanjutkan untuk melihat tentang kematian Yesus. Ketika orang-orang Kristen menyinggung tentang kematian Yesus, pemahaman mereka terbatas pada penebusan. Menurut konsepsi mereka, kematian Yesus hanyalah untuk penebusan. Mereka sering mengutip ayat yang mengatakan, "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia!" (Yoh. 1:29). Memang benar bahwa kematian Kristus adalah bagi penebusan. Kita percaya kepada hal ini sedikitnya sama seperti orang Kristen lainnya. Namun, penebusan hanyalah satu aspek dari kematian Kristus. Kematian-Nya masih memiliki banyak aspek lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun manusia Yesus adalah Allah yang berinkarnasi, yaitu Allah yang menjadi manusia, tetapi manusia lahiriah-Nya pun perlu dihabisi. Menurut keadaan lahiriah, Tuhan Yesus itu rendah. Tetapi dalam hal rohani, Tuhan Yesus bukanlah seorang manusia yang tidak berarti. Sebaliknya, Yesus sama dengan seluruh ciptaan lama. Ketika Dia disalibkan, yang mati di atas salib itu bukan hanya seorang manusia dari Nazaret. Ketika Yesus disalibkan, seluruh ciptaan lama, termasuk kita semua, disalibkan juga. Tuhan Yesus mati bagi penggenapan tujuan kekal Allah, bukan hanya bagi penggenapan penebusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran yang pertama dalam tujuan kekal Allah adalah mengakhiri ciptaan lama. Tuhan Yesus, sebagai Allah yang menjadi manusia, adalah bagian dari ciptaan lama. Dia menjadi seorang manusia dalam ciptaan baru itu bukanlah melalui inkarnasi. Sebaliknya, melalui inkarnasi Dia menjadi seorang manusia dalam ciptaan lama, seorang manusia yang perlu dihabisi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, selama tiga setengah tahun dari ministri-Nya, Tuhan Yesus tidak hidup; sebaliknya Dia sedang mati. Dia menempuh kehidupan yang tersalib. Inilah yang dimaksud Paulus dengan membawa kematian Yesus. Ini adalah satu penyaliban yang lambat, perlahan-lahan, dan terus-menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita dapat memahami bahwa Tuhan Yesus disalibkan bukan hanya selama enam jam saat berada di atas salib material. Sedikitnya selama tiga setengah tahun, Dia disalibkan secara terus-menerus, perlahan-lahan, dan lambat. Dalam perkataan Paulus, penyaliban yang perlahan-lahan ini adalah membawa kematian Yesus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 34&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-1296318635269184659?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1296318635269184659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1296318635269184659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-17-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 17 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-9153738118842102109</id><published>2012-01-18T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-18T00:01:00.832+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 17 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:8-12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus tidak membicarakan pekerjaan dan apa yang dirampungkannya, sebaliknya malah membicarakan tentang penindasan. Dalam ayat 8 ia berkata, "Dalam segala hal kami ditindas." Jika kita menjadi Paulus, kita mungkin akan berkata, "Hai orang-orang Korintus, kami diberkati dalam segala hal. Tidakkah kalian tahu bahwa pekerjaan kami diberkati oleh Tuhan? Berkat atas pekerjaan kami ini membuktikan bahwa ministri kami berasal dari Tuhan dan bahwa pekerjaan kami berasal dari Dia." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus memberi tahu orang-orang Korintus bahwa ia dan para sekerjanya ditindas dalam segala hal. Orang-orang dunia menganggap ini sebagai satu tanda kutukan, bukan tanda diberkati. Mereka akan bertanya, "Bagaimana mungkin kamu diberkati oleh Allah, jika kamu ditindas? Mengapa kamu sampai ditindas dalam segala aspek?" Tetapi Paulus selanjutnya mengatakan tentang kehabisan akal, dianiaya, dan dihempaskan. Ada yang memberikan nilai tambah kepada Paulus karena ia dianiaya, sebab hal itu mungkin menunjukkan bahwa ia sedang melakukan pekerjaan yang baik. Tetapi mereka tidak akan memberikan nilai tambah kepadanya atas perkara penindasan, kehabisan akal, dan dihempaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 11 Paulus selanjutnya berkata, "Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hayat Yesus menjadi nyata di dalam daging kami yang fana ini" (Tl.). Mungkin kita berharap Paulus akan berkata, "diselamatkan dari maut," bukannya "diserahkan kepada maut". Namun, Paulus selalu diserahkan kepada maut supaya hayat Yesus dapat dimanifestasikan di dalam dagingnya yang fana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikanlah bahwa di sini Paulus tidak mengatakan "tubuh" fana, melainkan "daging" yang fana (Tl.). Kata tubuh itu positif, sedangkan kata daging adalah negatif. Fana menunjukkan bahwa daging itu sedang sekarat. Saya kira kita tidak akan senang bila seseorang menyebut tubuh kita sebagai daging yang fana. Meskipun demikian, Paulus mengambil ungkapan yang demikian dalam membicarakan dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus tidak suka memegahkan diri. Ia lebih suka menjadi kecil dan tetap berada dalam keadaan yang rendah. Kenyataannya, nama Paulus itu berarti kecil. Dalam ayat-ayat ini, maksud Paulus ialah, "Aku lebih suka tinggal dalam kekecilanku. Hayat yang dimanifestasikan atas diriku adalah hayat seorang Nazaret, bukan hayat seorang tokoh yang besar di dunia ini. Selain itu, hayat Yesus ini dimanifestasikan di dalam dagingku yang fana. Aku bukanlah seorang tokoh besar yang memanifestasikan sesuatu yang menakjubkan di atas tubuh yang hebat. Tidak, aku adalah orang yang kecil yang memanifestasikan hayat Yesus, orang dari Nazaret, di dalam dagingku yang fana ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 33&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-9153738118842102109?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/9153738118842102109'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/9153738118842102109'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-17-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 17 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-8767766348455857750</id><published>2012-01-17T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-17T00:01:00.181+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 17 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Yoh. 6:14-15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sejumlah petunjuk dalam kitab-kitab Injil bahwa Tuhan Yesus tidak bermaksud melakukan satu pekerjaan yang besar. Kita tahu bahwa selama menunaikan ministri-Nya, Tuhan mengadakan banyak mujizat. Salah satunya adalah memberi makan lebih dari lima ribu orang dengan lima ketul roti dan dua ekor ikan. Bukankah ini satu mujizat, Tuhan Yesus memberi makan demikian banyak orang dengan lima roti dan dua ikan? Ini benar-benar satu mujizat yang besar. Yohanes 6:14 menggambarkan tanggapan orang-orang terhadap mujizat ini: "Ketika orang-orang itu melihat tanda mujizat yang telah diperbuat-Nya, mereka berkata, 'Dia ini benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia.'" Namun Tuhan Yesus tidak bermaksud mencari banyak pengikut. Bukannya memperhatikan orang banyak, Dia malah pergi. Tetapi jika kita berada di sana bersama Tuhan, kita mungkin akan gembira melihat banyak orang yang mengikuti Dia. Kita mungkin memuji Allah karena berkat-Nya atas pekerjaan ini, bersyukur kepada-Nya untuk pengikut yang banyak. Namun, Tuhan Yesus, tidak gembira. Tuhan tidak membiarkan orang-orang menjadikan Dia sebagai raja mereka. Tuhan meninggalkan orang banyak itu dan pergi ke gunung untuk berdoa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia yang pergi ke salib untuk menggenapkan penebusan bagi perampungan tujuan kekal Allah bukanlah seorang pekerja besar. Bukan pekerjaan yang luar biasa yang melayakkan Tuhan Yesus menjadi Penebus. Yang melayakkan Dia adalah kehidupan yang ditempuh-Nya. Kita tahu dari kitab-kitab Injil bahwa Yesus bukan seorang terkenal yang hidup di sebuah rumah besar di kota besar. Tidak, Dia adalah seorang manusia yang dibesarkan di rumah seorang tukang kayu dari Nazaret, sebuah kota yang hina dari daerah Galilea yang diremehkan. Tetapi kehidupan yang ditempuh-Nya melayakkan Dia untuk menjadi Penebus bagi penggenapan tujuan kekal Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu melihat bahwa Tuhan Yesus dilayakkan oleh kehidupan, bukan oleh pekerjaan. Perkara mengutamakan kehidupan melebihi pekerjaan ini adalah satu aspek yang sangat penting dari pemulihan Tuhan pada hari ini. Tuhan ingin memulihkan satu kehidupan; Dia bukan berusaha menggenapkan satu pekerjaan kebangunan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya perlu menunjukkan kepada kaum saleh dalam pemulihan Tuhan bahwa banyak dari antara kita, baik yang tua maupun yang muda, masih memperhatikan pekerjaan. Dalam lubuk hati atau secara tidak sadar kepentingan kita itu berhubungan dengan pekerjaan bagi Tuhan. Misalnya, ada yang bercita-cita untuk menjadi penginjil yang besar. Pemikiran untuk melaksanakan satu pekerjaan yang besar mungkin masih ada di dalam hati Anda, di alam bawah sadar Anda. Saya mendorong Anda untuk mengesampingkan pemikiran itu. Allah tidak menghargai pekerjaan apa pun. Kebanyakan kerusakan di antara orang-orang Kristen adalah akibat dari pekerjaan manusia. Semakin kita berusaha untuk bekerja bagi Tuhan, semakin banyak kesulitan yang akan kita ciptakan dan semakin banyak kerusakan yang akan kita buat. Saya percaya inilah alasan Paulus memakai nama Yesus, ketika menyajikan penegasan dari ministrinya itu. Ia tidak berkata, "Tuhan Yesus Kristus, Raja di atas segala raja, Tuan di atas segala tuan." Sebaliknya, ia hanya dengan sederhana berkata tentang Yesus; membawa kematian Yesus, hayat Yesus, dan demi Yesus. Hayat yang dimanifestasikan di dalam tubuh Paulus bukanlah hayat seorang tokoh yang besar, melainkan hayat Yesus, seorang manusia kecil dari sebuah daerah yang diremehkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 33&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-8767766348455857750?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8767766348455857750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8767766348455857750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-17-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 17 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-6623319666832116257</id><published>2012-01-16T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-16T00:01:00.526+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 17 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:10-14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah menunjukkan bahwa dalam pasal 4 Paulus menggambarkan kehidupan yang ia dan para sekerjanya tempuh. Ini adalah kehidupan yang membuat mereka bersatu dengan ministri mereka. Kehidupan ini berlawanan dengan pekerjaan yang ditekankan di antara orang-orang Kristen pada hari ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekristenan telah menjadi satu agama. Setiap agama bergantung pada pekerjaan-pekerjaan tertentu, karena tanpa pekerjaan-pekerjaan itu, agama tersebut tidak akan dapat bertahan. Suatu agama tidak mungkin ada jika penganut-penganutnya tidak melaksanakan pekerjaan-pekerjaan tertentu. Hasilnya, dalam agama kita memiliki pekerjaan yang bermacam-macam. Dalam agama kita mudah menunjukkan pekerjaan-pekerjaan, tetapi sulit sekali menemukan sesuatu yang berasal dari hayat. Jadi, prinsip dasar agama adalah agama itu penuh dengan pekerjaan, tetapi kekurangan dalam hayat. Ini berlaku bukan hanya bagi agama Kristen, melainkan juga dengan yang lain. Setiap agama penuh dengan pekerjaan, kegiatan, dan perbuatan-perbuatan. Tetapi dalam agama tidak ada hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memiliki pemahaman tentang agama ini, sekarang marilah kita sekali lagi melihat sejarah Yesus. Bila kita melihat catatan kehidupan Tuhan di bumi, kita akan melihat bahwa penekanannya bukan pada pekerjaan-pekerjaan. Keempat kitab Injil tidak menekankan apa yang Tuhan lakukan, dan tidak menekankan pekerjaan-pekerjaan apakah yang telah digenapkan-Nya. Catatan mengenai Tuhan Yesus dalam kitab-kitab Injil terutama mengenai kehidupan-Nya. Dalam kitab-kitab Injil penekanannya adalah pada kehidupan, bukan pada pekerjaan atau kegiatan. Kitab-kitab Injil adalah biografi yang menyajikan seseorang yang hidup secara khusus. Karena itu, kitab-kitab Injil terutama bukanlah catatan tentang pekerjaan Tuhan yang ajaib; kitab-kitab Injil adalah satu gambaran dari kehidupan Tuhan Yesus di bumi. Inilah salah satu alasan mengapa Paulus dalam 2 Korintus 4 sering kali memakai nama Yesus. Pemakaian nama ini dalam pasal 4 membawa kita kembali kepada Tuhan sebagai seorang manusia yang kehidupan-Nya bersatu dengan ministri-Nya. Tuhan hidup sedemikian rupa sehingga persona-Nya bersatu dengan ministri-Nya. Tegasnya, Tuhan tidak menggenapkan satu pekerjaan; sebaliknya, Dia hanya menempuh satu kehidupan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang, mendengar bahwa kitab-kitab Injil menekankan kehidupan Tuhan bukan menekankan pekerjaan-pekejaan-Nya, mereka mungkin akan berdebat, "Saudara Lee, bukankah kitab-kitab Injil juga memberikan catatan tentang pekerjaan-pekerjaan Tuhan Yesus?" Ya, memang demikian. Saya tidak menyangkal bahwa kitab-kitab Injil mengisahkan pekerjaan Tuhan. Namun, jika Anda membaca kitab-kitab Injil dengan teliti, Anda akan melihat bahwa gambaran yang ada di dalamnya itu bukanlah melukiskan catatan pekerjaan-pekerjaan Tuhan. Sebaliknya, gambaran dalam kitab-kitab Injil itu dilukiskan sedemikian rupa untuk memperlihatkan kehidupan Tuhan. Sedikitnya, dalam gambaran itu kehidupan Tuhan Yesus lebih ditekankan daripada pekerjaan-Nya. Kitab-kitab Injil memperlihatkan kepada kita lebih banyak kehidupan Tuhan daripada pekerjaan-Nya. Ya, kitab-kitab Injil memang menggambarkan pekerjaan-pekerjaan Tuhan, tetapi lebih banyak memperlihatkan kehidupan yang ditempuh Yesus dan memperlihatkan kepada kita bagaimana Dia hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 33&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-6623319666832116257?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6623319666832116257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6623319666832116257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-17-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 17 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-8824858898794023863</id><published>2012-01-14T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-14T00:01:00.585+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 16 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudara-saudara, saya menjamin Anda bahwa Tuhan akan memberikan istri yang paling cocok bagi Anda yang akan menindas dan bahkan menyerang Anda supaya manusia lahiriah Anda dapat dihabisi. Setiap istri tahu waktu yang tepat untuk menyerang suaminya. Sesungguhnya ini adalah kedaulatan Tuhan. Kadang-kadang ketika Anda membuat kesalahan, istri Anda akan sangat ramah kepada Anda dan memberi tahu Anda untuk tidak prihatin tentang hal itu. Tetapi ketika Anda tidak salah, dia mungkin akan menyerang Anda dengan keras tanpa alasan. Sebenarnya, ada satu alasannya: Allah dalam kedaulatan-Nya membiarkan dia berbuat demikian supaya Anda, sebagai pohon, dapat menjatuhkan daun-daun Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu pihak, sebuah pohon menjatuhkan daun-daunnya sendiri; di pihak lain, musim dan lingkungan memaksa pohon itu untuk melakukan hal itu. Bila musim gugur tiba, sebuah pohon harus menjatuhkan daun-daunnya, tidak peduli betapa hijaunya dan baiknya daun itu selama musim panas. Demikian juga, bila musim gugur dan musim dingin tiba dalam kehidupan kristiani kita, kita mungkin akan ditindas oleh anggota-anggota keluarga kita. Selama masa yang sangat dingin itu, kita akan dipaksa untuk menjatuhkan daun-daun kita. Ini berarti, di satu pihak, manusia lahiriah kita akan merosot dan di pihak lain, manusia lahiriah kita akan dihabisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita mengalami kemerosotan manusia lahiriah kita, kita mungkin memberi tahu Tuhan bahwa kita tidak tahan lagi. Namun, Tuhan mungkin menunjukkan bahwa kita harus menanggungnya lebih lama lagi, karena nasib kita adalah manusia lahiriah kita dihabisi. Inilah pemahaman saya tentang hal ini menurut pengalaman saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 3 Paulus membicarakan tentang transformasi. Dalam proses transformasi ini ada satu unsur ilahi yang ditambahkan ke dalam diri kita, dan kita akan disusun dengan unsur ini. Penyusunan ini menghasilkan transformasi. Seperti yang telah kita lihat dalam 2 Korintus 4, transformasi ini menjadi pembaruan. Pembaruan ini bukan hanya berhubungan dengan penambahan unsur ilahi ke dalam diri kita. Sifat usang kita, manusia lahiriah kita, juga akan dengan riil disingkirkan supaya hayat di dalam kita, yaitu Roh hayat, memiliki kesempatan untuk berkembang. Perkembangan hayat yang di dalam ini adalah pembaruan. Sekali lagi kita dapat memakai pohon-pohon sebagai satu ilustrasi. Selama musim dingin pohon-pohon itu tidur, tetapi pada musim semi kita dapat melihat perkembangan hayat batiniahnya. Ini bukan hanya transformasi, tetapi juga pembaruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transformasi adalah perkara penyusunan; pembaruan mencakup penggantian. Diperbarui berarti manusia lahiriah ini dihabisi. Seperti sebuah pohon rontok daun-daunnya, demikian juga unsur lama dari manusia lahiriah kita akan merosot. Hasilnya, hayat batiniah akan berkembang dengan segar. Bila musim semi tiba, pohon-pohon itu akan menjadi hidup, segar, dan kuat. Daun-daun yang baru akan muncul, dan akhirnya pohon-pohon itu berbunga dan menghasilkan buah. Ini adalah satu gambaran dari pembaruan manusia batiniah kita. Dengan mengalami pembaruan ini, kita beranjak dari kemuliaan ke kemuliaan. Kemuliaan ini ditingkatkan dari satu tingkat ke tingkat lainnya, dari kemuliaan yang sekarang ini ke kemuliaan yang kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 32&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-8824858898794023863?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8824858898794023863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8824858898794023863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-16-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 16 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-1502357891851360245</id><published>2012-01-13T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-13T00:01:00.881+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 16 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan gereja adalah satu kehidupan kebenaran. Dalam kehidupan gereja segala sesuatunya seharusnya tenang, penuh damai sejahtera, dan teratur. Masa milenium, yaitu Kerajaan Seribu Tahun, akan penuh dengan kebenaran. Karena ada kebenaran di dalam kerajaan, maka akan ada damai sejahtera. Kerajaan tidak lain satu alam kebenaran dengan damai sejahtera. Kebenaran ini adalah hasil dari hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Alkitab, dalam Kerajaan Seribu Tahun, maut akan dikurangi dan dibatasi secara besar-besaran (Yes. 65:20). Sebaliknya akan ada kelimpahan hayat. Akibatnya, lingkungan di dalam Kerajaan Seribu Tahun itu akan penuh damai sejahtera. Alkitab memakai istilah kebenaran untuk menyatakan keadaan dan kondisi yang penuh damai sejahtera itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Kerajaan Seribu Tahun, akan ada langit baru dan bumi baru dengan Yerusalem Baru. Di dalam Yerusalem Baru, tidak akan ada maut, dan hayat akan mengalir untuk mempertahankan keadaan yang penuh damai sejahtera (Why. 21:4; 22:1). Ini akan menjadi satu kebenaran yang kekal. Kemudian kita semua akan memperhidupkan hayat ilahi dalam satu tingkat kebenaran. Kehidupan gereja pada hari ini harus menjadi miniatur dari keadaan semacam ini. Begitu pula seharusnya dengan kehidupan keluarga kita. Oleh belas kasihan dan kasih karunia Tuhan, kehidupan gereja dan kehidupan keluarga kita dapat penuh dengan hayat dan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan yang penuh dengan hayat dan kebenaran merupakan satu penegasan ministri dari perjanjian yang baru. Menurut perkataan Paulus dalam 2 Korintus 3, ministri dari perjanjian yang baru adalah ministri Roh itu dan kebenaran. Ministri ini menyuplaikan Kristus sebagai Roh itu dan kebenaran kepada orang. Dalam 2 Korintus 4 Paulus membentangkan pengalamannya terhadap Roh itu dan kebenaran. Ketika kita mengalami Roh itu, hayat akan dimanifestasikan. Ketika hayat dimanifestasikan, kita dibawa masuk ke dalam satu keadaan damai sejahtera, di mana tidak ada satu pun yang salah atau tidak teratur. Inilah kebenaran, satu keadaan di mana segala sesuatunya hidup, benar, dan teratur. Dalam pandangan Allah, ini adalah kebenaran. Para rasul mengalami Roh itu, memanifestasikan hayat, dan hidup dalam keadaan kebenaran. Sekali lagi kita melihat bahwa kehidupan mereka dan ministri mereka adalah satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 32&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-1502357891851360245?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1502357891851360245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1502357891851360245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-16-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 16 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-1488208288630931998</id><published>2012-01-12T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-12T00:01:02.395+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 16 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Ptr. 3:13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran mengacu kepada satu keadaan, satu kondisi, di mana segala sesuatunya berada dalam keadaan teratur. Di mana ada kebenaran, di sana tidak ada gangguan, kekacauan, atau percampuran. Misalnya, di dalam satu sidang gereja kita sering kali dapat melihat kebenaran, karena di dalam sidang itu segala sesuatunya benar dan berada dalam keadaan teratur. Akibatnya, sidang itu berada dalam kondisi, keadaan kebenaran. Tetapi umpamanya para saudara berdebat, dan para saudari marah-marah, dan anak-anak lari-lari di dalam balai sidang. Betapa kacaunya itu! Di dalam situasi yang demikian, keadaan yang kacau, tidak akan ada kebenaran apa pun. Kebenaran mengacu kepada satu keadaan di mana segala sesuatu berada dalam keadaan yang teratur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Petrus 3:13 mengatakan, "Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran." Kebenaran yang tinggal di langit yang baru dan bumi yang baru ini menunjukkan bahwa segala sesuatunya berada dalam keadaan teratur, dan tidak ada satu pun yang akan salah, marah-marah, atau berada dalam kekacauan. Tidak ada kekacauan dan kebingungan, hanya ada damai sejahtera dan keteraturan. Dalam pandangan Allah, keadaan yang demikian adalah kebenaran. Seluruh keadaan di langit baru dan bumi baru adalah kebenaran. Tidak ada satu pun yang tidak teratur; sebaliknya, segala sesuatunya akan berada dalam keadaan teratur. Keadaan yang teratur ini adalah kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 4:8 Paulus membicarakan tentang ditindas dalam segala hal, atau diserang dari setiap aspek. Tetapi tidak peduli berapa banyak ia ditindas atau diserang, padanya tidak ada kekacauan. Sebaliknya, ada manifestasi hayat. Manifestasi hayat ini menghasilkan satu keadaan yang damai sejahtera dan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 4:8 dan 9 Paulus membicarakan tentang ditindas, kehabisan akal, dianiaya, dan dihempaskan. Kita tentu mengira situasi yang demikian itu akan menghasilkan kekacauan. Tetapi jika Anda berada di dalam situasi itu namun segala sesuatunya menjadi tenang dan teratur, itu adalah manifestasi hayat. Selain itu, keadaan yang teratur itu adalah keadaan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 32&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-1488208288630931998?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1488208288630931998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1488208288630931998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-16-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 16 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-5028894242174268598</id><published>2012-01-11T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-11T00:01:00.779+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 16 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:8-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 4:8-9 Paulus menunjukkan situasi yang sulit di mana ia berada. Ia berkata, "Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak hancur terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa." Dalam ayat-ayat ini Paulus menyinggung empat hal. Pertama, ia mengatakan bahwa mereka ditindas dalam segala hal, tetapi tidak hancur terjepit. Diserang dalam segala hal di sini berarti diserang dari empat sudut; depan, belakang, kanan, dan kiri. Meskipun demikian, mereka tidak hancur terjepit. Ini menunjukkan hayat. Tidak hancur terjepit dalam situasi yang demikian itu adalah memiliki manifestasi hayat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Paulus mengatakan bahwa mereka habis akal, tidak menemukan jalan keluar, tetapi tidak putus asa. Para rasul terkurung, tidak memiliki jalan keluar; tetapi tidak berarti mereka sama sekali tidak memiliki jalan keluar. Bagian dari ayat 8 ini dalam bahasa Yunaninya mengandung permainan kata. Pertama-tama Paulus mengatakan bahwa mereka telah kehabisan akal, kemudian ia mengatakan bukan sama sekali tidak dapat menemukan jalan keluar. Sekali lagi, ini adalah hayat. Kelihatannya mereka kehabisan akal, tetapi karena Roh itu ada di dalam mereka sebagai hayat, mereka bukan sama sekali tidak menemukan jalan keluar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Paulus mengatakan bahwa mereka dianiaya, tetapi tidak ditinggalkan sendirian. Ini berarti mereka dikejar-kejar musuh, tetapi mereka tidak ditolak, ditinggalkan; yaitu mereka tidak ditinggalkan dalam keadaan yang mengenaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, dalam ayat 9 Paulus mengatakan bahwa mereka dihempaskan, tetapi tidak binasa. Meskipun mereka dijatuhkan, tetapi mereka tidak binasa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus ditindas, kehabisan akal, dianiaya, dan dihempaskan. Semuanya itu memberikan satu kesempatan bagi hayat untuk dimanifestasikan. Hayat mengatasi semua hal itu. Meskipun ia mengalami penindasan, kehabisan akal, penganiayaan, dan dihempaskan, tetapi Paulus tetap sangat energik. Dia tidak hancur atau putus asa, dan ia tidak ditinggalkan atau binasa. Hayat benar-benar menjadi nyata di atas dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan membentangkan pengalamannya sendiri sebagai satu penegasan dari ministrinya, Paulus menunjukkan bahwa ia dan ministrinya adalah satu. Apa adanya Paulus dan kehidupan yang ditempuhnya adalah ministrinya. Ministri ini adalah apa adanya Paulus bukan hanya apa yang dia lakukan atau pekerjaan yang digenapkannya. Paulus hidup sedemikian rupa sehingga kehidupannya merupakan satu penegasan atas ministrinya. Ministri Paulus adalah ministri Roh itu, dan kehidupannya penuh dengan hayat. Ini berarti kehidupannya adalah manifestasi dari Roh itu yang telah melalui proses, yaitu Roh itu yang telah dimasak. Paulus hidup berdasarkan Roh itu, maka hayat pun tertampil dari dirinya. Hayat ini dimanifestasikan kepada orang-orang Korintus dan diministrikan kepada mereka. Ketika hayat ini masuk ke dalam mereka, hayat ini segera menjadi Roh itu. Kemudian ketika mereka memperhidupkan Roh itu, Roh itu menjadi hayat bagi orang lain. Inilah penegasan dari ministri perjanjian yang baru oleh Paulus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 31&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-5028894242174268598?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5028894242174268598'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5028894242174268598'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-16-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 16 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-3115730132846813121</id><published>2012-01-10T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-10T08:21:39.121+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 16 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:8; 4:1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal apakah dalam pasal 4 yang bersesuaian dengan Roh itu dalam pasal 3? Perkara dalam pasal 4 yang bersesuaian dengan Roh itu adalah hayat. Hayat dalam pasal ini sinonim dengan Roh itu. Dalam pasal mengenai doktrin, Paulus membicarakan tentang Roh itu; sedangkan dalam pasal mengenai pengalaman, ia membicarakan tentang hayat. Hayat dalam doktrin adalah Roh itu, dan Roh itu dalam pengalaman adalah hayat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang bersesuaian dengan transformasi? Sebagaimana hayat itu sinonim dengan Roh itu, demikian juga diperbarui sinonim dengan ditransformasi. Paulus membicarakan pembaruan dalam ayat 16 ketika ia mengatakan bahwa "manusia batiniah kita diperbarui dari sehari ke sehari." Meskipun transformasi dan pembaruan itu sinonim, tetapi tetap ada perbedaan di antara keduanya. Transformasi mencakup suatu proses. Ketika proses transformasi ini terjadi, hal itu menjadi pembaruan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata apa dalam pasal 4 yang sinonim dengan kemuliaan dalam pasal 3? Dalam pasal 3 dan 4 Paulus membicarakan tentang kemuliaan. Namun, kemuliaan dalam pasal 3 tidak sebobot dengan kemuliaan dalam pasal 4. Dalam 2 Korintus 4:17 Paulus mengatakan "kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya." Kemuliaan dalam pasal 3 mengandung bobot yang bersifat zaman (sezaman) zaman ini, tetapi kemuliaan dalam pasal 4 itu berbobot sampai selama-lamanya. Kita harus ingat bahwa 2 Korintus 3:18 membicarakan tentang dari satu tingkat kemuliaan ke tingkat kemuliaan lainnya. Tidak diragukan lagi, kemuliaan dalam pasal 4 adalah tingkat yang paling tinggi. Sedikitnya, tingkatnya lebih tinggi daripada kemuliaan dalam pasal 3.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi hayat sama dengan manifestasi Roh itu. Dalam 2 Korintus 3:8 Paulus mengatakan bahwa ministrinya, yaitu ministri dari perjanjian yang baru, adalah ministri Roh. Dalam pasal 4 ia menyajikan satu pengalaman yang menegaskan hal ini. Maksud Paulus dalam pasal 4 ialah, "Izinkan aku menegaskan kepada kalian bahwa ministriku adalah ministri Roh itu. Ketika aku datang kepada kalian, tidakkah kalian melihat sesuatu atas diriku? Apakah yang kalian lihat? Agama Yahudi? Praktek, kebiasaan, dan adat istiadat Yahudi? Tidak, kalian tidak melihat hal-hal itu. Kalian, orang-orang Korintus, harus mengakui bahwa apa yang kalian lihat atas diriku adalah manifestasi hayat, bukan manifestasi agama Yahudi, filsafat, adat istiadat, atau praktek Yahudi." Hayat yang dimanifestasikan di atas diri Paulus adalah Roh itu yang dialaminya, yaitu Roh itu yang telah melalui proses, Roh itu yang telah dimasak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hayat dapat dimanifestasikan di atas diri Paulus karena ia mengalami pembunuhan salib. Andaikata Paulus tidak menghadapi permasalahan, kesulitan, penentangan, atau penganiayaan; andaikata ia juga kuat secara jasmani dan tidak pernah ada masalah dengan kesehatannya; jika demikian, kemungkinan tidak akan ada manifestasi hayat di atas diri Paulus. Tetapi ketika Paulus bersama orang-orang Korintus, ia benar-benar menghadapi banyak persoalan dan kesulitan, ia pun sungguh-sungguh menghadapi penentangan dan penganiayaan. Bahkan kadang-kadang kaum saleh di Korintus menyulitkan dirinya. Paulus tahu bahwa jika segala sesuatunya mudah dan menyenangkan, ia tidak mungkin memiliki manifestasi hayat yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 31&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-3115730132846813121?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3115730132846813121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3115730132846813121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-16-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 16 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-6880823676203515910</id><published>2012-01-09T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-09T00:01:00.909+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 16 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:1-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Korintus 3 dan 4 berbeda dalam sifatnya. Sebenarnya pasal 3 adalah pasal tentang doktrin. Tentunya, menurut prinsipnya, doktrin harus mencakup pengalaman. Demikian juga, pengalaman rohani yang sejati manapun akan mencakup doktrin. Karena itu, kita dapat mengatakan bahwa 2 Korintus 3 adalah satu pasal tentang doktrin dengan beberapa pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika secara mendasar 2 Korintus 3 ini adalah pasal tentang doktrin, apakah sifat pasal 4? Dua Korintus 4 adalah satu pasal tentang pengalaman. Bagaimana kita tahu hal ini? Ayat 1 memberikan satu petunjuk kepada kita bahwa pasal ini berhubungan dengan pengalaman: "Oleh rahmat Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu, kami tidak tawar hati." Di sini Paulus menunjukkan "telah menerima pelayanan ini", ini juga berhubungan dengan doktrin dan pengalaman. Tetapi "tidak tawar hati" mutlak adalah perkara pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman yang bagaimana yang kita temukan dalam pasal 4? Ini bukanlah pengalaman terhadap keselamatan, pembenaran, atau pengampunan. Mungkin ada yang mengatakan bahwa dalam pasal ini kita memiliki pengalaman akan salib. Namun, membicarakan pengalaman dalam pasal 4 secara demikian itu terlalu negatif. Yang kita temukan di sini adalah manifestasi hayat. Pasal ini adalah tentang pengalaman terhadap manifestasi hayat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Kristen mungkin membaca 2 Korintus 4 tanpa menyadari bahwa pasal ini adalah pasal tentang manifestasi hayat. Ayat 10-11 mengatakan, "Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan (hayat) Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini." Dalam ayat-ayat ini Paulus tidak memakai kata sifat "nyata", melainkan memakai kata kerja "menjadi nyata". Ada perbedaan antara sesuatu yang nyata dengan sesuatu yang menjadi nyata. Kata "nyata" tidak mencakup pengalaman atau proses; tetapi "menjadi nyata" mencakup suatu proses, suatu prosedur. Dalam ayat-ayat ini Paulus tidak mengatakan bahwa hayat Yesus adalah nyata. Jika ia mengatakan demikian, tidak ada proses atau prosedur yang tercakup di dalamnya. Maka kita tidak perlu melalui sesuatu dalam pengalaman kita. Tetapi ketika Paulus mengatakan bahwa hayat Yesus menjadi nyata di dalam kita, hal itu mencakup suatu proses. Agar hayat Yesus dapat menjadi nyata diperlukan satu proses, satu prosedur. Dalam 2 Korintus 4:10-12 kita dapat melihat dengan jelas manifestasi hayat ini. Ini menunjukkan bahwa pasal ini berkenaan dengan pengalaman terhadap manifestasi hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manifestasi hayat ini datang melalui pembunuhan salib. Memang, dalam pasal 4 kita tidak dapat menemukan kata salib. Meskipun demikian, konsepsi tentang salib tersirat di sini. Misalnya, kata "membawa kematian Yesus" dalam ayat 10 itu tentunya menyiratkan salib. Kematian Yesus tidak sama dengan membawa kematian Yesus. Kita tidak boleh berpikir bahwa membawa kematian itu sama dengan kematian. Tidak, sedikitnya ada beberapa perbedaan di antara keduanya. Pengalaman terhadap manifestasi hayat ini berhubungan dengan membawa kematian Yesus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 31&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-6880823676203515910?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6880823676203515910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6880823676203515910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-16-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 16 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-2083702633898848685</id><published>2012-01-07T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-07T00:01:01.252+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 15 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 4:6 Paulus berkata, "Sebab Allah yang telah berfirman, 'Dari dalam gelap akan terbit terang!' Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang tampak pada wajah Kristus." Allah yang telah berfirman "dari dalam gelap akan terbit terang" telah bercahaya (bersinar) di dalam hati para minister dari perjanjian yang baru. Terang-Nya di dalam alam semesta ini menghasilkan ciptaan lama. Sekarang terang-Nya di dalam hati para minister dari perjanjian yang baru ini membuat mereka menjadi ciptaan baru. Karena itu, mereka dapat meninggikan Kristus sebagai Tuhan di dalam pemberitaan mereka dan berperilaku sebagai hamba-hamba bagi kaum beriman di dalam pelayanan mereka (ayat 5). Apa yang mereka lakukan bagi Kristus dan apa adanya mereka bagi kaum beriman keduanya dihasilkan dari terang Allah. Terang Allah menghasilkan para minister dari perjanjian yang baru dan menghasilkan ministri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ciptaan lama, terang Allah itu bersifat lahiriah. Tetapi bagi kita dalam ciptaan baru, terang Allah itu bersifat batiniah. Allah telah bercahaya di dalam hati kita. Sekarang, terang, kemuliaan, dan cahaya itu ada di dalam kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ministri dari perjanjian yang baru mutlak berada di dalam Roh itu. Ministri ini tidak berhubungan dengan hal-hal yang dapat dilihat atau yang jasmani. Ministri dari perjanjian yang baru ini tidak kelihatan, walaupun demikian ministri ini merupakan sesuatu yang dapat kita pegang (pertahankan). Ini adalah sesuatu yang riil yang dapat dirasakan, direalisasikan, dialami, dan dinikmati. Inilah kemuliaan, terang, realitas, kekuatan, dan tenaga ministri dari perjanjian yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 4:7 Paulus selanjutnya berkata, "Tetapi harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami." Penyorotan Allah dalam hati kita membawakan harta ke dalam kita, yaitu Kristus yang mulia, sebagai perwujudan Allah, untuk menjadi hayat dan segala kita. Tetapi kita yang berisikan harta ini adalah bejana-bejana tanah liat, yang tidak berharga dan getas. Harta tak ternilai ini tersimpan dalam bejana-bejana tak berharga. Ini membuat bejana-bejana tak berharga itu menjadi para minister dari perjanjian yang baru dengan ministri yang tak ternilai. Ini digenapkan oleh kekuatan ilahi di dalam kebangkitan. Kekuatan yang berlimpah-limpah ini pasti berasal dari Allah, bukan dari diri kita. Harta ini, yaitu Kristus yang berhuni di dalam kita, bejana tanah liat, adalah sumber suplai ilahi bagi kehidupan orang Kristen. Oleh kekuatan yang unggul dari harta inilah para rasul sebagai para minister dari perjanjian yang baru dapat menempuh satu kehidupan yang tersalib, sehingga hayat kebangkitan Kristus dapat dinyatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Realitas Kristus yang bercahaya ini adalah harta di dalam kita, bejana-bejana tanah liat. Secara lahiriah kita adalah bejana tanah liat, tetapi secara batiniah kita memiliki harta yang tak ternilai. Harta ini adalah Kristus sebagai perwujudan Allah Tritunggal yang telah melalui proses untuk menjadi Roh pemberi-hayat yang almuhit di dalam kita. Harta ini memiliki satu kekuatan, dan kekuatan ini adalah kekuatan yang unggul. Kristus sebagai Roh pemberi-hayat di dalam kita adalah Dia yang bersinar dan bekerja. Inilah harta yang kita miliki di dalam kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 30&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-2083702633898848685?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2083702633898848685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2083702633898848685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-15-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 15 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-5498894837751622347</id><published>2012-01-06T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-06T00:01:00.576+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 15 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta bahwa para minister dan ministri adalah satu, sepenuhnya dibuktikan dalam 2 Korintus 4. Dalam pasal ini Paulus memberikan satu petunjuk yang kuat kepada kita bahwa ministri itu adalah apa adanya para minister dari perjanjian yang baru. Sebenarnya, para minister dalam pasal 4 itu tidak bekerja, mereka hanya hidup. Jadi, kehidupan mereka adalah pekerjaan mereka. Di luar kehidupan mereka, mereka tidak perlu melakukan pekerjaan apa pun, karena kehidupan mereka adalah pekerjaan mereka, ministri mereka. Manusia batiniah mereka sebenarnya adalah ministri mereka. Apa yang terhitung di dalam ministri dari perjanjian yang baru adalah apa adanya para minister dari perjanjian yang baru dalam kehidupan mereka dan dalam segenap diri mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan para minister dari perjanjian yang baru sangat berbeda dengan kebanyakan pengkhotbah Kristen pada hari ini. Para pelayan dan pengkhotbah umumnya bekerja dalam satu cara, tetapi hidup dalam cara lainnya. Ini berarti apa yang dikerjakan mereka adalah satu hal, dan apa adanya mereka adalah hal lain lagi. Mereka mungkin mengajar orang-orang agar menurut satu standar yang tinggi, tetapi mereka sendiri tidak hidup menurut standar itu. Jadi, ada suatu ketidakcocokan di antara pekerjaan mereka dengan apa adanya mereka. Tetapi para minister dari perjanjian yang baru bersatu dengan ministri mereka. Apa yang mereka lakukan adalah apa adanya mereka. Cara mereka bekerja adalah cara hidup mereka. Kehidupan mereka, apa adanya mereka, adalah ministri mereka. Hasilnya, kemuliaan ministri mereka adalah kemuliaan mereka, dan kemuliaan mereka adalah kemuliaan ministri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan para minister dari perjanjian yang baru bukanlah sesuatu yang kelihatan atau yang lahiriah. Kemuliaan ini adalah yang batiniah, yang tidak kelihatan; ini adalah perkara Kristus tertampak oleh orang lain dalam kehidupan kita. Misalnya, ketika Anda mengunjungi rumah seorang saudara, Anda mungkin melihat dalam kehidupan keluarganya ada satu kondisi, keadaan kemuliaan. Kemuliaan ini bukanlah Kristus (secara jasmani) terlihat oleh orang lain, melainkan Kristus tertampak oleh mereka ketika mereka mengamati kehidupan sehari-hari dari keluarga ini. Orang lain merasakan bahwa di dalam kehidupan keluarga ini ada sesuatu yang mulia. Inilah kemuliaan para minister dari perjanjian yang baru dan ministri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Musa turun dari gunung, kemuliaan bersinar dari wajahnya dan kasat mata. Tetapi tidak ada sinar kemuliaan yang demikian pada wajah Paulus. Pada Musa, kemuliaan itu ada secara lahiriah dan kasat mata. Namun, sinar kemuliaan itu, tidak tahan lama. Pada diri Paulus tidak ada sinar kemuliaan yang lahiriah dan kasat mata. Namun, padanya ada sinar kemuliaan yang rohani dan batini. Siapa saja yang tinggal bersama Paulus untuk sejangka waktu akan menyadari bahwa padanya ada satu sinar yang tidak kelihatan. Meskipun sinar ini tidak kasat mata, tetapi sinar ini dapat dirasakan, direalisasikan. Inilah sinar kemuliaan yang batiniah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 30&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-5498894837751622347?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5498894837751622347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5498894837751622347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-15-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 15 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-7579976632868374928</id><published>2012-01-05T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-05T00:01:01.548+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 15 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Mat. 5:6, 10, 20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membaca 2 Korintus 3:8-9 dan 16-18, kita dapat nampak dengan jelas bahwa pada akhirnya para minister dari perjanjian yang baru akan menjadi satu dengan ministri mereka. Ini berarti para minister adalah ministri itu. Ministri mereka adalah apa adanya mereka, bukan hanya apa yang mereka lakukan atau pekerjaan yang mereka genapkan. Apa adanya para minister dari perjanjian yang baru justru adalah ministri mereka. Karena itu, kita dapat mengatakan bahwa para minister dan ministri itu menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Korintus 3:8-9 mengatakan, "Betapa lebih besar lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh! Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada kebenaran." Perhatikanlah ayat 8 mengatakan bahwa ministri dari perjanjian yang baru berada dalam kemuliaan, dan ayat 9 mengatakan bahwa ministri ini berlebih (limpah) dalam kemuliaan. Di sini kita melihat dua tahap dari ministri dari perjanjian yang baru. Tahap yang pertama adalah ministri Roh itu, tahap yang kedua adalah ministri kebenaran. Ketika ministri hanya sekadar ministri Roh itu, ministri ini ada dalam tahap pertama. Ini adalah ministri dalam kemuliaan. Ketika ministri ini adalah ministri kebenaran, ministri ini ada dalam tahap kedua. Dalam tahap ini, ministri dari perjanjian yang baru bukan hanya berada dalam kemuliaan, lebih-lebih berlimpah dalam kemuliaan. Alasan ministri ini berlimpah-limpah dalam kemuliaan adalah karena kebenaran itu ditampilkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tahap yang pertama, yaitu tahap ministri Roh itu, ministri dari perjanjian yang baru ini berada dalam kemuliaan. Tetapi bila ministri ini menjadi ministri kebenaran, maka ministri ini berlimpah dalam kemuliaan. Ketika ministri Roh itu diperhidupkan di dalam kita dengan ekspresi kebenaran, ministri ini berlimpah dalam kemuliaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam kemuliaan" dan "berlimpah dalam kemuliaan" dalam 3:8-9 keduanya berhubungan dengan ministri itu. Tetapi kemuliaan dalam ayat 16-18 tidak berhubungan dengan ministri, melainkan berhubungan dengan para minister. Dalam ayat 18 Paulus berkata, "Kita semua seperti cermin memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan ini datangnya dari Tuhan Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya dari kemuliaan ke kemuliaan" (Tl.). Dalam ayat ini kata "kita" mengacu kepada para rasul, yang adalah para minister Kristus sebagai teladan dan wakil dari semua orang beriman. Jadi, kemuliaan dalam ayat 8-9 berhubungan dengan ministri itu, sedangkan dalam ayat 18 berhubungan dengan para minister. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kemuliaan dalam ayat 8-9 berhubungan dengan ministri itu, dan kemuliaan dalam ayat 18 berhubungan dengan para minister, tetapi bukan berarti ada dua macam kemuliaan. Bukan berarti ada satu kemuliaan yang berkaitan dengan ministri itu dan ada satu kemuliaan lagi berhubungan dengan para minister. Tidak, hanya ada satu macam kemuliaan. Ini membuktikan bahwa pada akhirnya semua minister dari perjanjian yang baru akan menjadi satu dengan ministri mereka. Seluruh diri mereka, apa adanya diri mereka, adalah ministri mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 30&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-7579976632868374928?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7579976632868374928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7579976632868374928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-15-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 15 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-2896326829902849965</id><published>2012-01-04T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-04T00:01:00.819+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 15 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Why. 19:7-8; 2 Ptr. 3:13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu 19:7-8 mengatakan, "Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai, dan memuliakan Dia! Karena hari perkawinan Anak Domba telah tiba, dan pengantin-Nya telah siap sedia. Kepadanya dikaruniakan supaya memakai kain lenan halus yang berkilau-kilauan dan putih bersih! [Lenan halus itu adalah perbuatan-perbuatan yang benar dari orang-orang kudus.]" Pengantin perempuan di sini mengacu kepada manusia yang telah ditebus dan ditransformasi. Pengantin perempuan ini akan memakai kain lenan halus yang adalah kebenaran orang-orang kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin berbagian dalam pengantin perempuan, yang didandani dengan kebenaran yang berkilau-kilauan dan putih bersih, kita perlu mendandani diri kita dengan kebenaran. Hari demi hari kita perlu mempersiapkan pakaian lenan halus yang berkilau-kilauan untuk menutupi diri kita. Ini adalah kebenaran kita setiap hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita dapat menghasilkan pakaian kebenaran yang demikian? Kita dapat menghasilkannya dengan setiap hari bertindak menurut Roh hayat dan dengan menempuh satu kehidupan yang berasal dari Roh. Jika kita mempersiapkan pakaian pernikahan kita hari demi hari, bulan demi bulan, dan tahun demi tahun dengan menempuh satu kehidupan yang demikian di dalam Roh, kita tidak akan kedapatan telanjang pada waktu Tuhan datang kembali. Sebaliknya, pada waktu kedatangan-Nya kita akan memakai pakaian pernikahan yang berkilau-kilauan dan putih bersih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, pengantin perempuan dalam Wahyu 19 ini akan menjadi Yerusalem Baru dalam Wahyu 21 dan 22. Kota Yerusalem Baru akan mengemban penampilan yaspis. Berbicara tentang Yerusalem Baru, Wahyu 21:11 mengatakan, "Cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal." Menurut Wahyu 21:18, "Tembok itu terbuat dari permata yaspis." Pondasi yang pertama dari Yerusalem Baru juga adalah yaspis (Why. 21:19). Karena itu, penampilan kota itu adalah yaspis. Wahyu 4 menunjukkan bahwa Allah yang duduk di takhta di surga itu juga memiliki penampilan yaspis. Jadi, yaspis menunjukkan gambar Allah, yaitu ekspresi-Nya. Fakta bahwa yaspis adalah penampilan Allah dan Yerusalem Baru, itu menunjukkan bahwa kota kudus ini akan mengemban penampilan yang sama dengan Allah. Seluruh kota itu akan mengekspresikan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaspis Yerusalem Baru sama dengan kebenaran pengantin perempuan. Hari ini kita sedang mempersiapkan gaun pengantin kita, gaun yang akan memiliki penampilan kebenaran, yang adalah ekspresi Allah. Akhirnya, di dalam Yerusalem Baru, kebenaran ini akan menjadi penampilan yaspis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Petrus 3:13 mengatakan, "Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran." Kata kebenaran yang dipakai dalam ayat ini kaya maknanya. Mengatakan bahwa kebenaran akan tinggal di langit baru dan bumi baru berarti segala sesuatunya akan menjadi teratur, berada di bawah satu kepala, dan rapi. Segala sesuatu akan dikendalikan, dikontrol, dan berada di bawah pemerintahan yang tepat, karena takhta Allah, kerajaan, dan pemerintahan ilahi ada di sana. Hasilnya akan ada damai sejahtera dan sukacita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 29&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-2896326829902849965?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2896326829902849965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2896326829902849965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-15-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 15 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-8332042350430290529</id><published>2012-01-03T00:01:00.000+07:00</published><updated>2012-01-03T00:01:01.148+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 15 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Rm. 8:1-2, 4; 14:17; Ibr. 1:8-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika tuntutan keadilan hukum Taurat itu telah terpenuhi di dalam kita karena kita bertindak menurut Roh, kita akan memiliki kebenaran. Kebenaran ini, seperti yang telah kita tunjukkan dalam berita sebelumnya, menandakan ekspresi Allah, yaitu gambar-Nya. Ketika kita memiliki kebenaran, kita memiliki ekspresi Allah yang kita layani dan yang kita sembah. Karena kita memiliki ekspresi ini sebagai kebenaran yang spontan yang kita perhidupkan oleh Roh hayat, orang lain dapat diyakinkan dan ditundukkan. Karena alasan ini, orang-orang yang menentang kita pada akhirnya dapat diyakinkan melalui melihat ekspresi Allah yang diperhidupkan dari diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin bingung bagaimana kita dapat diserupakan dengan gambar Putra Allah. Jalan untuk diserupakan dengan gambar-Nya adalah bertindak menurut Roh hayat supaya tuntutan keadilan hukum Taurat dapat digenapi di dalam kita. Kemudian kita akan memiliki kebenaran, dan kebenaran ini adalah gambar Putra Allah. Karena itu, Roh itu menghasilkan kebenaran, dan kebenaran adalah gambar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma 14:17 mengatakan, "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera, dan sukacita dalam Roh Kudus." Dalam ayat ini Paulus memberikan aspek lainnya dari kebenaran kepada kita. Dalam Roma 8 kita memiliki kebenaran yang berhubungan dengan Roh hayat dan menghasilkan gambar Putra Allah. Tetapi dalam Roma 14:17 kebenaran ini berhubungan dengan Kerajaan Allah. Dalam pasal ini Kerajaan Allah menunjukkan kehidupan gereja. Sidang-sidang gereja adalah satu pameran dari Kerajaan Allah. Dalam kehidupan gereja ini kita memiliki satu keadaan dan situasi yang memperlihatkan kepada orang lain apakah Kerajaan Allah itu. Kehidupan gereja adalah Kerajaan Allah, dan Kerajaan Allah adalah kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenaran pertama-tama menghasilkan gambar Allah. Kemudian kebenaran ini mendirikan Kerajaan Allah. Dalam Roma 8 kita memiliki kebenaran dan gambar Allah, dan dalam Roma 14 kita memiliki kebenaran dan Kerajaan Allah. Gambar dan kerajaan bertumpu pada kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran ministri dari perjanjian yang baru adalah meministrikan Roh yang almuhit dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses ke dalam orang lain untuk menjadi suplai mereka. Secara bersamaan, ministri ini juga menyalurkan Kristus ke dalam kaum beriman sebagai kebenaran mereka. Kemudian, ketika kaum beriman ini hidup dan bertindak menurut Roh, mereka akan berada di dalam keadaan yang mengekspresikan Allah dan memberikan kesan Putra Allah kepada orang. Selain itu, mereka benar-benar akan menjadi Kerajaan Allah yang didirikan di atas kebenaran, dibangun secara teratur, dan dikepalai dengan tepat. Mereka juga akan memiliki damai sejahtera dan sukacita di dalam Roh Kudus. Inilah hasil ministri dari perjanjian yang baru. Berbeda dengan hasil dari ministri-ministri yang bermacam-macam pada hari ini yang menghasilkan perbedaan opini, perpecahan, dan keadaan yang tidak teratur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 29&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-8332042350430290529?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8332042350430290529'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8332042350430290529'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-15-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 15 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-4053694678033262461</id><published>2012-01-02T00:01:00.001+07:00</published><updated>2012-01-02T00:01:00.073+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 15 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Rm. 8:2, 4; 2 Kor. 3:3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Roma 8:2 Paulus mengatakan bahwa hukum Roh hayat memerdekakan kita dari hukum dosa dan maut. Frase kunci dalam ayat ini adalah "Roh hayat". Dalam Roma 8:4 Paulus selanjutnya membicarakan tentang bertindak menurut roh. Hal ini melibatkan bertindak menurut Roh hayat yang disinggung dalam ayat 2. Kita harus bertindak menurut Roh hayat supaya tuntutan keadilan hukum Taurat dapat digenapkan di dalam kita. Ini bukan berarti kita harus berusaha memelihara hukum Taurat, melainkan berarti bahwa hukum Taurat itu dengan spontan dan tanpa kita sadari dapat digenapkan di dalam kita saat kita bertindak menurut Roh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang marilah kita melihat lebih rinci tentang bagaimana hukum Allah ini, Sepuluh Perintah, digenapkan di dalam kita ketika kita bertindak menurut Roh hayat. Bila kita hidup dan bertindak di dalam Roh, kita pasti memiliki hanya satu Allah. Kita tidak mungkin memiliki Allah lain selain Allah kita. Ini berarti kita dengan spontan dapat menggenapkan perintah yang pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kita tidak mungkin membuat berhala seperti patung untuk disembah. Kita tidak akan membuat gambar yang kelihatan atau pun yang tidak kelihatan. Kadang-kadang kita membuat gambar yang tidak kelihatan di dalam imajinasi kita atau di dalam khayalan kita. Misalnya, seseorang mungkin berpikir bahwa di masa yang akan datang ia akan menjadi seorang dokter yang kaya raya, seorang milyuner yang memiliki lahan yang luas. Khayalan ini akan membuat orang itu membuat satu berhala yang tidak kelihatan, gambar yang tidak kelihatan. Kemudian ia akan berusaha sekuatnya untuk memenuhi impian itu. Ini adalah menyembah gambar yang tidak kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya dengan perintah yang ketiga, perintah tentang tidak menyebut nama Tuhan dengan sia-sia. Jika kita hidup dan bertindak di dalam Roh hayat, kita tidak mungkin menyebut nama ilahi, yaitu nama yang kudus ini dengan sia-sia. Sebaliknya kita akan selalu menyebut nama Tuhan dalam realitas dan dengan satu tujuan yang pasti. Juga dengan spontan kita akan memelihara hari peringatan terhadap Tuhan, dan dengan demikian kita akan menggenapkan perintah yang keempat. Jadi, bila kita bertindak menurut Roh hayat, maka keempat perintah yang pertama ini akan digenapkan di dalam kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana keempat perintah yang pertama, demikian pulalah keenam perintah yang terakhir. Bila kita hidup dan bertindak menurut Roh, keenam perintah yang terakhir, yaitu yang berkenaan dengan hubungan kita dengan orang lain, akan digenapkan dengan spontan. Perintah yang kelima menuntut agar kita menghormati orang tua kita. Jika kita bertindak menurut Roh, secara otomatis kita akan menghormati orang tua kita. Kita tidak perlu memutuskan untuk menghormati mereka atau berusaha untuk melakukan hal ini. Seorang muda tidak perlu berkata kepada dirinya sendiri, "Dulu aku tidak memiliki satu sikap yang tepat terhadap ibu dan ayahku. Sekarang karena aku adalah orang Kristen, maka aku harus memiliki sikap yang benar. Aku akan berperilaku dengan tepat, dan aku akan menjadi teladan yang baik bagi adik-adik laki-laki dan perempuanku." Siapa saja yang memutuskan untuk menghormati orang tuanya secara demikian tidak akan berhasil. Tetapi jika kita memperhidupkan Kristus, jika kita hidup dan bertindak di dalam Roh hayat, dengan spontan dan tanpa kita sadari, kita akan menghormati orang tua kita. Bila orang tua kita melihat hal ini, mereka mungkin akan sangat terkejut dan heran akan apa yang telah terjadi pada kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 29&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-4053694678033262461?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4053694678033262461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4053694678033262461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2012/01/2-korintus-minggu-15-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 15 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-5185144604077521821</id><published>2011-12-31T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-31T00:01:03.537+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 14 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Why. 22:17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tahu dari Kitab Filipi bahwa Paulus ingin ditemukan di dalam Kristus. Dalam Filipi 3:9 Paulus mengumumkan, "Dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena menaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan." Menurut ayat ini, Kristus yang di dalam-Nya Paulus ingin ditemukan adalah kebenaran Allah. Paulus ingin ditemukan di dalam Kristus, bukan dengan kebenarannya sendiri, melainkan dengan memiliki Kristus sebagai kebenaran Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran ministri dari perjanjian yang baru ini tidak lain meministrikan Kristus sebagai Roh pemberi-hayat yang di dalam dan sebagai kebenaran yang hidup yang di luar. Sekalipun pengalaman kita mungkin agak terbatas, saya percaya bahwa di dalam pemulihan Tuhan, Roh itu dan kebenaran yang hidup ini sedikitnya dalam skala yang kecil telah diministrikan kepada kita melalui ministri dari perjanjian yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya masuk ke dalam kehidupan gereja, saya sering meministrikan perkara-perkara seperti sepuluh tanduk, sepuluh jari kaki, dan tujuh puluh minggu. Saya sepenuhnya diduduki oleh perkara-perkara itu. Boleh dikatakan, saya mabuk secara rohani. Saya benar-benar perlu "sadar kembali demi kebenaran", seperti yang dipesankan oleh Paulus kepada orang-orang Korintus dalam 1 Korintus 15:34. Dulu, ketika saya bertemu dengan orang Kristen lainnya, saya akan bertanya kepada mereka apakah mereka tahu apa yang diajarkan Alkitab mengenai tujuh puluh minggu. Jika mereka tidak tahu hal itu, saya akan memegang kesempatan itu untuk menjelaskannya kepada mereka. Saya juga mengatakan sejumlah hal tentang keterangkatan. Tetapi terima kasih kepada Tuhan, pada suatu hari saya sadar demi kebenaran dari kemabukan saya, dari keadaan saya yang terbius. Saya tidak lagi menekankan hal-hal seperti sepuluh tanduk, tujuh puluh minggu, dan metode baptisan, melainkan saya mulai hanya memperhatikan Kristus dengan gereja. Sekarang kamus Alkitab saya hanya terdiri atas satu kata, "Kristus". Selain kata yang unik ini, ada satu catatan kaki yang berbunyi "dan gereja". Karena itu kamus Alkitab saya adalah kamus Kristus dan gereja. Saya dapat bersaksi bahwa selama saya berada di Amerika Serikat, saya tidak mengajarkan sesuatu selain Kristus dan gereja. Inilah ministri Perjanjian Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ministri dari perjanjian yang baru adalah ministri Kristus. Sebaliknya, ministri perjanjian yang lama adalah ministri hukum Taurat. Imam-imam, raja-raja, dan nabi-nabi semuanya meministrikan hukum Taurat kepada umat Allah. Karena hukum Taurat itu membunuh, maka ministrinya adalah ministri kematian. Selain itu, ministrinya juga adalah ministri penghukuman, karena yang mati juga dihukum. Jadi, ministri perjanjian lama yang unik ini adalah ministri kematian dan penghukuman. Tetapi hari ini juga ada satu ministri yang unik, yaitu ministri dari perjanjian yang baru. Ministri ini adalah ministri Roh itu dan kebenaran. Penting sekali kita semua nampak hal ini. Ministri kita tidak difokuskan kepada hal-hal seperti baptisan atau bahasa lidah. Ministri kita, yaitu ministri dari perjanjian yang baru, meministrikan satu hal, satu perkara, dan satu Persona, yaitu Kristus yang almuhit sebagai Roh pemberi-hayat menjadi suplai hayat yang di dalam dan menjadi kebenaran yang di luar. Ketika Kristus hidup di dalam kita, Dia adalah hayat dan suplai hayat kita; ketika kita memperhidupkan Kristus, Dia menjadi kebenaran kita. Dia dijadikan dosa bagi kita, dan sekarang kita menjadi kebenaran Allah di dalam Dia. Inilah ministri dari perjanjian yang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 28&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-5185144604077521821?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5185144604077521821'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5185144604077521821'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-14-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 14 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-2613952112148570215</id><published>2011-12-30T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-30T00:01:00.697+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 14 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:8-9, 18; Kol. 3:10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristus, Penebus mustika kita, sekarang tinggal di dalam kita sebagai Roh pemberi-hayat untuk menjadi hayat dan suplai hayat kita. Sekarang kita memiliki satu motivasi dan suplai yang ajaib di dalam kita. Sebagai Roh itu, Kristus menyuplai kita, memotivasi kita, dan bahkan memimpin kita sepanjang hari. Jika kita hidup oleh Dia dan memperhidupkan Dia, kehidupan kita akan menjadi kebenaran yang sejati. Kebenaran ini adalah gambar Allah yang hidup, ekspresi Allah yang hidup. Inilah sebabnya kita mengatakan bahwa Roh itu sebagai hayat di dalam kita dan kebenaran adalah ekspresi di luar kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan ministri dari perjanjian yang baru adalah meministrikan Roh pemberi-hayat dan kebenaran ke dalam kaum saleh. Roh dan kebenaran itu sebenarnya adalah Kristus sendiri. Kristus yang hidup di dalam kita adalah Roh pemberi-hayat, dan Kristus yang diekspresikan melalui kita adalah kebenaran sebagai gambar Allah. Betapa ajaib!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita dapat memiliki gambar ini? Bagaimana kita dapat memiliki satu kebenaran yang hidup yang adalah gambar Tuhan? Kita dapat memiliki gambar ini, kebenaran ini, hanya oleh Roh itu. Menurut ayat 18, kita ditransformasi menjadi serupa dengan gambar Tuhan dari kemuliaan ke kemuliaan, bahkan seperti dari Tuhan Roh. Ini berarti sumber dan substansi dari gambar ini, kebenaran ini adalah Roh itu. Roh itu di dalam kita adalah faktor yang menghasilkan gambar Allah (kebenaran Allah sebagai ekspresi-Nya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman terhadap kebenaran sebagai gambar Allah ini ditegaskan oleh Efesus 4:24 dan Kolose 3:10. Efesus 4:24 mengatakan, "Dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." Di sini Paulus membicarakan tentang kebenaran dalam hubungannya dengan manusia baru. Dalam Kolose 3:10 ia berkata, "Dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Penciptanya." Jika kita menjajarkan ayat-ayat ini, kita akan nampak bahwa manusia baru diciptakan di dalam gambar Allah dan bahwa pada gambar ini ada kebenaran. Oleh ayat-ayat ini kita nampak bahwa kebenaran yang hidup ini adalah gambar Allah, ekspresi Allah. Gambar ini, ekspresi ini, adalah Kristus sebagai Roh pemberi-hayat yang diperhidupkan dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda apakah ministri dari perjanjian yang baru ini? Apakah ministri ini mengajar orang lain untuk berbahasa lidah atau menyuruh mereka untuk dibaptis dengan cara tertentu? Tidak, di dalam setiap aspek dan di dalam setiap hal, ministri dari perjanjian yang baru ini menyalurkan Kristus sebagai Roh pemberi-hayat ke dalam kita. Roh pemberi-hayat ini kemudian menjadi suplai yang limpah lengkap di dalam kita. Secara bersamaan, ministri dari perjanjian yang baru ini menyajikan Kristus kepada kita sebagai kebenaran, sebagai gambar Allah yang hidup untuk menjadi ekspresi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 28&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-2613952112148570215?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2613952112148570215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2613952112148570215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-14-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 14 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-7031760953199644231</id><published>2011-12-29T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-29T00:01:00.404+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 14 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Kel. 25:16; 38:21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memerlukan definisi yang tepat tentang kebenaran. Orang-orang yang tidak percaya, tentunya tidak mengenal kebenaran dalam Alkitab. Tetapi banyak orang beriman di dalam Kristus juga tidak memiliki pemahaman yang penuh tentang makna kebenaran. Tegasnya, dalam Alkitab kebenaran mengacu kepada ekspresi gambar Allah. Ini berarti, menurut Alkitab, kebenaran adalah Allah diekspresikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita dapat mengatakan bahwa kebenaran dalam Alkitab adalah ekspresi Allah? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu nampak bahwa dalam firman Tuhan, kebenaran pertama-tama ditujukan kepada menggenapkan hukum Taurat. Jika kita memelihara hukum Taurat dan menggenapkannya, kita adalah benar; kita memiliki kebenaran. Tetapi jika kita melanggar hukum Taurat, atau jika kita bersalah kepada orang lain dengan melanggar hukum Taurat, kita tidak benar; kita tidak memiliki kebenaran. Jadi, makna yang pertama dari kebenaran dalam Alkitab adalah menggenapkan hukum Taurat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Taurat menekankan Sepuluh Perintah. Tetapi apakah makna dari Sepuluh Perintah itu? Perjanjian Lama dengan jelas menunjukkan bahwa Sepuluh Perintah itu adalah kesaksian Allah. Tabut perjanjian disebut tabut kesaksian (Kel. 25:16), dan kemah, disebut kemah kesaksian (Kel. 38:21). Kesaksian di sini mengacu kepada hukum Taurat. Karena itu, hukum Taurat adalah kesaksian Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mempelajari Sepuluh Perintah, Anda akan melihat bahwa Allah kita adalah kudus, Dia tidak umum. Dia itu terpisah, berbeda dengan segala sesuatu di luar diri-Nya. Karena itu salah satu dari perintah-perintah itu menyatakan bahwa kita hanya boleh memiliki satu Allah dan tidak boleh membuat patung-patung atau menyembah berhala. Selain itu, kita tidak boleh menyebut nama Tuhan dengan sia-sia, dan kita harus mengenal bahwa hari Sabat adalah hari peringatan terhadap Allah sebagai Pencipta satu-satunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memelihara Sepuluh Perintah, kita memiliki kebenaran. Kebenaran ini adalah ekspresi Allah, yaitu gambar Allah. Karena itu, menurut makna yang alkitabiah, kebenaran adalah memelihara hukum Taurat untuk menampilkan gambar Allah, ekspresi Allah, kepada orang lain. Dengan demikian kita tahu Allah yang bagaimanakah yang kita sembah. Jika kita benar, penuh dengan kebenaran, kebenaran ini menjadilah ekspresi Allah yang kita sembah dan yang kita layani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya seseorang mengaku bahwa dirinya milik Allah, juga mengatakan bahwa ia menyembah Allah dan melayani Allah. Namun, orang ini mencuri, berdusta, dan tamak. Ini akan membuat orang lain mengatakan bahwa mereka tidak mungkin mau percaya kepada Allah orang itu. Orang yang demikian akan memberikan kesan yang salah tentang Allah kepada orang lain. Tetapi jika kita yang menyembah Allah, melayani Allah, dan menyatakan bahwa kita milik Allah, menempuh satu kehidupan yang kudus, terpisah bagi Allah, menempuh satu kehidupan yang benar dan penuh kasih dan terang, bersimpati kepada orang lain; kita menghormati orang tua kita, tidak mencuri, tidak menjadi saksi dusta, dan tidak tamak. Dengan kata lain, kita melayani Allah, menyembah Allah, dan juga benar. Hasilnya, kita memiliki ekspresi, gambar Allah. Maka orang lain akan nampak bahwa Allah kita benar-benar Allah yang sejati. Mereka akan mau menerima Allah ini sebagai Allah mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 28&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-7031760953199644231?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7031760953199644231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7031760953199644231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-14-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 14 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-8813201711825831327</id><published>2011-12-28T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-28T00:01:00.519+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 14 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 1 Kor. 15:34&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tidak memiliki ministri dari perjanjian yang baru, kita tidak akan memiliki Roh itu dan tidak akan memiliki kebenaran. Sebelum Anda masuk ke dalam kehidupan gereja dan menerima ministri dalam pemulihan Tuhan, berapa banyak Anda mengalami Roh itu sebagai suplai hayat di dalam Anda? Tentunya, sebagai orang yang telah diselamatkan, Anda memiliki Roh itu yang berhuni di dalam Anda. Tetapi Anda mungkin tidak terlalu menyadari bahwa Roh itu hidup, aktif, riil, dan sejati di dalam Anda. Banyak dari antara kita yang dapat bersaksi bahwa setelah masuk ke dalam kehidupan gereja, kita mulai menyadari bahwa ada sesuatu di dalam kita yang hidup, riil, dan sejati. Ini adalah Roh itu di dalam kita yang bekerja dan membuat kita penuh dengan sukacita, damai sejahtera, dan perhentian. Ini adalah Roh hayat yang diministrikan ke dalam kita sebagai suplai hayat oleh ministri di dalam pemulihan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saya menerima suplai dari Roh pemberi-hayat di dalam sidang-sidang gereja, saya jarang sekali melewatkan sidang-sidang. Kedambaan saya satu-satunya adalah berada di dalam sidang itu dan menerima suplai. Selama sidang itu, saya diinfus dan dijenuhi dengan Roh itu. Setelah itu, kelihatannya segala sesuatu adalah emas dan bahwa di dalam saya pohon hayat sedang bertumbuh dan sungai hayat sedang mengalir. Meskipun tidak ada berita dan bahkan tidak ada perkataan dorongan, tetapi Roh pemberi-hayat itu diministrikan ke dalam diri saya. Banyak di antara kita yang dapat bersaksi tentang pengalaman semacam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil dari mengalami Roh itu yang hidup dan bekerja di dalam kita ini, kita menjadi benar. Dengan spontan batin kita menjadi transparan, jernih seperti kristal, dan kita dapat mengenal hati Allah. Dengan segera, tanpa harus giat berusaha, kita dapat mengenal pikiran Tuhan dan memiliki pemahaman yang jelas terhadap kehendak dan pekerjaan-Nya. Kemudian apa yang kita lakukan akan menurut pikiran dan kehendak Tuhan. Inilah kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang Kristen memiliki konsepsi bahwa bila kita melakukan sesuatu yang salah, maka kita tidak benar terhadap Allah. Konsepsi terhadap kebenaran semacam ini terlalu dangkal. Sekalipun kita tidak melakukan sesuatu yang salah, kita mungkin tetap tidak benar terhadap Allah, karena diri kita tidak berada di dalam pikiran dan kehendak Tuhan. Selama kita tidak melakukan kehendak Allah, maka kita tidak benar. Malahan kita menghamburkan hidup kita dan menghamburkan segala sesuatu yang telah Tuhan berikan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda diinfus dan dijenuhi oleh Roh pemberi-hayat, batin Anda akan menjadi transparan. Kemudian Anda akan tahu apakah pikiran Tuhan. Anda juga akan mengerti apakah kehendak Tuhan. Dengan spontan, Anda akan berada di dalam kehendak-Nya dan melakukan kehendak-Nya. Hasilnya, Anda menjadi benar terhadap Dia. Selain itu, Anda akan menyadari bagaimana seharusnya Anda berperilaku terhadap orang lain dan bagaimana seharusnya Anda menanggulangi harta benda Anda. Anda akan menjadi seorang yang benar, seorang yang benar di dalam hal yang kecil dan juga di dalam hal yang besar, seorang yang benar terhadap Allah, terhadap orang lain, dan terhadap diri sendiri. Ini adalah seorang yang mengekspresikan Allah, karena kebenarannya adalah gambar Allah, yaitu Allah yang diekspresikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 27&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-8813201711825831327?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8813201711825831327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8813201711825831327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-14-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 14 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-7095841128976927219</id><published>2011-12-27T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-27T00:01:00.285+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 14 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:6, 8-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang Kristen yang memandang ministri Roh itu terutama sebagai ministri Roh kekuatan. Mereka berharap ketika mereka berbicara dalam kekuatan Roh itu, akan ada sejumlah besar orang yang didapatkan bagi Tuhan. Tetapi ministri Roh itu dalam 2 Korintus 3 ini adalah ministri Roh itu sebagai hayat dan suplai hayat. Dasar saya dalam mengatakan hal ini ada dalam ayat 6, di mana Paulus mengatakan bahwa Allah "membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan." Di sini Paulus tidak mengatakan bahwa Roh itu memberi kekuatan, mengadakan mujizat-mujizat, atau membagikan karunia-karunia. Ia mengatakan bahwa Roh itu memberi hayat. Di tempat lainnya dalam pasal ini Roh itu juga berhubungan dengan hayat, bukan dengan kekuatan, karunia-karunia, atau mujizat-mujizat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus Paulus tidak membicarakan tentang karunia-karunia atau mujizat-mujizat, melainkan ia mengatakan bahwa Roh itu memberi hayat. Misalnya, dalam 1 Korintus Paulus menyinggung tentang berbahasa lidah, dengan maksud untuk membatasi praktek ini di dalam sidang-sidang gereja. Tetapi dalam 2 Korintus ia tidak mengatakan tentang berbahasa lidah. Penekanan dalam kitab ini adalah tentang Roh itu sebagai suplai hayat. Ministri dari perjanjian yang baru adalah perkara Roh itu sebagai suplai secara batiniah dan perkara kebenaran sebagai ekspresi Allah secara lahiriah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 3:8 Paulus menyinggung tentang ministri Roh, dan dalam ayat 9 menyinggung tentang ministri kebenaran. Kita mungkin memahami apa ministri Roh itu, tetapi apa ministri kebenaran itu? Tahukah Anda apakah yang dimaksud Paulus dengan hal ini? Bertahun-tahun, saya tidak dapat memahami apa yang dimaksud Paulus dengan ministri kebenaran. Saya mengira ministri kebenaran yang dimaksudkannya adalah ministri pembenaran, karena dalam pasal ini kelihatannya ada satu perbandingan antara penghukuman dengan pembenaran, yang adalah lawan dari penghukuman. Tetapi di sini Paulus membicarakan tentang kebenaran, bukan pembenaran. Jika ia mengatakan bahwa ministri dari perjanjian yang baru adalah ministri pembenaran, kita akan mudah memahami maksudnya. Kita akan segera melihat bahwa ministri hukum Taurat adalah menghukum: yaitu ministri penghukuman. Tetapi ministri dari perjanjian yang baru adalah membenarkan orang: ini adalah ministri pembenaran. Karena dalam 2 Korintus 3 Paulus mengatakan bahwa ministri dari perjanjian yang baru adalah ministri kebenaran, bukan ministri pembenaran, maka kita harus berusaha memahami maksudnya. Sungguh bermakna bahwa ministri dari perjanjian yang baru adalah ministri Roh dan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin memahami apa ministri kebenaran itu, terlebih dulu kita harus mempunyai pemahaman yang tepat tentang kebenaran ini. Kebenaran adalah perkara yang benar. Ketika Roh itu dengan riil dan sejati hidup, bergerak, dan bertindak di dalam kita, secara otomatis kita akan benar terhadap Allah, terhadap orang lain, dan terhadap diri kita sendiri. Pemahaman terhadap kebenaran ini tepat, tetapi masih kurang. Karena itu, kita harus maju lagi untuk melihat lebih jauh mengenai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 27&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-7095841128976927219?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7095841128976927219'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7095841128976927219'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-14-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 14 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-3350292009460676084</id><published>2011-12-26T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-26T00:01:00.475+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 14 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Kis. 1:17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perjanjian Baru ada satu ministri yang unik. Kedua belas rasul menerima ministri yang unik ini. Setelah Yudas mengkhianati Tuhan dan bunuh diri, Petrus berdiri dan mengatakan bahwa Yudas termasuk salah seorang dari mereka dan "mengambil bagian dalam pelayanan (ministri) ini" (Kis. 1:17). Kemudian mereka berdoa supaya Tuhan menunjukkan siapa yang Dia pilih "untuk menerima jabatan pelayanan dan kerasulan" (ayat 25). Ini menunjukkan bahwa rasul-rasul hanya memiliki satu ministri. Ini bukan berarti Petrus memiliki satu ministri, Yohanes memiliki ministri lainnya, dan Yakobus juga memiliki ministri lainnya. Jika demikian, maka kedua belas Rasul itu akan memiliki dua belas ministri yang berbeda-beda. Tidak, mereka memiliki satu ministri, yaitu ministri yang unik itu. Pada akhirnya, lebih banyak rasul dibangkitkan oleh Tuhan. Yang terutama dari antara mereka adalah Paulus. Paulus dan sekerja-sekerjanya juga memiliki ministri yang sama, yaitu ministri perjanjian baru yang unik. Karena itu, dalam Perjanjian Baru ada banyak rasul, tetapi hanya ada satu ministri. Ministri dari perjanjian yang baru ini adalah ministri Roh itu dan kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang abad ini hanya ada dua ministri: ministri dari perjanjian yang lama dan ministri dari perjanjian yang baru. Namun, di antara orang-orang Kristen pada hari ini ada banyak ministri yang berbeda-beda. Alasan orang-orang Kristen terpecah-belah menjadi kelompok-kelompok dan denominasi-denominasi adalah karena mereka telah menciptakan berbagai macam ministri. Setiap denominasi memiliki ministrinya sendiri. Episkopalian memiliki ministri Episkopalian; Metodis memiliki ministri Metodis; Baptis, Presbiterian, dan Pentakosta memiliki ministri mereka masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ministri yang bagaimanakah kita? Khususnya, ministri apakah yang Anda miliki? Sesungguhnya tidak ada seorang pun dari antara kita yang mengatakan bahwa kita berada di dalam ministri perjanjian yang lama yang memimpin kepada kematian dan penghukuman. Apakah Anda berada dalam ministri Katholik? Atau gereja ortodoks? Atau salah satu dari denominasi Protestan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu kita mengatakan bahwa ministri dari perjanjian yang baru ini unik, bukan berarti ministri ini adalah ministri dari satu orang saja. Misalnya, menuduh saya dengan mengatakan bahwa ministri yang unik pada hari ini adalah ministri Witness Lee, itu merupakan satu fitnah. Kita tidak berkata demikian dan kita tidak bermaksud demikian. Yang kita sebut ministri yang unik ini ialah ministri dari perjanjian yang baru, adalah ministri Roh itu dan kebenaran. Siapa saja yang meministrikan Roh itu dan kebenaran kepada orang lain adalah orang yang berada di dalam ministri yang unik ini, tidak peduli siapa dia. Petrus, Yohanes, Yakobus, Paulus, Timotius, Titus, Apolos -- mereka semua memiliki satu ministri ini. Minister-ministernya banyak, tetapi ministrinya adalah unik. Selama Anda meministrikan Roh itu dan kebenaran kepada orang lain, Anda berada di dalam ministri yang unik ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 27&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-3350292009460676084?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3350292009460676084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3350292009460676084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-14-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 14 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-3481041527776758886</id><published>2011-12-24T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-24T00:01:01.280+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 13 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Why. 22:17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa salahnya mengatakan bahwa hari ini Allah adalah Allah yang telah melalui proses, bahwa Dia bukan lagi Allah yang belum melalui proses, Allah yang "mentah"? Jika Anda menangkap ikan dan membawanya ke rumah, ikan itu masih mentah. Tetapi setelah Anda memasaknya dan menyajikannya di atas meja makan untuk santapan, ikan itu bukan lagi ikan mentah. Sekarang ikan itu adalah ikan yang telah melalui proses. Allah kita tidak mentah lagi. Dalam Kejadian 1 Dia adalah Allah yang mentah. Sebenarnya, di seluruh Perjanjian Lama, Dia itu mentah. Dia belum "dimasak". Dia belum diproses melalui inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inkarnasi Kristus adalah bagian dari proses-Nya. Keterkandungan-Nya di dalam rahim Maria dan kelahiran-Nya di Betlehem adalah aspek-aspek dari proses ini. Tuhan Yesus dikandung di dalam rahim seorang dara selama sembilan bulan. Ini adalah satu proses. Kemudian Dia hidup di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun. Ketika Dia disalib, Dia berada di atas salib selama enam jam. Kemudian Dia dikubur selama tiga hari. Bukankah semuanya ini merupakan satu proses? Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan Tuhan hanyalah satu prosedur, bukan satu proses. Menurut pemahaman ini, inkarnasi adalah satu prosedur yang olehnya Allah menjadi seorang manusia, dan penyaliban adalah satu prosedur yang olehnya Penebus kita mati karena dosa-dosa kita. Tetapi sekalipun Anda mengubah kata proses menjadi prosedur, fakta-faktanya tetap sama. Lagi pula, jika Anda menyebutnya prosedur, itu sebenarnya adalah satu proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Perjanjian Baru Roh itu menunjukkan Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Sebenarnya Roh itu adalah ekspresi akhir dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Kita telah melihat bahwa Wahyu 22:17 mengatakan, "Roh dan pengantin perempuan itu berkata, 'marilah!'" Dalam bahasa manusia tidak ada ungkapan yang lebih besar daripada hal ini. Roh itu adalah ekspresi akhir dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses, dan pengantin perempuan adalah ekspresi akhir dari manusia tripartit yang telah ditransformasi. Pada saat Wahyu 22:17, Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan manusia tripartit yang telah ditransformasi akan menikah dan menjadi satu pasangan universal. Ini berarti Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan manusia tripartit yang telah ditransformasi itu akan menjadi satu. Pernikahan yang luar biasa! Itu akan menjadi pernikahan yang paling besar di alam semesta ini, dan kita semua diundang untuk mengambil bagian di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roh itu sebagai Allah Tritunggal yang telah melalui proses adalah esens yang dituliskan ke dalam diri kita. Karena esens ini telah dituliskan ke dalam kita, kita tidak akan tetap sama. Transformasi sedang terjadi di dalam kita. Mungkin sewaktu Anda membaca berita ini pun, sesuatu yang berasal dari esens ilahi telah dituliskan ke dalam Anda. Anda mungkin tidak ingat butir-butir penting dari berita ini, tetapi apa yang telah dituliskan ke dalam Anda dari esens ilahi itu tidak akan pernah terhapus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 26&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-3481041527776758886?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3481041527776758886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3481041527776758886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-13-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 13 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-3635367818081036667</id><published>2011-12-23T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-23T00:01:00.206+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 13 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Why. 22:17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ministri kita di dalam gereja-gereja lokal haruslah merupakan ministri penulisan. Ministri kita tidak seharusnya hanya pengajaran belaka. Jika kita hanya mengajar orang lain, esens ilahi tidak akan dapat dituliskan ke dalam mereka. Pengajaran tidak memerlukan esens apa pun; namun, penulisan benar-benar memerlukan satu esens, sama seperti menulis dengan pena itu memerlukan tinta. Jika Anda berusaha menulis dengan pena yang kosong, tidak mungkin ada kata-kata di atas kertas. Untuk menulis, kita harus mempunyai tinta sebagai esens penulisan. Demikian, semakin kita menulis, semakin banyak kata-kata yang dituliskan di atas kertas itu. Demikian juga, kita harus memiliki esens ilahi untuk menuliskannya ke dalam kaum saleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ministri penulisan ini unik, dan esens yang dipakai untuk penulisan ini juga unik. Petrus tidak melakukan semacam penulisan dengan semacam esens, dan Paulus melaksanakan penulisan lainnya dengan esens yang berbeda. Tidak, para rasul tidak terpecah belah; di antara mereka juga tidak ada perpecahan. Sebaliknya, mereka semua mempraktekkan penulisan yang sama dengan esens yang sama. Namun, para pengkhotbah hari ini mempunyai penulisan yang berbeda-beda, dan pengajaran yang berbeda-beda. Hasilnya, semakin mereka mengajar dan memberitakan, semakin banyak perpecahan yang timbul. Karena itu, penulisan yang unik ini harus dengan esens yang unik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esens unik apakah yang perlu dituliskan ke dalam kaum saleh? Esens yang unik ini adalah Allah Tritunggal sebagai Roh itu. Istilah "Roh itu" seperti yang dipakai dalam Perjanjian Baru sangat bermakna. Roh itu menekankan Allah Tritunggal yang telah melalui proses untuk menjadi Roh pemberi-hayat yang almuhit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Kejadian 1:2 kita membaca tentang Roh Allah. Di tempat lainnya, Perjanjian Lama membicarakan tentang Roh Yehova (TUHAN). Dalam Perjanjian Baru dipakai istilah Roh Kudus. Kemudian dalam Kisah Para Rasul 16:7 kita membaca tentang Roh Yesus; di dalam Roma 8:9, tentang Roh Kristus; dan dalam Filipi 1:19, tentang Roh Yesus Kristus. Dalam Roma 8 kita diperintah untuk berjalan di dalam Roh itu. Dalam Perjanjian Baru penekanannya bukanlah pada berjalan di dalam Roh Kudus atau di dalam Roh Allah; penekanannya adalah pada berjalan di dalam Roh itu. Akhirnya, pada akhir Alkitab, yaitu dalam Wahyu 22:17, kita membaca tentang Roh itu dan pengantin perempuan. Jadi, Alkitab berakhir bukan dengan perkataan tentang Roh Allah, atau Roh Kudus, melainkan tentang Roh itu. Roh itu dalam Wahyu 22:17 adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 26&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-3635367818081036667?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3635367818081036667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3635367818081036667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-13-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 13 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-5378585304676049088</id><published>2011-12-22T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-22T00:01:00.198+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 13 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini banyak orang Kristen membicarakan ministri-ministri yang berbeda-beda dan membicarakan tentang menerima berbagai macam ministri. Perihal ministri atau ministri-ministri ini tidaklah sederhana. Menurut 2 Korintus, hanya ada satu ministri, yaitu ministri yang unik itu. Dalam 4:1 Paulus berkata, "Oleh rahmat Allah kami telah menerima pelayanan (ministri) ini. Karena itu, kami tidak tawar hati." Di satu pihak, di sini Paulus mengatakan "kami"; di pihak lain, ia membicarakan tentang "ministri ini", bukan ministri-ministri ini. Menurut ayat ini, ada banyak orang yang memiliki satu ministri ini. Namun, dalam 1 Korintus 12:5, Paulus berkata, "Ada berbagai pelayanan." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin ministri itu unik sedangkan pada waktu yang sama ada banyak ministri? Jawabannya adalah bahwa dalam Perjanjian Baru, Allah hanya memiliki satu pekerjaan. Selain itu, Dia hanya memiliki satu ministri untuk melaksanakan pekerjaan-Nya yang satu-satunya itu. Semua rasul -- Petrus, Yakobus, Yohanes, Paulus, Timotius -- melaksanakan ministri yang sama ini. Petrus tidak melaksanakan satu ministri, Paulus ministri lainnya, dan Timotius ministri lainnya lagi. Namun, justru demikianlah situasi di antara para pengkhotbah, guru, dan pelayan pada hari ini, yang melaksanakan ministri-ministri yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita harus melihat apa yang dilakukan oleh ministri yang unik ini. Ministri yang unik yang ada dalam Perjanjian Baru ini melayankan Kristus kepada orang. Ministri ini menuliskan Kristus ke dalam orang-orang sebagai Roh itu di dalam dan sebagai kebenaran di luar. Inilah fungsi dari ministri yang unik. Ketika kita memberitakan Injil, kita harus memberitakan secara demikian. Demikian juga, ketika kita mengajarkan Alkitab, membina kaum saleh, atau membangun gereja-gereja, kita harus melakukan hal-hal ini secara demikian. Segala sesuatu yang kita lakukan dalam kehidupan gereja harus menuliskan Kristus ke dalam kaum saleh. Terhadap hal ini, kita tidak memiliki ministri-ministri yang berbeda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Perjanjian Baru dengan jelas menunjukkan bahwa ministri itu unik dan tidak ada duanya, tetapi Perjanjian Baru juga membicarakan tentang berbagai ministri. Ministri-ministri ini mengacu kepada berbagai pelayanan di dalam gereja. Ketika 1 Korintus 12:5 membicarakan tentang ministri-ministri, ini ditujukan kepada pelayanan-pelayanan yang berbeda. Dalam kehidupan gereja, kaum saleh terlibat di dalam pelayanan-pelayanan yang berbeda-beda ini. Misalnya, ada beberapa orang yang memperhatikan anak-anak; ini adalah sejenis pelayanan. Beberapa orang lagi menggembalakan orang-orang muda atau orang-orang yang lemah; ini adalah jenis pelayanan lainnya. Namun, pelayanan yang berbeda-beda ini, semuanya melaksanakan ministri yang unik, pelayanan yang unik. Seperti yang telah kita lihat, fungsi dari pelayanan yang unik itu adalah melayankan Kristus ke dalam umat pilihan Allah. Dengan cara bagaimana kita merawat anak-anak? Kita harus melakukannya dengan melayankan Kristus kepada mereka. Demikian juga, bagaimanakah kita harus menggembalakan orang-orang muda atau orang-orang yang lemah? Dalam penggembalaan itu, kita harus melayankan Kristus kepada orang lain. Bahkan ketika para saudari berkumpul bersama-sama untuk berdoa, mereka semua harus melayankan Kristus. Banyak pelayanan adalah bagi pelayanan yang unik; banyak ministri adalah bagi satu ministri itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 26&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-5378585304676049088?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5378585304676049088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5378585304676049088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-13-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 13 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-1166881224333757015</id><published>2011-12-21T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-21T00:01:01.372+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 13 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roh itu dan kebenaran berhubungan dengan kita mengekspresikan gambar Allah. Alasannya adalah karena Roh itu dan kebenaran sebenarnya adalah Allah sendiri. Allah sebagai Roh itu sedang bergerak di dalam Anda sebagai satu substansi dan hidup di dalam Anda sebagai satu esens, karena Dia sendiri telah ditambahkan ke dalam diri Anda oleh ministri dari perjanjian yang baru. Maka, secara batini Anda memiliki Roh itu. Kebenaran yang Anda ekspresikan secara luaran juga adalah Allah sendiri. Karena itu, Anda bukan hanya tepat dalam begitu banyak hal, Anda bukan hanya benar, tetapi juga memiliki Allah sebagai kebenaran Anda. Allah sebagai kebenaran menjadi penampilan Anda, ekspresi Anda. Pertama-tama, Allah sendiri adalah Roh pemberi-hayat yang hidup, bergerak, dan bertindak di dalam Anda. Kemudian Allah sendiri menjadi ekspresi, dan penampilan kebenaran yang di luar. Inilah esens ministri dari perjanjian yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi inti Alkitab berhubungan dengan gambar Allah yang diekspresikan oleh hayat Allah. Mengenai hal ini, dua pasal pertama dari Kitab Kejadian itu sangat penting. Dalam Kejadian 1 kita memiliki gambar Allah: "Berfirmanlah Allah, baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita ... Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka" (ayat 26-27). Maksud Allah adalah agar kita memiliki gambar-Nya dan mengekspresikan Dia. Namun, jika kita ingin mengekspresikan Allah secara demikian, kita perlu memiliki hayat-Nya. Hayat Allah ini dilambangkan dengan pohon hayat dalam Kejadian 2:9. Hayat yang di dalam adalah Roh itu, dan gambar yang di luar untuk ekspresi adalah kebenaran. Puji Tuhan untuk ministri dari perjanjian yang baru dengan kedua aspek ini, hayat dan ekspresi! Secara batiniah kita memiliki Roh itu sebagai hayat, dan secara lahiriah kita memiliki kebenaran sebagai ekspresi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita ditulisi dengan Roh itu, esens ilahi disalurkan ke dalam diri kita. Esens ini akan menyebabkan proses metabolisme rohani terjadi di dalam kita. Hasil dari proses ini, kita ditransformasi menjadi serupa dengan gambar Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah melihat bahwa ditransformasi menjadi serupa dengan gambar Tuhan dari kemuliaan ke kemuliaan adalah ditransformasi dari Roh itu kepada Roh itu. Jika kita mengalami transformasi batiniah yang demikian, maka dengan spontan kita akan memiliki kebenaran sebagai penampilan kita yang di luar. Kemudian kita akan menjadi benar terhadap Allah, terhadap orang lain, dan terhadap diri kita sendiri. Namun, banyak orang tidak benar terhadap Allah, terhadap orang lain, atau terhadap diri sendiri. Setiap hari mereka melukai Allah dan orang-orang di sekitar mereka. Selain itu, karena mereka kekurangan esens ilahi, mereka tidak benar terhadap diri mereka sendiri. Karena itu, mereka memerlukan ministri yang menuliskan esens ilahi ke dalam mereka. Secara batiniah, esens ini akan menjadi Roh itu di dalam mereka, dan secara lahiriah, esens ini akan terekspresi sebagai kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 25&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-1166881224333757015?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1166881224333757015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1166881224333757015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-13-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 13 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-1798077913424119685</id><published>2011-12-20T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-20T00:01:00.469+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 13 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:9, 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 3:9 Paulus berkata, "Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran." Frase "pelayanan yang memimpin kepada penghukuman" juga mengacu kepada ministri Musa dari perjanjian yang lama. Ministri itu adalah ministri kepada kematian dan ministri yang memimpin kepada penghukuman. Paulus berani mengumumkan fakta bahwa ministri Musa adalah ministri yang memimpin kepada kematian dan penghukuman. Tetapi, seperti yang ditunjukkan ayat 9, ministri ini pun datang dalam kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita melihat perihal Roh itu dan kebenaran dalam terang dari pengalaman kita bersama Tuhan. Sebagai orang yang mengasihi Tuhan dan mencari Dia, ketika Anda memperhidupkan Kristus, apakah Anda merasakan bahwa di dalam diri Anda ada sesuatu yang sejati, hidup, dan aktif? Substansi yang hidup ini bukanlah doktrin, pengajaran, atau teologi. Sebaliknya, substansi yang hidup dan aktif ini adalah Roh itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang telah ditulisi dengan Roh dari Allah yang hidup akan memiliki satu ekspresi kebenaran dalam kehidupannya sehari-hari. Misalnya, seorang saudara yang telah menikah mungkin mengalami Roh itu sebagai substansi yang hidup di dalamnya melalui penulisan yang berasal dari ministri dari perjanjian yang baru ini. Dengan spontan istrinya akan nampak bahwa ada sesuatu yang telah terjadi pada suaminya. Ia mungkin berkata kepada dirinya sendiri, "Ada sesuatu yang telah terjadi padanya, tetapi aku tidak mengerti apa itu. Ia kelihatannya benar dalam setiap hal dan benar terhadap segala sesuatu. Sebelumnya, ia salah dalam banyak perkara. Ia bahkan salah dalam hal menaruh barang, karena ia tidak pernah mengembalikannya di tempat yang benar. Tetapi sekarang ia memperhatikan segala sesuatu dengan benar. Aku juga melihat perbedaan dalam hal ia berbicara kepadaku. Bila waktunya tiba untuk pergi bekerja, ia memberi tahu aku dengan cara yang baik bahwa ia akan pergi. Ia berkata, 'Sayang, sekarang aku akan pergi bekerja.' Suamiku bahkan benar dalam hal merawat anjingnya. Aku tidak tahu apa yang telah terjadi padanya." Karena saudara ini telah mengalami Roh itu secara batini sebagai substansinya, maka ia mengekspresikan kebenaran dalam kehidupannya di rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita tidak memperhidupkan Kristus, kita akan salah dalam banyak hal. Kita mungkin salah dalam menutup jendela atau pintu. Bukannya menutup pintu dengan benar, kita malah membantingnya. Tetapi bila kita memperhidupkan Kristus dan mengalami sesuatu yang sejati dan aktif di dalam kita ini, kita menjadi benar dalam menutup jendela dan pintu. Pada kenyataannya, apa saja yang kita lakukan akan kita lakukan dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda mengalami Roh itu secara batini dan mengekspresikan kebenaran secara luaran, orang lain akan sadar bahwa ada sesuatu yang berbeda pada diri Anda. Inilah hasil dari ministri perjanjian yang baru. Ministri ini menuliskan satu esens ke dalam diri kita, satu esens yang memiliki aspek yang di dalam dan aspek yang di luar. Aspek yang di dalam adalah Roh yang hidup yang bergerak di dalam kita; aspek yang di luar adalah kebenaran sebagai ekspresi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 25&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-1798077913424119685?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1798077913424119685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1798077913424119685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-13-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 13 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-5022614935670420069</id><published>2011-12-19T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-19T00:01:00.901+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 13 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:3, 6-8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berita sebelumnya kita telah membahas sejumlah butir dasar yang berhubungan dengan ministri dari perjanjian yang baru: esens, khasiat, fungsi, kelayakan, kemuliaan, dan keunggulan. Sekarang dalam berita ini kita perlu melihat esens ministri dari perjanjian yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang mungkin menunjukkan bahwa kata esens tidak ditemukan dalam 2 Korintus 3. Meskipun kata ini tidak dipakai di sini, tetapi konsepsi ini tidak diragukan lagi tersirat dalam ayat 3: "Karena telah ternyata bahwa kamulah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia." Dalam bahasa Yunaninya, kata "pelayanan" berarti melayankan (meministrikan) sesuatu kepada seseorang, misalnya, seperti seorang pramusaji yang melayani di sebuah rumah makan atau seorang pramugari di pesawat terbang. Jadi, Paulus mengatakan bahwa kaum beriman Korintus adalah surat-surat Kristus yang dilayani oleh para rasul. Namun, karena menyadari bahwa kata melayani ini tidak cukup, maka Paulus kemudian memakai kata "ditulis". Ini menjelaskan makna meministrikan, melayani. Cara Paulus meministrikan adalah dengan menulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 3:3 Paulus berkata, "ditulis bukan dengan tinta"; ia tidak mengatakan "ditulis bukan oleh tinta". Kata "dengan" menunjukkan bahwa tinta rohani, yaitu Roh dari Allah yang hidup itu, adalah esens, unsur yang dipakai oleh orang yang melakukan penulisan. Kita benar-benar perlu menaruh perhatian yang teliti kepada pemakaian kata "dengan" oleh Paulus ini. Kata depan ini menunjukkan bahwa Roh itu bukanlah penulis atau alat yang dipakai untuk menulis; sebaliknya, Roh itu adalah esens, unsur, substansi, yang dipakai dalam menulis. Roh dari Allah yang hidup, yang adalah Allah yang hidup itu sendiri, bukanlah satu alat, seperti pena, melainkan satu unsur, yaitu tinta surgawi yang dipakai dalam penulisan, yang dengan-Nya para rasul meministrikan Kristus sebagai isi untuk menulis surat-surat Kristus yang hidup yang menyampaikan Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 3:3, Roh Kudus bukanlah penulisnya, alatnya, atau pun kekuatannya. Bila orang-orang Kristen hari ini berbicara tentang Roh itu, maka konsepsi mereka berhubungan dengan kekuatan. Tetapi jika kita membaca ayat ini dengan teliti, melihat konteksnya, kita akan nampak bahwa di sini Roh itu adalah esens, bukan kekuatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena banyak orang Kristen mengabaikan Roh itu sebagai esens, maka saya sengaja menekankan kata esens dalam berita ini. Apakah orang Kristen hari ini melihat Roh itu sebagai esens? Sebagian besar orang-orang Kristen mengira bahwa Roh itu adalah alat atau kekuatan. Yang lainnya melihat lebih dalam dan membicarakan Roh itu sebagai persona ilahi. Tetapi saya tidak tahu apakah ada pengkhotbah yang membicarakan Roh itu seperti yang dilakukan Paulus dalam 2 Korintus 3. Pandangan Paulus tentang Roh itu dalam pasal ini adalah Roh itu merupakan esens yang dipakai untuk menulis surat-surat Kristus. Di sini Paulus tidak memandang Roh itu sebagai persona, sebagai alat, atau kekuatan. Melainkan, Roh itu adalah esens yang dipakai untuk menulis surat-surat Kristus yang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 25&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-5022614935670420069?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5022614935670420069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5022614935670420069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-13-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 13 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-4724531849999152867</id><published>2011-12-17T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-17T00:01:01.162+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 12 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:16-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak boleh menganggap bahwa kita tidak memiliki selubung apa pun. Jangan beranggapan bahwa kita sama sekali tidak berselubung; kita harus menengadah kepada Tuhan dan berdoa mohon belas kasihan-Nya, agar semua selubung disingkirkan, sehingga kita dapat memandang dan memantulkan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa orang yang telah berada dalam kehidupan gereja dalam pemulihan Tuhan selama bertahun-tahun mungkin diselubungi oleh konsepsi-konsepsi mereka tentang cara yang terbaik untuk bersidang. Misalnya ada seorang yang semula menempuh kehidupan gereja di Timur Jauh pindah ke Amerika Serikat dan berkata, "Gereja-gereja di Amerika Serikat bersidang dengan cara yang sangat berbeda dengan cara kita bersidang di Timur Jauh. Aku tidak dapat bertoleransi dengan cara bersidang yang demikian. Cara yang kita praktekkan dahulu benar-benar adalah yang terbaik." Ini juga merupakan selubung yang menyekat kita dari melihat terang kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung, kita perlu berdoa seperti ini, "Tuhan, aku tidak peduli sidang itu tenang atau ramai. Tuhan, aku tidak peduli dengan cara bersidang. Aku tidak peduli apakah sidang gereja di tempat ini berbeda dengan apa yang menjadi kebiasaanku di masa lampau. Aku hanya mempedulikan Kristus." Jika sikap kita demikian sewaktu kita datang ke sidang gereja, maka kita benar-benar telah disingkapkan. Kita akan memiliki hati, roh, dan pikiran yang tidak terselubung apa-apa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita masih diselubungi dalam beberapa hal, kita akan menjadi seperti satu kamera dengan lensa yang tertutup. Tidak ada terang yang akan dapat masuk menembus batin kita. Jika kita ingin disingkapkan, kita perlu berkata kepada Tuhan, "Tuhan angkatlah segala sesuatu yang menutupi aku. Tuhan, singkirkan selubung-selubungku. Angkatlah segala opini yang merupakan selubung bagiku. Tuhan aku ingin terbuka sepenuhnya, dan disingkapkan dengan mutlak." Kemudian dengan muka yang tidak berselubung kita akan memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan dan ditransformasi menjadi serupa dengan gambar-Nya dari kemuliaan ke kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini kemuliaan ini adalah Kristus yang bangkit, dan Kristus ini adalah Roh itu. Ini berarti Tuhan sebagai kemuliaan itu adalah Roh itu yang hidup di dalam kita dan berhuni di dalam roh kita. Sekarang karena kita memiliki Roh itu yang menghuni roh kita, maka kita perlu lebih banyak melatih roh kita dengan berdoa, membaca firman, dan berseru kepada nama Tuhan. Semakin kita melatih roh kita dengan muka yang tidak berselubung, kita akan semakin memandang Tuhan. Bila kita memandang kepada Dia, maka kita juga akan memantulkan Dia. Sewaktu kita memandang dan memantulkan Dia secara demikian, maka unsur-Nya, esens-Nya akan ditambahkan ke dalam diri kita. Unsur yang baru ini akan menggantikan dan membuang unsur hayat alamiah kita yang usang. Kemudian kita akan mengalami transformasi, satu pengubahan metabolik. Kita akan ditransformasi menjadi serupa dengan gambar Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 24&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-4724531849999152867?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4724531849999152867'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4724531849999152867'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-12-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 12 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-6239793734540645323</id><published>2011-12-16T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-16T00:01:01.165+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 12 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:16-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang yang tidak memiliki latar belakang agama sering kali lebih mudah memasuki kebenaran-kebenaran dari Perjanjian Baru daripada orang-orang yang dibesarkan dalam aliran-aliran kekristenan. Meskipun demikian, orang-orang yang tidak memiliki latar belakang agama pun mungkin masih berada di bawah pengaruh agama. Bahkan sebelum seseorang menjadi orang Kristen, ia mungkin telah memiliki beberapa konsepsi mengenai cara orang menyembah Allah. Mereka mungkin telah memiliki pemikiran bahwa dalam pelayanan penyembahan orang Kristen ada seorang pastur yang melakukan hal-hal tertentu dan bahwa jemaat itu akan berdoa atau menyanyi dengan cara tertentu. Orang-orang yang bukan orang-orang Kristen pun terpengaruh atau dipengaruhi dengan konsepsi-konsepsi agama ini. Konsepsi-konsepsi ini dapat menjadi selubung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain diselubungi oleh konsepsi-konsepsi agama, setiap orang juga diselubungi oleh konsepsi-konsepsi atau ide-ide alamiah. Sering kali selubung-selubung ini berhubungan dengan bagaimana manusia bawaan alamiah kita. Jika Anda seorang yang tenang, Anda mungkin lebih suka menyembah Allah di sebuah gedung yang berlangit-langit tinggi dengan jendela-jendela kaca hias dan penerangan yang remang-remang. Sewaktu memasuki gedung yang demikian, Anda segera bersikap hormat. Dengan spontan atmosfirnya membuat Anda tenang dan khidmat. Anda akan diam dan bahkan tidak berbicara dengan orang di sebelah Anda. Karena Anda terlahir sebagai seorang yang tenang, maka Anda mengapresiasi atmosfir yang tenang di gedung kebaktian itu. Jika orang semacam ini menghadiri sidang gereja yang di dalamnya orang-orang kudus bersorak memuji Tuhan, ia akan sangat terganggu dan bingung bagaimana orang bisa menyembah Allah secara demikian. Ia tidak akan dapat mengapresiasi sesuatu yang berharga di dalam sidang itu. Sebaliknya, ia akan merasa bahwa ia tidak dapat menyembah Allah di tempat yang demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Paulus tentang memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung ditulis dengan latar belakang pikirannya terhadap agama Yahudi. Paulus tahu dari pengalamannya bahwa orang-orang Yahudi itu diselubungi oleh agama mereka. Paulus sendiri pernah diselubungi secara demikian. Khususnya, banyak orang Yahudi itu diselubungi oleh konsepsi-konsepsi mereka mengenai hukum Taurat, terutama mengenai sunat. Karena Paulus mengajarkan bahwa hukum Taurat telah berlalu dan bahwa sunat itu tidak diperlukan lagi, banyak orang Yahudi yang tidak senang mendengarkan dia. Doktrin mereka mengenai hukum Taurat dan sunat merupakan satu selubung yang menyekat mereka dari melihat Kristus yang diberitakan oleh Paulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 24&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-6239793734540645323?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6239793734540645323'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6239793734540645323'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-12-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 12 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-6350303508228622247</id><published>2011-12-15T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-15T00:01:00.290+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 12 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:16-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ditransformasi dengan memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan. Kita ditransformasi bukan hanya melalui memandang Tuhan, tetapi juga melalui memantulkan Dia. Sebuah cermin memiliki kemampuan untuk memandang satu obyek dan memantulkannya. Kata-kata "seperti cermin memandang dan memantulkan" dalam bahasa Yunaninya adalah satu kata tunggal (LAI: mencerminkan). Pemakaian kata ini dalam 3:18 merupakan bentuk kiasan. Di satu pihak, cermin memandang seseorang atau satu obyek. Di pihak lain, cermin itu memantulkan apa yang dipandangnya. Inilah dua aspek dari fungsi sebuah cermin. Bila Anda berdiri di depan cermin, cermin itu akan memandang Anda dan juga memantulkan Anda. Karena cermin berfungsi dalam dua aspek ini, maka Anda dapat melihat diri Anda di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengalaman kita, kita semua harus menjadi cermin-cermin yang memandang Tuhan dan memantulkan Dia. Namun, jika kita ingin menjadi cermin-cermin yang memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan, kita tidak boleh diselubungi oleh apa pun. Misalnya, ada sebuah cermin yang baik, juga diletakkan pada posisi yang tepat. Cermin ini memandang dan memantulkan obyek dalam posisi yang benar dalam hubungannya dengan obyek tersebut. Tetapi andaikata cermin itu ditutupi dengan selubung. Selama cermin itu ditutupi dengan kain, selubung, cermin itu kehilangan fungsinya. Selubung itu menutupi cermin dari memandang dan memantulkan sesuatu. Demikian juga, jika kita berselubung, maka kita tidak dapat memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika, oleh belas kasihan dan kasih karunia Tuhan, semua selubung disingkirkan, maka kita akan menjadi cermin-cermin yag memandang dan memantulkan Dia dengan muka yang tidak berselubung. Sebagai sebuah cermin, Anda berselubung atau tidak? Jika Anda berselubung, Anda mungkin berseru kepada nama Tuhan tetapi Anda masih tidak dapat memandang-Nya. Jika kita ingin memandang dan memantulkan Tuhan, semua selubung itu harus disingkirkan. Setiap orang dari kita perlu disingkapkan sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang Kristen tidak dapat memandang dan memantulkan Tuhan, karena mereka telah ditutupi oleh selubung yang tebal atau mungkin beberapa lapis selubung. Lihatlah betapa banyaknya orang yang berada di dalam aliran kekristenan tertentu yang diselubungi oleh pengaruh aliran tersebut. Seandainya tidak ada aliran itu dan semua orang di dalam aliran itu adalah orang-orang yang tidak percaya yang tidak tahu apa-apa tentang Allah. Betapa lebih mudahnya bagi kita untuk memberitakan Injil kepada mereka dan membawa mereka kepada Tuhan! Banyak orang akan dengan cepat menerima dan memahami hal-hal rohani. Namun, jika Anda berusaha membicarakan mengenai ekonomi Perjanjian Baru Allah kepada orang-orang yang berada di dalam aliran itu, Anda akan menemukan bahwa kebanyakan dari mereka itu berselubung. Karena itu, sangat sulit bagi mereka untuk melihat hal-hal tentang Kristus dengan sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 24&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-6350303508228622247?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6350303508228622247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6350303508228622247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-12-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 12 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-7399738414827517839</id><published>2011-12-14T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-14T00:01:02.418+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 12 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kong Hu Cu sering mengatakan mengenai etika. Pengajaran etika dari Kong Hu Cu ini dapat dibandingkan dengan tembaga, tetapi apa yang diwahyukan Alkitab mengenai kehidupan Kristen dapat dibandingkan dengan emas. Kadang-kadang dalam penampilannya tembaga dapat dibuat menjadi serupa dengan emas. Inilah sebabnya orang-orang dapat memalsukan emas dengan memakai tembaga, sama seperti mereka memalsukan anggur dengan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tidak memiliki Alkitab, saya tentu akan memustikakan karya-karya Kong Hu Cu. Tetapi puji Tuhan karena kita memiliki Alkitab dan bahwa Alkitab ini penuh dengan emas! Sewaktu saya membaca Alkitab, saya ingin memperoleh lebih banyak emas dan melupakan tembaga dari pengajaran etika mengenai perbaikan perilaku kita. Di dalam pemulihan Tuhan, kita tidak mengajar orang lain sekadar memperbaiki perilaku mereka secara lahiriah. Pengajaran semacam itu hanya bisa membantu orang-orang kudus memoles tembaga mereka dan membuatnya bercahaya lebih terang lagi. Kita di sini bukan untuk pengajaran agama atau pengajaran etika semacam itu. Dalam pemulihan, kita mengganti tembaga kita dengan emas. Semakin banyak kita menerima suplai Tuhan, semakin banyak tembaga kita yang diganti dengan emas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua perlu terkesan dengan apa yang dimaksud dengan ditransformasi. Ditransformasi adalah Kristus ditambahkan ke dalam diri kita untuk menggantikan apa adanya kita supaya Kristus dapat bertambah dan hayat alamiah kita dapat berkurang. Sewaktu proses transformasi ini terjadi di dalam kita, unsur yang lama dari alamiah kita disingkirkan, dan kemuliaan, Kristus yang mekar, yaitu Kristus yang bangkit sebagai Roh pemberi-hayat, ditambahkan ke dalam kita untuk menggantikan unsur alamiah ini. Hari ini berbeda dengan kemarin, dan besok akan berbeda dengan hari ini, karena setiap hari unsur alamiah kita berkurang dan unsur Kristus bertambah. Inilah yang dimaksud dengan ditransformasi dari kemuliaan ke kemuliaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak memperoleh pemahaman tentang transformasi ini hanya dari membaca buku-buku. Tidak ada satu pun dari buku-buku yang telah saya baca membantu saya memiliki pemahaman yang menyeluruh tentang "dari kemuliaan ke kemuliaan". Dari tahun ke tahun, saya telah belajar dari pengalaman saya sendiri dan dari penyelidikan saya dalam kehidupan gereja apa yang dimaksud dengan ditransformasi dari kemuliaan ke kemuliaan. Tahun 1960-an, saya tidak dapat menyampaikan satu berita seperti ini. Pada waktu itu saya masih belum memiliki pemahaman yang jelas mengenai ungkapan Paulus "dari kemuliaan ke kemuliaan." Sekarang saya nampak bahwa kemuliaan di sini adalah Kristus yang mekar, yaitu Kristus dalam kebangkitan. Lagi pula, Kristus ini sebagai kemuliaan adalah Roh pemberi-hayat. Karena itu dari pengalaman dan penyelidikan saya, saya dapat bersaksi bahwa kemuliaan dalam 3:18 ini sebenarnya adalah Roh pemberi-hayat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin kita hidup dan berjalan di dalam Roh pemberi-hayat ini, semakin banyak kemuliaan ditambahkan ke dalam diri kita. Karena itu, kita memperhidupkan kemuliaan ke kemuliaan. Kita sedang ditransformasi menjadi serupa dengan gambar-Nya dari kemuliaan ke kemuliaan, yaitu, dari Tuhan Roh kepada Tuhan Roh. Inilah pengalaman dari setiap orang yang memperhidupkan Kristus bagi gereja. Paulus adalah teladan dari kehidupan semacam ini, dan ini adalah pengalamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 23&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-7399738414827517839?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7399738414827517839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7399738414827517839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-12-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 12 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-5193907979899308517</id><published>2011-12-13T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-13T00:01:01.075+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 12 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu mengenal perbedaan antara diubah (secara umum) dengan ditransformasi. Transformasi melibatkan proses metabolisme. Namun, sesuatu dapat diubah tanpa dipengaruhi secara metabolik. Banyak hal dapat diubah secara luaran tanpa transformasi metabolik yang di dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses metabolisme ada satu unsur baru yang disuplaikan kepada satu organisme. Unsur yang baru ini menggantikan unsur yang lama dan membuatnya terbuang. Karena itu, sewaktu proses metabolisme ini berlangsung di dalam satu organisme yang hidup, sesuatu yang baru dihasilkan di dalamnya untuk menggantikan unsur yang lama yang akan dibuang. Karena itu, metabolisme meliputi tiga hal: pertama, penyuplaian satu unsur yang baru; kedua, penggantian unsur yang lama dengan unsur yang baru; dan ketiga, pengeluaran atau penyingkiran unsur yang lama supaya sesuatu yang baru dapat dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencernaan dan asimilasi makanan yang kita makan berkaitan dengan metabolisme. Pertama-tama makanan dibawa ke dalam lambung kita. Kemudian makanan itu dicerna secara metabolik untuk menyuplai diri kita supaya unsur-unsur yang baru dapat ditambahkan guna menggantikan yang lama dan sel-sel yang baru dapat dibentuk. Melalui proses metabolisme ini kita bertumbuh dan dikuatkan. Juga melalui metabolisme yang tepat ini kita dapat disembuhkan dari penyakit-penyakit tertentu. Secara konstan di dalam tubuh jasmani kita terjadi kesembuhan melalui proses metabolisme ini. Kesembuhan ini bukan disebabkan oleh obat yang diberikan oleh dokter; ini adalah kesembuhan yang disebabkan oleh fungsi yang tepat dari tubuh itu sendiri. Setiap hari oleh proses metabolisme ini kita dapat mengalami kesembuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah menunjukkan bahwa transformasi ini melibatkan metabolisme dan metabolisme itu mencakup penyuplaian unsur-unsur yang baru untuk menggantikan unsur-unsur yang lama. Menurut pemahaman Paulus, unsur yang baru ini adalah kemuliaan Tuhan. Kemuliaan Tuhan sebenarnya adalah Kristus yang bangkit. Kristus yang bangkit dengan semua kekayaan-Nya ini adalah unsur baru yang ditambahkan kepada kita bagi transformasi kita. Unsur ini, yaitu Kristus yang bangkit dengan semua kekayaan-Nya, adalah kemuliaan Tuhan. Ini bukan hanya daging dari firman itu, bahkan adalah daging pilihan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ditransformasi menyiratkan suplai Kristus yang kaya yang tidak terduga. Bila kita menerima suplai ini, maka suplai ini akan menggantikan unsur usang di dalam kita dan membuatnya dikeluarkan dan disingkirkan. Hasilnya, sesuatu yang baru akan terbentuk di dalam kita, sama seperti sel-sel dan jaringan-jaringan baru yang dihasilkan di dalam tubuh kita melalui proses metabolisme. Inilah konsepsi Paulus tentang transformasi dalam 3:18. Kalau tidak demikian, Paulus tidak akan mengatakan bahwa kita sedang ditransformasi menjadi serupa dengan gambar-Nya, dari kemuliaan ke kemuliaan, dari Tuhan Roh. Kita sedang ditransformasi dari kemuliaan ke kemuliaan, yaitu, dari satu tingkat kemuliaan kepada tingkat kemuliaan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 23&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-5193907979899308517?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5193907979899308517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5193907979899308517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-12-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 12 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-4233974012173194271</id><published>2011-12-12T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-12T00:01:00.767+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 12 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 1:9, 21-22; 3:3-11, 18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berita-berita sebelumnya kita telah menunjukkan bahwa Paulus adalah satu teladan dari orang yang memperhidupkan Kristus bagi gereja. Dalam 2 Korintus teladan ini diwahyukan dalam berbagai aspek. Kita telah membahas empat teladan dari aspek-aspek ini. Pertama, orang yang memperhidupkan Kristus bagi gereja tidak bersandar kepada dirinya sendiri, tetapi bersandar kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. Paulus menunjukkan aspek ini dalam 2 Korintus 1:9: "Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati." Perkara-perkara yang berhubungan dengan aspek ini adalah perkara-perkara tentang berperilaku bukan oleh hikmat duniawi, melainkan dalam kasih karunia Allah, dan tentang menjadi satu dengan Kristus Allah yang setia yang tidak berubah. Dalam 1:12 Paulus berkata, "Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan anugerah (kasih karunia) Allah." Dalam 2 Korintus 1:18 Paulus mengatakan bahwa Allah itu setia; dalam ayat 19, ia mengatakan bahwa di dalam Kristus hanya ada ya; dan dalam ayat 20, bahwa "Kristus adalah 'ya' bagi semua janji Allah." Karena itu, kita mengatakan inilah Kristus Allah yang setia yang tidak berubah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aspek yang kedua melibatkan dilekatkan, diurapi, dimeteraikan, ditawan, ditaklukkan, dan dipimpin untuk menyebarkan keharuman Kristus. Paulus membicarakan mengenai perkara-perkara ini dalam 2 Korintus 1:21-22 dan 2:14-16.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 3:3-6 Paulus sampai kepada aspek yang ketiga dari teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja. Aspek ini adalah bahwa kita adalah layak dengan Kristus sebagai abjad rohani untuk menulis surat-surat yang hidup dengan Roh pemberi-hayat dari Allah yang hidup. Aspek yang keempat dari teladan ini adalah memancarkan kemuliaan dari perjanjian yang baru (3:7-11), dan aspek yang kelima, yang akan kita lihat dalam berita ini dan dalam berita selanjutnya adalah memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung, karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dari kemuliaan ke kemuliaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Surat 2 Korintus, teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja mencakup aspek pengubahan setiap hari. Siapa pun yang memperhidupkan Kristus bagi gereja pasti adalah orang yang setiap hari diubah. Jika kita tidak berada di dalam proses pengubahan ini, maka ada sesuatu yang tidak beres dengan kita di dalam kehidupan kristiani kita. Hari demi hari kita perlu diubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 23&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-4233974012173194271?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4233974012173194271'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4233974012173194271'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-12-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 12 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-2797207426788566279</id><published>2011-12-10T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-10T00:01:00.674+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 11 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 5:16; Why. 22:17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan dari perjanjian yang baru ini adalah realitas dari Kristus yang bangkit, yang sekarang adalah Roh pemberi-hayat yang almuhit yang menghuni roh kita. Kita perlu memperhidupkan Kristus yang bangkit ini dengan hidup dan berperilaku setiap hari bahkan setiap saat di dalam roh kita. Di satu pihak, kita perlu hidup di dalam roh; di pihak lain, kita perlu membiarkan Roh pemberi-hayat menjenuhi seluruh diri kita. Roh ini bukan hanya harus meresapi bagian batin kita; bahkan harus menjenuhi tubuh jasmani kita dan membuatnya menjadi anggota-anggota Kristus. Inilah memperhidupkan Kristus, yaitu memancarkan kemuliaan dari perjanjian yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memperhidupkan Kristus dengan memancarkan Dia dalam kebangkitan, maka ke mana saja kita pergi, kita akan bercahaya. Ketika orang lain bertemu dengan kita, mereka akan merasakan bahwa pada kita ada semacam pancaran. Orang-orang tua akan merasakan bahwa pada anak-anaknya ada cahaya yang terang dari Kristus dalam kebangkitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhidupkan Kristus dengan memancarkan kemuliaan-Nya dalam kebangkitan itu sangat berbeda dengan hanya berusaha memperbaiki perilaku kita secara lahiriah. Memperhidupkan Kristus dengan memancarkan Dia tidak sama dengan berusaha menjadi seorang istri yang taat atau menjadi seorang suami yang penuh kasih. Seorang yang etis mungkin berusaha menjadi seorang istri atau suami yang demikian. Namun, itu bukanlah memancarkan kemuliaan dari perjanjian yang baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang mungkin menempuh satu kehidupan yang etis dengan mengikuti ajaran-ajaran budi pekerti. Namun, itu mutlak berbeda dengan apa yang diwahyukan dalam Alkitab mengenai memperhidupkan Kristus. Wahyu dalam Perjanjian Baru adalah kita memperhidupkan Kristus, bukan hanya agar kita memiliki perbaikan lahiriah dari perilaku kita. Lagi pula, dari 2 Korintus 3 kita dapat melihat bahwa memperhidupkan Kristus adalah memancarkan Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini Kristus dalam kebangkitan sebagai Roh pemberi-hayat menghuni roh kita. Ini adalah satu realitas. Kristus sebagai Roh pemberi-hayat bukanlah satu doktrin, teori, filsafat, atau sistem etika belaka. Dia adalah Allah Tritunggal yang hidup sebagai Roh yang almuhit untuk menjadi hayat dan suplai hayat kita. Dia ingin menjenuhi diri kita, termasuk pikiran kita dengan semua pemikirannya, emosi kita dengan semua perasaannya, dan tekad kita dengan semua ketentuan, ketetapan, dan keputusannya. Dia bahkan damba menjenuhi tubuh jasmani kita, membuat tubuh kita menjadi sehat, kuat, dan hidup, dan membuatnya menjadi anggota-anggota Kristus (1 Kor. 6:15). Dijenuhi dengan Roh pemberi-hayat secara demikian adalah memperhidupkan Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhidupkan Kristus melalui dijenuhi dengan Dia dan memancarkan Dia sangat berbeda dengan menempuh kehidupan yang etis dan bermoral. Memperhidupkan Kristus dengan cara ini jauh lebih tinggi daripada etika dan moralitas manusia. Memperhidupkan Kristus adalah perkara Allah Tritunggal yang telah melalui proses menjadi suplai hayat kita untuk menjenuhi seluruh diri kita supaya kita dapat memperhidupkan Dia dari dalam kita. Kehidupan ini adalah pancaran kita dan juga pancaran kemuliaan Kristus. Kehidupan ini adalah kesaksian Yesus, ekspresi riil Allah Tritunggal dalam satu gereja lokal. Inilah yang dituntut oleh Allah Tritunggal, yaitu Tuhan Roh, pada hari ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 22&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-2797207426788566279?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2797207426788566279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2797207426788566279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-11-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 11 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-316834031294080823</id><published>2011-12-09T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-09T00:01:00.341+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 11 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Luk. 24:26; Yoh. 17:1; 2 Kor. 3:18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Tuhan Yesus di bumi, Dia adalah Allah yang berinkarnasi. Dia tidak datang sebagai Allah yang diekspresikan; Dia datang sebagai Allah yang tersembunyi. Allah tersembunyi di dalam tubuh jasmani Tuhan Yesus. Di dalam adalah Allah, di luar adalah daging. Pada daging ini tidak ada kemuliaan. Menurut Yohanes 17, ketika Tuhan Yesus akan menerima mati, Dia berdoa, "Bapa, telah tiba saatnya; muliakanlah Anak-Mu, supaya Anak-Mu memuliakan Engkau" (ayat 1). Maksud Tuhan dalam doa-Nya ialah, "Bapa, sekarang adalah waktunya Engkau memuliakan Putra-Mu. Bapa, biarlah Putra-Mu memuliakan Engkau. Murid-murid belum sepenuhnya melihat hakiki Putra-Mu dan hakiki-Mu di dalam-Ku. Bapa, Engkau tersembunyi dan Aku juga tersembunyi. Karena alasan ini Aku berdoa agar Engkau memuliakan Putra-Mu, supaya Putra-Mu juga memuliakan Engkau." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Tuhan Yesus berdoa agar Bapa memuliakan Dia, sebenarnya Dia berdoa agar Dia bisa masuk ke dalam kemuliaan melalui kematian dan kebangkitan. Dalam Lukas 24:26 Tuhan Yesus bertanya kepada dua orang murid dalam perjalanan ke Emaus, "Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" Ketika Tuhan Yesus mengucapkan perkataan ini, Dia telah berada di dalam kebangkitan. Jadi, masuk ke dalam kemuliaan-Nya berarti Dia berada dalam kebangkitan. Ayat ini mewahyukan dengan jelas bahwa pemuliaan Kristus adalah kebangkitan-Nya. Kebangkitan Tuhan adalah mekarnya Dia. Mekarnya Kristus, yaitu pemuliaan-Nya, mengacu kepada kebangkitan-Nya dalam kepenuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan dari perjanjian yang baru sebenarnya adalah kebangkitan Kristus dalam kepenuhannya. Dengan kata lain, Kristus yang bangkit itu sendiri adalah kemuliaan dari perjanjian yang baru. Selain itu, Kristus dalam kebangkitan, atau Kristus yang bangkit ini, adalah Roh pemberi-hayat. Karena itu, kemuliaan dari perjanjian yang baru sebagai Kristus yang bangkit, atau kebangkitan Kristus ini, adalah Roh itu. Sekarang kita memiliki pemahaman yang tepat tentang kemuliaan dari perjanjian yang baru. Kemuliaan dari perjanjian yang baru adalah Kristus yang bangkit sebagai Roh pemberi-hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Korintus 3:18 mengatakan, "Tetapi kita semua seperti cermin memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dari kemuliaan ke kemuliaan" (Tl.). Kemuliaan dalam ayat ini, yaitu kemuliaan dari perjanjian yang baru, meliputi banyak unsur. Ini adalah kemuliaan Tuhan sebagai Yang bangkit dan naik, yaitu Dia yang adalah Allah dan manusia. Dia ini telah melalui proses inkarnasi, kehidupan insani, dan penyaliban, masuk ke dalam kebangkitan, menggenapkan penebusan yang penuh, dan menjadi Roh pemberi-hayat. Sebagai Roh pemberi-hayat, Kristus yang bangkit ini berhuni di dalam kita untuk membuat diri-Nya sendiri dan semua yang telah digenapkan, diperoleh, dan dicapai-Nya menjadi riil bagi kita, supaya kita dapat menjadi satu dengan Dia dan dapat ditransformasi ke dalam gambar-Nya dari kemuliaan ke kemuliaan, bahkan seperti dari Tuhan Roh. Inilah kemuliaan dari perjanjian yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 22&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-316834031294080823?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/316834031294080823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/316834031294080823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-11-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 11 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-1362073376094354695</id><published>2011-12-08T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-08T00:01:00.779+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 11 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:7-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 3:7-8 Paulus berkata, "Pelayanan yang memimpin kepada kematian terukir dengan huruf pada loh-loh batu. Namun, sewaktu diberikan, kemuliaan Allah menyertainya. Sebab sekalipun pudar juga, cahaya muka Musa begitu cemerlang, sehingga mata orang-orang Israel tidak tahan menatapnya. Jika pelayanan itu datang dengan (dalam) kemuliaan yang demikian betapa lebih besar lagi kemuliaan yang menyertai pelayanan Roh!" Paulus mengatakan bahwa ministri yang memimpin kepada kematian, yaitu ministri perjanjian yang lama, datang dalam kemuliaan. Ia tidak mengatakan bahwa ministri perjanjian yang lama memiliki kemuliaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjemahan yang tepat untuk ayat 9 seharusnya demikian: "Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman datang dalam kemuliaan, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran." Ministri yang memimpin kepada kematian datang dalam kemuliaan, tetapi ministri itu tidak memiliki kemuliaan. Kita dapat memakai perkara mengendarai mobil sebagai satu ilustrasi. Meskipun Anda mungkin tidak mempunyai mobil, Anda mungkin datang ke sidang dengan sebuah mobil milik orang lain. Fakta bahwa Anda datang dengan sebuah mobil itu bukan berarti bahwa mobil itu adalah milik Anda. Jadi, mempunyai mobil itu adalah satu hal, dan datang dengan sebuah mobil adalah hal lain lagi. Sama prinsipnya, memiliki kemuliaan sangat berbeda dengan datang dalam kemuliaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, dalam ayat 9 Paulus mengatakan bahwa ministri kebenaran lebih berlimpah dalam kemuliaan. Ada satu perbedaan yang besar di antara dua predikat datang dan lebih berlimpah. Sekali lagi, dengan memakai ilustrasi mengendarai mobil, kita dapat mengatakan bahwa ada seorang yang datang dengan mobil, sedangkan yang lainnya memiliki beberapa mobil, yaitu ia berlimpah dengan mobil. Perjanjian yang lama datang dalam kemuliaan, sedangkan ministri dari perjanjian yang baru memiliki kemuliaan dan berlimpah di dalam kemuliaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan yang bagaimanakah yang dengannya perjanjian lama itu datang? Paulus membicarakan kemuliaan ini dalam 3:7, di mana ia mengatakan bahwa bangsa Israel tidak dapat memandang wajah Musa, karena kemuliaan wajahnya, yaitu kemuliaan yang akan pudar. Kemuliaan itu adalah cahaya yang bersinar secara sementara pada wajah Musa. Kemuliaan yang di dalamnya perjanjian lama itu datang adalah kemuliaan yang sementara. Bahkan mungkin tidak sampai satu hari. Sinar pada wajah Musa hanya tahan sebentar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 22&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-1362073376094354695?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1362073376094354695'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1362073376094354695'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-11-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 11 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-3125873098353383150</id><published>2011-12-07T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-07T00:01:00.175+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 11 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Why. 22:17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang diwahyukan dalam Kejadian 1:1 adalah Allah yang "bujangan". Kita juga dapat mengatakan bahwa Dia adalah Allah yang belum melalui proses, Allah yang "mentah". Enam puluh enam kitab dari Alkitab mewahyukan proses yang telah dilalui oleh Allah yang "bujangan" ini. Pertama-tama Dia menciptakan langit dan bumi sebagai lingkungan untuk proses ini. Pada suatu hari, Allah berinkarnasi; Dia lahir dari seorang dara di Betlehem. Sesungguhnya ini adalah bagian dari proses itu. Melalui proses inkarnasi Allah menjadi seorang anak kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, Tuhan Yesus pergi ke salib. Kelihatannya, ketika Dia mati di atas salib, Dia sendiri yang mati di atas salib itu. Tetapi dalam pandangan Allah, alam semesta ini, seluruh ciptaan lama, mati bersama-Nya. Kematian Kristus adalah kematian yang almuhit, karena kematian ini mengakhiri segala sesuatu. Setelah Tuhan Yesus disalibkan, Dia dikubur di dalam sebuah kubur. Kemudian Dia mengadakan perjalanan ke alam maut, alam orang-orang mati. Pada hari ketiga, Kristus bangkit secara jasmani dan secara rohani. Sekarang dalam kebangkitan, Dia adalah Roh pemberi-hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Roh pemberi-hayat, Kristus itu almuhit. Roh ini meliputi keilahian, keinsanian, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan. Di dalam Roh ini kita memiliki Bapa, Putra, dan Roh itu, bahkan memiliki tujuh Roh. Karena Roh ini mengandung realitas dari setiap hal positif, kita dapat mengatakan bahwa Roh ini almuhit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roh itu adalah ekspresi akhir Allah Tritunggal. Roh ini mencakup semua hal yang telah dirampungkan, dicapai, dan diperoleh Kristus. Roh yang almuhit ini juga mencakup semua apa adanya Kristus. Selain itu, Roh ini memiliki satu pasangan, satu pertambahan. Ini berarti Roh itu memiliki sesuatu yang sepadan dengan Dia. Allah tidak sendiri lagi, tidak bujangan lagi, karena Dia telah memiliki satu mempelai perempuan yang sepadan dengan-Nya. Karena alasan ini, maka wahyu yang rampung dalam Alkitab adalah tentang Roh yang almuhit dengan mempelai perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin layak menjadi mempelai perempuan, kita harus bertumbuh dan harus melalui banyak hal. Menjadi mempelai perempuan melibatkan lebih banyak hal daripada menjadi gereja. Misalnya, seorang anak perempuan tidak layak menjadi mempelai perempuan. Sebelum ia dapat menjadi seorang mempelai perempuan, ia harus bertumbuh sampai matang. Ia juga harus sekolah dan belajar banyak hal. Kemudian seorang laki-laki akan memilihnya untuk menjadi mempelai perempuannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengira asalkan kita adalah gereja, maka kita layak untuk menjadi mempelai perempuan. Ini mirip dengan mengatakan bahwa perempuan mana pun, tidak peduli umur atau kematangannya, layak untuk menikah. Tidak, ada tuntutan-tuntutan tertentu yang harus dipenuhi agar kita dapat menjadi mempelai perempuan. Bagi orang-orang Kristen mengatakan bahwa kita semua adalah gereja itu mudah. Tetapi ketika Tuhan Yesus datang sebagai Mempelai Laki-laki, apakah kita layak untuk menjadi mempelai perempuan-Nya? Pada saat itu Tuhan mungkin berkata kepada kita bahwa kita belum layak, bahwa kita perlu bertumbuh lebih banyak dan matang. Pemahaman tentang Mempelai Laki-laki dan mempelai perempuan ini sesuai dengan wahyu dari firman kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 21&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-3125873098353383150?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3125873098353383150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3125873098353383150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-11-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 11 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-7847274630456138114</id><published>2011-12-06T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-06T00:01:00.340+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 11 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Kej. 2:23; Yes. 54:5; Yoh. 3:29; Why. 19:7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsipnya sama dengan pandangan Alkitab mengenai Roh itu dan mempelai perempuan. Seluruh Alkitab mengisahkan satu roman universal, yaitu roman dari satu pasangan universal. Pasangan ini terdiri atas Allah sebagai Suami dan umat pilihan-Nya sebagai mempelai perempuan. Karena itu, pada akhir Alkitab kita memiliki wahyu tentang pasangan universal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsepsi tentang pasangan universal ini bukan hanya terdapat dalam Perjanjian Baru, tetapi juga dalam Perjanjian Lama. Bahkan dalam Perjanjian Lama pun kita nampak bahwa Allah mendambakan satu kehidupan pernikahan bersama umat pilihan-Nya. Misalnya, Yesaya 54:5 mengatakan, "Sebab yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya." Allah mengasihi umat pilihan-Nya seperti seorang mempelai laki-laki mengasihi mempelai perempuannya. Maka, kedambaan Allah adalah menikah dengan umat-Nya, yaitu mendapatkan mereka sebagai pertambahan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana Adam seorang diri itu tidak baik, demikian juga tidak baik Allah seorang diri, yaitu menjadi seorang "bujangan". Tanpa umat pilihan-Nya sebagai mempelai perempuan-Nya, Allah itu "sendirian". Dia hanyalah setengah bagian dari pasangan universal ini. Saya tahu bahwa pemikiran ini akan mengejutkan orang-orang yang berpikiran doktrinal atau teologis. Bila mereka mendengar perkataan ini, mereka mungkin berkata, "Apakah Anda mengajarkan bahwa Allah itu sendiri tidak lengkap? Bagaimana Anda dapat membandingkan Allah dengan seorang bujangan atau paruhan buah semangka? Itu bidah! Tidak ada seorang pun yang boleh mengikuti pengajaran sesat yang demikian! Allah itu mahakuasa, sempurna, dan lengkap. Sebagai Dia yang agung, Raja, Penguasa di surga, Dia adalah obyek penyembahan. Kita telah diciptakan oleh Dia, dan kita harus tunduk menyembah Dia." Tentu saja, Allah itu lengkap. Namun, banyak orang yang memakai kebenaran tentang "kelengkapan" Allah untuk menyanggah wahyu Alkitab mengenai pasangan universal, hanya melihat penampilan lahiriah firman itu. Mereka hanya mengenal bulu dan kulitnya. Jika kita memegang realitas batini dari firman ini, kita akan sadar bahwa Allah tidak mungkin puas hanya dengan penyembahan luaran dari makhluk-makhluk ciptaan-Nya. Kita akan tahu bahwa jauh di lubuk hati-Nya, Dia menghendaki satu mempelai perempuan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini hanya sedikit orang yang memberitakan apa yang ada di dalam kedalaman-kedalaman dari Alkitab. Mereka hanya membicarakan tentang apa yang ada di permukaan, yaitu bulu atau kulitnya. Mereka tidak melayankan daging firman itu kepada orang lain. Tetapi andaikata Anda diundang ke rumah seseorang untuk makan daging kalkun, apakah mereka menyodorkan bulu dan kulitnya kepada Anda? Tentu tidak! Anda akan dijamu dengan daging kalkun itu. Namun, hari ini banyak orang Kristen yang tidak dijamu dengan daging. Hanya bulu dan kulit yang disodorkan di hadapan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak seharusnya puas dengan pengajaran atau pemberitaan apa pun yang tidak melayankan daging dari Alkitab. Jangan memberi pujian terlalu banyak kepada orang-orang yang hanya menyajikan bulu dan kulitnya. Keperluan kita yang mendesak pada hari ini adalah menjamah kedalaman-kedalaman Alkitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 21&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-7847274630456138114?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7847274630456138114'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7847274630456138114'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-11-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 11 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-8881000556361185029</id><published>2011-12-05T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-05T00:01:00.361+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 11 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 5:16; Why. 22:17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kemuliaan dari perjanjian yang baru itu? Dalam menjawab pertanyaan ini, beberapa orang mungkin mengatakan bahwa kemuliaan dari perjanjian yang baru ini adalah Roh itu. Yang lainnya mungkin menjawab bahwa kemuliaan ini adalah kebangkitan, atau Kristus dalam kebangkitan. Memang benar mengatakan bahwa kemuliaan dari perjanjian yang baru ini adalah Roh itu. Dua Korintus 3:18 mengatakan, "Tetapi kita semua seperti cermin memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan Roh, maka kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dari kemuliaan ke kemuliaan" (Tl.). Dalam ayat ini kata depan "dari" dipakai dua kali. Pertama, dalam frase "dari Tuhan Roh"; kedua, dalam frase "dari kemuliaan ke kemuliaan". Ada satu hubungan di antara "dari Tuhan Roh" dan "dari kemuliaan ke kemuliaan". Hubungan ini menjadi nyata melalui pemakaian kata "karena". Ini menunjukkan bahwa perkara dari kemuliaan ke kemuliaan adalah perkara yang berasal dari Roh itu. Hal ini memberikan dasar kepada kita untuk mengatakan bahwa kemuliaan erat hubungannya dengan Roh itu. Pada faktanya, kemuliaan dalam ayat ini sama dengan Tuhan Roh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 3:18 Paulus mengatakan bahwa kita sedang diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya. Ketika kita dengan muka yang tidak berselubung, memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan, Dia menginfus kita dengan unsur-unsur apa adanya Dia dan apa yang Dia kerjakan. Demikianlah, kita diubah secara metabolis untuk memiliki bentuk hayat-Nya oleh kuasa hayat-Nya, berdasarkan esens hayat-Nya, yaitu kita ditransfigurasi terutama oleh pembaruan pikiran kita (Rm. 12:2), menjadi gambar-Nya. Sedang diubah menyatakan kita sedang berada dalam proses pengubahan. Frase "dari kemuliaan ke kemuliaan" berarti dari satu tingkat kemuliaan ke tingkat kemuliaan lainnya. Ini menunjukkan proses yang terus maju dalam hayat di dalam kebangkitan. Selain itu, frase "dari Tuhan Roh" menunjukkan bahwa proses ini berasal dari Tuhan Roh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemakaian sebutan Allah yang pertama dalam Alkitab adalah dalam Kejadian 1:1: "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi". Ayat ini membicarakan tentang Allah. Kata Allah dalam bahasa Ibrani adalah Elohim. Tetapi dalam pasal yang terakhir dari Alkitab, yaitu Wahyu 22, kita memiliki sebutan Allah lainnya. Wahyu 22:17 mengatakan, "Roh dan pengantin perempuan itu berkata, Marilah!" Di sini kita tidak memiliki Allah, sebagai Elohim; kita memiliki Roh itu. Selain itu, Roh itu dan mempelai perempuan berbicara bersama-sama. Bagaimana hal ini dapat terjadi, mengingat Roh itu ilahi sedangkan mempelai perempuan itu tidak? Tidak ada pengungkapan semacam ini dalam Kejadian 1. Tidak ada ayat yang mengatakan, "Pada mulanya Allah dan malaikat-malaikat menciptakan langit dan bumi." Sebaliknya, Kejadian 1:1 hanya membicarakan tentang Allah; ayat ini tidak mengatakan "Allah dan mempelai perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu memperhatikan dua aspek yang penting dari Wahyu 22:17. Pertama, seperti yang telah kita lihat, Roh itu disinggung bersama-sama dengan mempelai perempuan; yaitu, Roh itu disinggung bersama-sama dengan suatu tambahan. Kedua, ayat ini bukanlah satu perintah, melainkan mengandung satu janji yang berhubungan dengan air hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 2, Berita 21&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-8881000556361185029?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8881000556361185029'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8881000556361185029'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-11-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 11 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-7071457955960043547</id><published>2011-12-03T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-03T00:01:00.089+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 10 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Ef. 4:6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak percaya kepada triteisme; sebaliknya, kita percaya kepada Allah Tritunggal. Kata "tritunggal" berarti tiga-satu. Kata ini tersusun dari dua akar kata Latin: tri-, yang berarti tiga, dan -une, yang berarti satu. Maka, tritunggal berarti tiga-satu. Kita tidak dapat memahami bagaimana Allah dapat menjadi tritunggal, yaitu, menjadi tiga-satu. Matematika kekal, yang ilahi ini jauh di atas kemampuan pemahaman kita. Meskipun demikian, menurut matematika ilahi ini, Allah itu tiga-satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara Allah menjadi tritunggal ini dapat digambarkan dengan fakta bahwa Alkitab membicarakan tentang Roh Allah dan juga tujuh Roh. Roh Allah itu satu atau tujuh? Mungkin jawaban yang terbaik adalah dengan mengatakan bahwa Roh Allah itu tujuh-satu atau satu-tujuh. Di satu pihak, kita semua tahu bahwa Roh Allah itu secara unik adalah satu. Di pihak lain, dalam kitab Wahyu, di mana kita memiliki wahyu akhir dan rampung tentang Allah Tritunggal, kita membaca tentang tujuh Roh. Wahyu 1:4-5 mengatakan, "Anugerah dan damai sejahtera menyertai kamu, dari Dia, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh Roh yang ada di hadapan takhta-Nya, dan dari Yesus Kristus." Tidak diragukan lagi bahwa tujuh Roh di sini adalah Roh Allah, karena Mereka digolongkan di antara Allah Tritunggal dalam ayat-ayat ini, yang disinggung di antara Bapa (Dia yang ada, yang sudah ada, dan yang akan datang) dan Putra, Yesus Kristus. Dalam substansi dan keberadaannya, Roh Allah itu satu. Dalam fungsi dan pekerjaan operasi Allah yang diperkuat (yang dilambangkan dengan angka tujuh), Roh Allah itu tujuh ganda. Dalam Wahyu 4:5 dan 5:6 kita juga membaca mengenai tujuh Roh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang beriman secara tidak sadar berpegang kepada konsepsi tiga Allah. Kita percaya kepada Allah yang unik, yang tritunggal. Dalam menulis surat-surat yang hidup dengan Roh pemberi-hayat, kita mengalami Allah tiga-satu ini. Kita layak karena Kristus, kita menulis surat-surat itu dengan Roh itu, dan Roh itu adalah dari Allah yang hidup. Haleluya, inilah Allah Tritunggal!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernahkah Anda memperhatikan bahwa gambaran tentang Bapa dalam Efesus 4:6 menunjukkan Allah Tritunggal? Ayat ini mengatakan, "Satu Allah dan Bapa dari semua, Allah yang di atas semua dan melalui semua dan di dalam semua." Ini menunjukkan bahwa Bapa sendiri pun adalah tiga ganda. Frase "di atas semua" menunjukkan Bapa sebagai sumber; frase "melalui semua," menunjukkan Putra sebagai aliran; dan frase "di dalam semua," menunjukkan Roh itu sebagai yang berhuni. Karena itu, gambaran tiga ganda dari Bapa sebagai yang di atas semua, melalui semua, dan di dalam semua ini menunjukkan Allah Tritunggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita adalah surat-surat Kristus yang hidup. Paulus adalah orang yang menulis surat-surat yang demikian. Sekarang kita juga harus mengikuti Paulus untuk menuliskan Kristus ke dalam orang lain dan dengan demikian menulis surat-surat Kristus yang hidup. Kemana saja kita pergi, kita harus menuliskan Kristus ke dalam orang lain. Sejumlah orang telah lelah terhadap teologi dan agama. Keperluan mereka adalah memiliki Kristus yang dituliskan ke dalam mereka. Marilah kita berdoa agar banyak dari antara kita yang mau pergi untuk menulis surat-surat yang hidup dengan Roh pemberi-hayat dari Allah yang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 20&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-7071457955960043547?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7071457955960043547'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7071457955960043547'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-10-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 10 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-1581724951714658855</id><published>2011-12-02T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-02T00:01:00.178+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 10 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Yoh. 14:10-11; Why. 1:4-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul berita ini adalah "Layak dengan Kristus sebagai Abjad, Menulis Surat-surat yang Hidup dengan Roh Pemberi-hayat dari Allah yang Hidup." Judul ini membicarakan Allah Tritunggal: Kristus, Roh pemberi-hayat, dan Allah yang hidup. Pertama kita layak (memiliki syarat) karena kita memiliki Kristus, Sang Putra. Karena kita memiliki Kristus, maka kita dapat menulis surat-surat yang hidup dengan Roh pemberi-hayat. Jadi, kita memiliki Putra dan Roh itu. Surat-surat yang hidup ini adalah dari Allah yang hidup, yaitu, dari Bapa. Maka, dalam menulis surat-surat yang hidup ini, kita memiliki pengalaman terhadap Allah Tritunggal dengan riil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahyu yang murni tentang Trinitas di dalam Alkitab sangat berbeda dengan konsep triteistik (tiga Allah) yang secara tidak sadar dipegang oleh beberapa orang Kristen pada hari ini. Di dalam kelompok kaum beriman fundamental tertentu diajarkan bahwa Bapa, Putra, dan Roh adalah Persona-persona yang terpisah dan berbeda. Sebenarnya, ini adalah triteisme, kepercayaan bahwa Bapa, Putra, dan Roh adalah tiga Allah. Tentunya, sulit orang mengajarkan dengan jelas bahwa Bapa, Putra, dan Roh adalah tiga Allah. Namun, ada beberapa kaum beriman yang memegang konsep ini secara tidak sadar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengajarkan bahwa Bapa, Putra, dan Roh itu terpisah adalah bidah. Menurut Alkitab, memisahkan Bapa dari Putra, atau Putra dari Roh itu tidak mungkin. Dalam Yohanes 14:10 Tuhan Yesus berkata, "Tidak percayakah engkau bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang tinggal di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-pekerjaan-Nya." Di sini firman Tuhan dengan jelas menunjukkan bahwa Bapa dan Putra itu tidak dapat dipisahkan. Dalam ayat 11, Tuhan selanjutnya berkata, "Percayalah kepada-Ku bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku." Di sini kita bukan hanya memiliki Bapa dan Putra itu ada bersama-sama, tetapi juga melihat saling huni Mereka. Tiga dari Ke-Allahan itu -- Bapa, Putra, dan Roh -- ada bersama-sama dan saling huni. Kita semua harus kenal dengan istilah saling huni (coinherence). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapa, Putra, dan Roh itu semuanya ada pada waktu yang sama. Ini adalah ada bersama-sama (coexistence). Lagi pula, Bapa ada di dalam Putra dan Roh itu; Putra ada di dalam Bapa dan Roh itu; dan Roh itu ada di dalam Bapa dan Putra. Ini adalah saling huni. Karena itu, jika kita ingin memiliki pemahaman yang tepat mengenai Trinitas, kita bukan hanya harus mengakui bahwa Bapa, Putra, dan Roh itu ada bersama-sama, tetapi juga harus percaya atas saling huninya Mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 20&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-1581724951714658855?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1581724951714658855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1581724951714658855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-10-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 10 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-2604034105780835682</id><published>2011-12-01T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-12-01T00:01:01.116+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 10 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:3-6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 3:3 Paulus berkata, "Karena telah ternyata bahwa kamulah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia." Di sini Paulus membicarakan tentang surat Kristus yang diministrikan oleh para rasul. Surat yang demikian ini ditulis dengan Roh dari Allah yang hidup. Semua orang yang adalah sekerja-sekerja dan orang-orang yang memimpin dalam gereja harus menengadah kepada Tuhan untuk belas kasihan-Nya dan kasih karunia-Nya guna melaksanakan pekerjaan penulisan Kristus ke dalam orang-orang kudus. Kita tidak seharusnya hanya mengajarkan doktrin kepada orang lain atau hanya mengajarkan Alkitab, kita harus melakukan pekerjaan yang unik untuk menulis surat-surat Kristus yang hidup dengan Roh dari Allah yang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat-surat Kristus yang hidup ini ditulis dengan Roh pemberi-hayat dari Allah yang hidup. Roh pemberi-hayat adalah tinta surgawi. Jika kita ingin memiliki tinta semacam ini, kita perlu mengalami Kristus dan dipenuhi dengan Kristus. Ini berarti bahwa kita harus sepenuhnya dijenuhi dengan Roh pemberi-hayat. Jika kita adalah orang-orang yang penuh dengan Kristus, dijenuhi dengan Roh pemberi-hayat, maka kita akan memiliki kelimpahan Kristus untuk dipakai dalam menulis Kristus ke dalam orang lain. Kita juga akan memiliki Roh pemberi-hayat dari Allah yang hidup sebagai tinta surgawi. Tintanya adalah Roh itu, esens dari tinta ini adalah Kristus, dan kita adalah penanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tinta apa pun pasti memiliki esens tertentu. Tinta berbeda dengan air yang jernih. Menulis surat dengan memakai air saja itu tidak mungkin. Harus ada substansi tertentu yang ditambahkan ke dalam air untuk membuat tinta. Puji Tuhan, tinta surgawi adalah Roh itu, dan esens dari tinta (Roh ini) adalah Kristus dengan semua kelimpahan-Nya. Untuk memiliki tinta ini di dalam kita, kita harus menikmati Kristus, memiliki Kristus, dipenuhi dengan Kristus, dijenuhi dengan Kristus, dan ditutupi dengan Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang lain harus selalu menemukan kita berada dalam Kristus. Di dalam Filipi 3:9 Paulus membicarakan tentang ditemukan dalam Kristus. Ia ingin ditemukan oleh orang lain di dalam Kristus, bukan di dalam hal lainnya selain Kristus. Paulus tidak ingin ditemukan di dalam dirinya sendiri, di dalam kebudayaannya, atau di dalam cara hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 20&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-2604034105780835682?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2604034105780835682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2604034105780835682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/12/2-korintus-minggu-10-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 10 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-122317222809348243</id><published>2011-11-30T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-30T00:01:00.480+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 10 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 1 Kor. 15:10; 2 Kor. 3:1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 3 Paulus memakai kata "menulis" untuk menggambarkan cara ia menulis surat-surat Kristus yang hidup. Penulisannya bukan hanya menuliskan Kristus ke atas orang-orang kudus; tetapi juga mengukirkan Kristus ke dalam mereka. Dalam ministri saya, saya juga berusaha untuk mengikuti Paulus guna mengukirkan Kristus ke dalam orang-orang kudus. Hanya memberikan doktrin itu bukanlah kedambaan saya. Saya bahkan tidak suka membicarakan satu roh dengan Tuhan hanya sebagai doktrin saja. Sebaliknya, saya memperhatikan penulisan Kristus dalam hayat. Maka orang-orang kudus bukan hanya akan menerima pengetahuan atas doktrin, melainkan menerima penulisan Kristus yang sesungguhnya di dalam hati mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatian saya bukan hanya untuk memperhidupkan Kristus saja, tetapi juga untuk menuliskan Kristus ke dalam orang-orang kudus. Penulisan Kristus ke dalam orang lain ini bukanlah untuk pekerjaan saya, melainkan bagi gereja supaya pemerintahan Allah dapat dilaksanakan dan tujuan kekal-Nya dapat digenapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di satu pihak, kita harus menuntut menuliskan Kristus pada orang lain; di pihak lain, kita adalah surat-surat Kristus yang hidup, surat-surat kiriman yang hidup, dan orang lain dapat membaca Kristus yang telah dituliskan ke dalam kita. Orang-orang muda, ketika kalian mengunjungi orang tua kalian, pastikan bahwa mereka akan membaca Kristus yang telah dituliskan ke dalam kalian. Mereka mungkin membaca kalian secara diam-diam, tanpa kalian menyadarinya bahwa mereka sedang membaca kalian. Beberapa orang bahkan mungkin akan menentang kalian dan mengkritik kehidupan gereja dalam pemulihan Tuhan. Saya ingin mendorong kalian untuk tidak terganggu dengan penentangan atau kritikan semacam itu. Daripada tersinggung atau patah semangat, kalian malah perlu menyadari bahwa orang tua kalian sedang membaca Kristus yang telah dituliskan ke dalam kalian. Kadang-kadang penentangan pun adalah satu tanda bahwa orang lain sedang membaca kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang muda, etika kalian mengunjungi orang tua kalian, kalian harus memamerkan kristus kepada mereka, tetapi kalian tidak boleh bersandiwara dengan cara apapun. Kalian juga tidak boleh berusaha mempertahankan pemulihan Tuhan melalui berdebat dengan orang tua kalian atau dengan menyatakan bahwa kalian tahu banyak hal. Tampillah apa adanya. Dalam 1 Korintus 15:10 Paulus berkata, “Tetapi karena anugrah Allah aku adalah sebagaimana aku ada sekarang.” Ketika kalian mengunjungi orang tua kalian di rumah, jadilah apa adanya kalian oleh kasih karunia Allah. Kristus telah dituliskan ke dalam kalian. Orang lain akan diyakinkan bukan oleh penampilan kalian, melainkan oleh apa adanya kalian. Apa adanya seseorang muda dalam dirinya akan meyakinkan orang tuanya, karena setiap orang tua damba akan hal-hal yang baik terjadi pada anak-anaknya. Akhirnya, jika kalian senantiasa memiliki kristus yang dituliskan ke atas diri kalian, dan menyatakan kristus ini kepada orang tua kalian, mereka akan diyakinkan dan bahkan memutuskan untuk mengikuti kalian ke dalam kehidupan gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara yang penting adalah Kristus dituliskan ke dalam diri kita. Semakin banyak Kristus dituliskan ke dalam diri kita, orang lain akan semakin dapat membaca Dia atas diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 19&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-122317222809348243?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/122317222809348243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/122317222809348243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-10-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 10 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-4890705691948038561</id><published>2011-11-29T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-29T00:01:00.322+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 10 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Luk. 15:17-18, 23, 29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam butir-butir tertentu, pengajaran dalam pemulihan Tuhan berbeda dengan pengajaran yang umum di antara orang-orang Kristen pada hari ini. orang-orang yang hanya memperhatikan jubah dan tidak memperhatikan lembu yang tambun mengatakan bahwa pengajaran kita ini bidah. Dalam pemulihan Tuhan kita memiliki jubah dan lembu yang tambun. Luther memulihkan jubahnya, tetapi sekarang kita juga sedang menikmati pemulihan lembu yang tambun itu. Oleh belas kasihan Tuhan kita berada di dalam pemulihan-Nya menikmati Kristus, lembu yang tambun itu, sebagai bagian yang limpah yang merawat kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus pasal 2, 3, dan 4 sulit ditemukan bulu dan kulit. Sesungguhnya tidak ada bulu di sana, tetapi dalam pasal 3 mungkin ada satu lapisan kulit yang tipis. Dalam 3:1 Paulus bertanya, "Apakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?" Dengan ayat ini sebagai dasarnya, beberapa kelompok Kristen telah membuat satu sistem menulis surat rekomendasi bagi orang-orang yang pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Orang-orang yang mengikuti praktek ini menyatakan bahwa surat-surat rekomendasi itu ditulis bagi orang-orang kudus selama zaman Paulus. Namun, itu adalah lapisan kulit yang tipis; itu bukanlah daging dalam 2 Korintus 3. Dalam pasal ini Paulus bukan bermaksud menulis mengenai surat rekomendasi yang demikian. Sebaliknya, maksudnya adalah membicarakan mengenai penulisan surat-surat yang hidup oleh Roh pemberi-hayat dari Allah yang hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orang yang menjadi teladan untuk memperhidupkan Kristus bagi gereja, Paulus layak menulis surat-surat yang hidup. Ia layak dan ia terampil untuk hal ini. Paulus memiliki cukup banyak Kristus untuk menulis surat-surat yang hidup ini dengan Kristus sendiri sebagai abjad rohaninya. Kitab Wahyu dengan jelas mengatakan bahwa Kristus adalah alfa, huruf pertama dari abjad Yunani, dan juga omega, huruf yang terakhir. Sesungguhnya Kristus juga adalah semua huruf di antara alfa dan omega. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pernyataan dalam kitab Wahyu bahwa Kristus adalah alfa dan omega, kita juga mengatakan bahwa Dia adalah semua huruf dalam abjad surgawi. Apakah Anda percaya bahwa Kristus hanyalah dua huruf saja dan bukan huruf-huruf lainnya? Tidak, Dia adalah semua huruf lainnya. Orang yang memperhidupkan Kristus bagi gereja mengenal Kristus sebagai alfa, beta, gamma, delta, dan setiap huruf lainnya dari abjad surgawi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 19&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-4890705691948038561?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4890705691948038561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4890705691948038561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-10-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 10 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-5785530294919814615</id><published>2011-11-28T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-28T00:01:00.966+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 10 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 1 Kor. 1:9, 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berita ketujuh belas dari Pelajaran-Hayat ini, saya telah menunjukkan bahwa kebenaran-kebenaran Alkitab dapat diumpamakan sebagai bulu, kulit, dan daging ayam. Misalnya dalam membaca 1 Korintus 1, kita mungkin menaruh perhatian kepada bulunya dan mengabaikan dagingnya. Dalam 1 Korintus 1:12 Paulus berkata, "Yang aku maksudkan ialah bahwa kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus." Dalam ayat ini kita mempunyai bulu, bukan daging. Para pembaca 1 Korintus 1 sering kali menaruh perhatian kepada bulu dalam ayat ini; namun, mereka mengabaikan dagingnya dalam ayat 9. Di sana Paulus berkata, "Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia." Banyak orang membaca 1 Korintus 1 tanpa menaruh perhatian yang memadai pada ayat ini dan pada daging yang terkandung di dalamnya. Yang lainnya mungkin mempelajari ayat ini, tetapi tanpa pemahaman yang memadai terhadap kata persekutuan. Mereka mungkin mengira bahwa memiliki persekutuan dengan Putra hanyalah mengontaki Putra Allah dengan cara berdoa. Tidak banyak orang beriman yang menyadari bahwa persekutuan dengan Putra mengacu kepada kenikmatan terhadap Putra Allah. Putra Allah di sini adalah daging yang limpah yang menjadi bagian kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran tentang menikmati Tuhan sebagai daging yang limpah, yang merawat ini terdapat dalam Lukas 15. Dalam perumpamaan anak yang hilang, anak yang hilang itu bertobat dan kembali ke rumahnya. Bapa menerima dia dan mengenakan jubah yang terbaik kepadanya. Beberapa guru Alkitab memakai perumpamaan ini untuk mengajarkan bahwa keselamatan adalah oleh kasih karunia, bukan oleh perbuatan. Anak itu berencana untuk memberitahukan kepada bapanya agar menganggapnya seperti salah satu dari hamba-hamba upahannya. Namun, bapanya memotong perkataannya dan menyuruh hamba-hambanya untuk mengenakan jubah yang terbaik kepadanya. Jubah ini melambangkan Kristus sebagai kebenaran kita. Kita menerima jubah ini bukan oleh perbuatan kita, melainkan oleh kasih karunia, karunia yang cuma-cuma, dari Allah Bapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi selain jubah itu ada hal lainnya lagi dalam perumpamaan ini. Ada lembu yang tambun. Jubah dapat disamakan dengan kulit, dan lembu yang tambun dapat disamakan dengan daging. Jubah adalah yang di luar; sesuatu yang menutupi kita. Lembu yang tambun berhubungan dengan sesuatu yang di dalam; adalah makanan untuk perawatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang dalam pemberitaan saya dari Lukas 15, saya mengatakan bahwa anak yang hilang itu bertobat dan kembali bukan karena pakaiannya kotor, melainkan karena kelaparan. Anak itu pulang kembali ke rumahnya karena ia lapar, jadi kelaparanlah yang membuat ia rela makan ampas yang diberikan kepada babi. Lukas 15:17 mengatakan tentang anak yang hilang itu, "Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan." Karena itu ia memutuskan: "Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku" (ayat 18). Ia tidak berkata kepada dirinya sendiri bahwa di rumah bapanya ada banyak jubah. Tidak, ia ingat bahwa ada "berlimpah-limpah makanan." Ia tidak ingin tetap tinggal di mana ia berada dan menderita kelaparan sampai mati, sebaliknya ia memutuskan untuk kembali ke rumahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 19&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-5785530294919814615?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5785530294919814615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5785530294919814615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-10-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 10 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-7316887511629731912</id><published>2011-11-26T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-26T00:01:00.482+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 9 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 2:14-16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperhidupkan Kristus, pertama-tama kita harus ditawan oleh Tuhan dan kemudian ditundukkan oleh-Nya. Jika saya tetap pada pekerjaan saya dan tidak meninggalkannya untuk melayani Tuhan sepenuh waktu, itu adalah satu tanda bahwa saya belum ditawan dan ditundukkan. Jika demikian situasinya, maka saya belum dapat dipakai oleh Tuhan untuk membangkitkan gereja-gereja di dalam pemulihan-Nya. Apakah ada banyak gereja yang dapat dibangkitkan atau tidak, itu tergantung pada penawanan dan penundukan seseorang. Apa yang dapat dilakukan Tuhan melalui Anda juga tergantung pada kerelaan Anda ditawan dan ditundukkan oleh-Nya. Karena itu, ditawan dan ditundukkan oleh Kristus adalah satu perkara yang sangat bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus dapat berkata kepada Tuhan, "Terima kasih, Tuhan Yesus, karena Engkau telah melekatkan aku, mengurapi aku, memeteraikan aku, menawan aku, dan menundukkan aku. Sekarang aku siap dipimpin oleh-Mu." Kemudian Tuhan akan datang untuk memimpin Paulus dalam perarakan kemenangan-Nya. Sebagai seorang rasul, Paulus tidak melakukan sesuatu menurut pilihannya, kesukaannya, atau seleranya sendiri. Sebaliknya, ia benar-benar dipimpin oleh Tuhan. Paulus menerima pimpinan Tuhan, tidak peduli apa itu. Terhadap pimpinan Tuhan, Paulus tidak punya pilihan lain. Seperti yang ditunjukkan dengan kiasan dalam 2 Korintus 2:14, Paulus menganggap dirinya sebagai seorang tawanan yang telah ditempatkan di dalam perarakan kemenangan Kristus, yaitu perarakan yang merayakan kemenangan Kristus. Bagaimana mungkin tawanan yang demikian mempunyai pilihan lain? Tidak ada pilihan lain bagi tawanan. Karena Paulus, seorang tawanan, rela dipimpin, maka ke mana saja ia pergi, itu adalah pimpinan Tuhan. Paulus tidak pergi ke Asia Kecil untuk melakukan pekerjaan penginjilan. Tidak, kepergiannya adalah pergerakan di dalam perarakan Kristus. Perarakan kemenangan Kristus menyebar melalui Asia Kecil dan terus ke Makedonia dan Akhaya. Paulus berada di dalam satu perarakan yang dipimpin oleh Allah untuk merayakan kemenangan Putra Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan dilekatkan, diurapi, dimeteraikan, ditawan, ditundukkan, dan dipimpin, kita dapat menyebarkan keharuman Kristus. Penyebaran keharuman ini sebenarnya adalah memperhidupkan Kristus. Kristus yang kita perhidupkan ini memiliki keharuman, dan bahkan Dia adalah keharuman itu sendiri. Karena itu, bila kita menyebarkan keharuman Kristus, berarti kita menyebarkan Kristus itu sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebaran Kristus sebagai keharuman ini memiliki satu khasiat: ini adalah perkara hayat atau maut. Bagi orang-orang yang telah dipilih Allah, penyebaran keharuman ini mendatangkan hayat. Tetapi bagi yang lainnya, penyebaran ini mendatangkan maut. Ini adalah satu perkara yang sangat serius, dan Paulus bertanya, "Siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?" (2 Kor. 2:16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita memuji Tuhan bahwa kita bisa menjadi orang-orang yang menyebarkan keharuman Kristus. Bila kita telah dilekatkan, diurapi, dimeteraikan, ditawan, ditundukkan, dan dipimpin, kita akan dapat menyebarkan keharuman Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 18&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-7316887511629731912?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7316887511629731912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7316887511629731912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-9-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 9 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-3383643299632664721</id><published>2011-11-25T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-25T00:01:00.498+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 9 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 1:21-22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 1:22 Paulus selanjutnya mengatakan bahwa Allah juga telah memeteraikan kita dan memberikan jaminan dari Roh Kudus di dalam hati kita. Pengurapan dalam ayat 21 itu adalah pemeteraian. Karena Allah telah mengurapi kita dalam Kristus, Dia juga telah memeteraikan kita di dalam Dia. Meterai ini adalah tanda yang dibubuhkan Allah atas kita. Tanda ini dapat dibandingkan dengan tanda tangan seseorang. Kapan saja saya membeli satu buku baru, saya segera menuliskan nama saya di dalamnya. Setiap buku milik saya memiliki tanda tangan saya. Menuliskan tanda tangan di dalam sebuah buku menggambarkan apa yang dimaksud dengan dimeterai oleh Allah. Jika kita ingin memperhidupkan Kristus, kita harus dilekatkan kepada-Nya dan menikmati pengurapan. Kemudian pengurapan ini akan menjadi satu meterai yang menunjukkan bahwa kita dimiliki oleh Tuhan. Sekarang, karena kita telah diurapi dan dimeteraikan, kita bukan lagi milik Iblis atau dunia. Bahkan kita bukan milik diri kita sendiri lagi. Kita adalah milik Tuhan, milik Kristus, Yang diurapi Allah. Haleluya, kita adalah milik-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kita telah dilekatkan, diurapi, dan dimeteraikan, tetapi kita masih perlu ditawan sepenuhnya oleh Kristus. Bukankah benar bahwa sedikitnya ada bagian dari Anda yang belum ditawan oleh Tuhan? Mungkin sebagian besar batin Anda belum ditawan oleh Dia. Seorang saudara yang ditawan sebagian oleh Kristus mungkin berkata kepada dirinya sendiri, "Besok adalah hari Tuhan lagi. Aku tidak ingin pergi ke sidang gereja, tetapi aku mau tidak mau harus pergi. Aku menyesal telah menjadi orang Kristen. Karena aku telah diselamatkan, aku tahu bahwa aku tidak dapat melarikan diri dari Tuhan. Aku ingin menjauhkan diri dari Tuhan, tetapi itu tidak mungkin. Kristus tidak akan membiarkan aku pergi. Lagi pula, istriku mengasihi Tuhan dan giat untuk kehidupan gereja. Ia membawa anak-anak ke gereja. Aku lebih suka melakukan hal lainnya daripada menghadiri sidang besok, tetapi aku dikendalikan oleh keluargaku. Mereka semua menghendaki aku menghadiri sidang. Karena itu, aku tidak punya pilihan lain dalam hal ini. Besok aku mau tidak mau harus pergi bersidang untuk menderita dan merasakan kesengsaraan." Ini adalah sikap dari orang yang telah ditawan oleh Kristus hanya dalam tingkatan yang sangat minim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda ditundukkan oleh Tuhan? Saya tahu bahwa ada beberapa istri yang akhirnya ditundukkan oleh suami mereka. Setelah bertahun-tahun, mereka rela mengakui suami sebagai kepala. Tetapi ditundukkan oleh suami tidaklah sebaik ditundukkan oleh Kristus. Kristus selalu lembut, tetapi Dia juga tegas dan teguh. Dia dapat menunggu selama diperlukan sampai kita rela ditundukkan oleh-Nya. Jika kita hari ini tidak rela ditundukkan, Dia akan menunggu tahun berikutnya atau bahkan menunggu lebih lama. Jika kita tidak ditundukkan pada zaman ini, Dia tahu bahwa kita akan tunduk pada zaman berikutnya, atau di dalam Yerusalem Baru. Pada akhirnya, kita semua akan ditundukkan oleh Tuhan. Ditundukkan pada masa kini adalah bijaksana dan sangat menguntungkan. Menunggu, walaupun sebentar saja, agar dapat ditundukkan bisa menyebabkan kita menderita kerugian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 18&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-3383643299632664721?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3383643299632664721'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3383643299632664721'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-9-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 9 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-6970660631485809299</id><published>2011-11-24T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-24T00:01:00.403+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 9 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 2:14-16&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus adalah satu teladan dari memperhidupkan Kristus bagi gereja. Menurut perkataannya dalam 2 Korintus ini, jika kita ingin memperhidupkan Kristus bagi gereja, kita perlu dilekatkan, diurapi, dimeteraikan, ditawan, ditundukkan, dan dipimpin untuk menyebarkan keharuman Kristus. Dalam 2:14 Paulus berkata, "Tetapi syukur bagi Allah yang dalam Kristus selalu memimpin kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana." Dalam ayat ini Paulus memakai dua kiasan: tawanan-tawanan dalam satu perarakan kemenangan dan pembawa ukupan yang menyebarkan keharuman di dalam perarakan yang demikian. Sebagai pembawa ukupan, para rasul menyebarkan keharuman pengenalan akan Kristus di dalam ministri kemenangan-Nya seperti berada di dalam satu perarakan kemenangan. Para rasul adalah pembawa ukupan yang demikian di dalam ministri Kristus dan juga adalah tawanan-tawanan di dalam barisan kemenangan-Nya. Paulus dilekatkan, diurapi, dimeteraikan, ditawan, ditundukkan, dan dipimpin untuk menyebarkan keharuman Kristus. Kita juga perlu mengalami semua perkara ini supaya kita dapat menyebarkan keharuman Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Korintus 1:21-22 dan 2:14-16 adalah ayat-ayat yang sangat baik. Dalam kelima ayat ini ada sejumlah kebenaran yang menakjubkan. Menurut 1:21-22, kita harus dilekatkan dengan teguh kepada Kristus, kita harus diurapi oleh Allah, dan kita harus dimeteraikan dengan Roh itu. Selain itu, menurut 2:14-16, kita perlu ditawan, ditundukkan, dan dipimpin. Semuanya ini adalah agar kita dapat menyebarkan keharuman Juruselamat kita, yaitu keharuman dari Dia yang sangat kita kasihi. Dalam ministri saya, saya bukan hanya seorang guru atau pengkhotbah, lebih-lebih saya adalah seorang yang sedang menyebarkan keharuman Tuhan saya. Saya lupa diri karena kasih terhadap-Nya dan saya damba menyebarkan keharuman-Nya. Setiap orang di dalam pemulihan Tuhan harus menjadi orang yang menyebarkan keharuman Kristus. Ke mana saja kita pergi, kita harus menyebarkan keharuman ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 1:21 Paulus berkata, "Sebab Dia yang telah meneguhkan (melekatkan) kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi." Paulus tidak dilekatkan kepada Kristus secara individual. Sebaliknya, ia mengatakan bahwa para rasul dilekatkan bersama-sama dengan semua orang beriman lainnya. Bersama-sama dengan kaum beriman lainnya, para rasul telah dilekatkan kepada Kristus, yaitu Dia yang diurapi. Ini membuktikan bahwa Paulus tidak individualistis. Sekalipun ia adalah rasul yang paling besar, ia masih memerlukan semua orang beriman lainnya. Ia dilekatkan kepada Kristus bersama kaum beriman di Korintus. Jadi, ia dilekatkan kepada-Nya secara korporat, bukan secara individual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia yang kepada-Nya kita telah dilekatkan adalah Kristus, Yang diurapi Allah. Alkitab mewahyukan bahwa semua minyak urapan Allah telah dicurahkan kepada Dia yang diurapi Allah ini. Di luar Dia tidak ada minyak urapan, tidak ada pengurapan. Ketika pengurapan itu dicurahkan kepada Kristus, maka proses pengurapan itu telah lengkap. Tidak ada pengurapan selain yang ada pada Kristus, Yang diurapi ini. Allah tidak melakukan pengurapan lainnya lagi. Apa yang Dia lakukan terhadap kita pada hari ini adalah melekatkan kita bersama-sama kepada Dia yang diurapi ini. Karena kita telah dilekatkan kepada-Nya, maka kita dilekatkan kepada pengurapan ini. Karena alasan ini, maka pengurapan itu mengikuti pelekatan. Allah telah melekatkan kita, dan Dia juga telah mengurapi kita. Setelah kita dilekatkan, dengan spontan kita diurapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 18&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-6970660631485809299?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6970660631485809299'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6970660631485809299'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-9-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 9 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-5825431549852147612</id><published>2011-11-23T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-23T00:01:00.083+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 9 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 1:21-22; 2:14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berita sebelumnya kita telah menunjukkan bahwa Paulus adalah satu teladan dari orang yang memperhidupkan Kristus bagi gereja. Sekarang kita harus melanjutkan menanyakan orang macam apakah Paulus sehingga ia menjadi teladan yang demikian. Jawaban untuk pertanyaan ini adalah Paulus adalah orang yang dilekatkan, yakni yang dilekatkan dengan teguh kepada Kristus, Dia yang diurapi. Dalam 2 Korintus 1:21 Paulus berkata, "Sebab Dia yang telah meneguhkan (melekatkan) kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi." Orang yang tidak dilekatkan kepada Kristus, yang tidak dilekatkan, tidak dapat memperhidupkan Kristus bagi gereja. Jika kita ingin memperhidupkan Kristus bagi gereja, kita harus belajar dari Paulus sebagai teladan kita untuk menjadi orang yang dilekatkan kepada Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut 2 Korintus 1:21, orang-orang yang dilekatkan kepada Kristus diurapi oleh Allah. Maka, orang yang memperhidupkan Kristus bagi gereja pastilah orang yang diurapi. Tidaklah cukup untuk dididik, dipimpin, atau dilatih; kita harus diurapi. Jika kita tidak diurapi, kita tidak dapat memperhidupkan Kristus bagi gereja. Kita semua perlu diurapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 1:22 Paulus selanjutnya mengatakan bahwa Allah "memeteraikan tanda milik-Nya atas kita dan yang memberikan Roh Kudus di dalam hati kita sebagai jaminan dari semua yang telah disediakan untuk kita." Orang yang memperhidupkan Kristus bagi gereja juga adalah orang yang telah dimeteraikan oleh Allah. Dimeteraikan oleh Allah itu berarti dimiliki, diduduki, oleh Allah. Jika kita belum dimeteraikan oleh Allah, kita tidak dapat memperhidupkan Kristus bagi gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 2:14 Paulus berkata, "Tetapi syukur bagi Allah yang dalam Kristus selalu memimpin kami di jalan kemenangan-Nya. Dengan perantaraan kami Ia menyebarkan keharuman pengenalan akan Dia di mana-mana." Seperti yang telah kita tunjukkan, kata kerja "memimpin kami di jalan kemenangan-Nya" berarti memimpin seorang sebagai tawanan dalam perarakan kemenangan. Karena itu, dalam ayat ini Paulus menyinggung tentang ditawan oleh Kristus. Menurut konsepsi manusia, ditawan itu bukanlah satu hal yang baik. Tidak ada seorang pun yang ingin menjadi seorang tawanan. Tetapi kita perlu ditawan oleh Tuhan supaya kita dapat memperhidupkan Kristus bagi gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, jika kita ingin memperhidupkan Kristus bagi gereja, kita harus dipimpin oleh-Nya. Kita perlu ditawan, ditundukkan, dan dipimpin. Namun, kita lebih suka memimpin orang lain, bukan dipimpin oleh orang lain. Jika kita ingin memperhidupkan Kristus bagi gereja, kita semua perlu dipimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 17&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-5825431549852147612?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5825431549852147612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5825431549852147612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-9-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 9 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-586271244374499202</id><published>2011-11-22T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-22T00:01:00.425+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 9 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Yoh. 1:4, 16; 14:23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita mengambil beberapa contoh dari 1 Korintus untuk menggambarkan apa yang kita maksud dengan bulu, kulit, dan daging dalam firman Allah itu. Satu Korintus 1:12 mengatakan, "Yang aku maksudkan ialah kamu masing-masing berkata: Aku dari golongan Paulus. Atau aku dari golongan Apolos. Atau aku dari golongan Kefas. Atau aku dari golongan Kristus." Ayat ini membicarakan perpecahan. Mengenai perpecahan ini, beberapa orang guru Kaum Saudara (The Brethren) mengatakan seperti ini: "Dalam 1 Korintus 1:12 Paulus menegur orang-orang yang mengatakan bahwa mereka adalah golongan Kefas, golongan Apolos, golongan Paulus, dan golongan Kristus. Lalu, mengapa Anda mengambil nama-nama seperti Lutheran, Presbyterian, atau Wesleyan? Bukankah perkataan Paulus ini dapat diterapkan kepada perkara menyandang nama-nama denominasi? Praktek ini harus ditegur." Ini adalah pengajaran yang baik, dan mendasar. Meskipun demikian, pengajaran ini adalah kulit dan bulu. Ini bukanlah daging dari firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah 1 Korintus terutama mewahyukan perkara perpecahan? Tidak, wahyu dasarnya di sini berkenaan dengan persekutuan dengan Putra Allah. Selain itu, pasal ini mengajarkan bahwa Kristus, Dia yang tersalib itu, adalah hikmat Allah dan kekuatan Allah bagi kita. Kristus ini sekarang adalah kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita setiap hari. Inilah wahyu dasar dalam 1 Korintus 1.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin makan daging ayam, kita perlu mencabuti bulunya dan mengupas kulitnya. Demikian juga, jika kita ingin menemukan daging dalam 1 Korintus 1, kita harus masuk lebih dalam, tidak berhenti pada bulu dan kulit dalam pasal ini. Demikian kita akan melampaui perpecahan dan roh pemecah belah, dan akan nampak bahwa Kristus, Putra Allah adalah bagian kita dan bahwa Dia, hikmat dan kekuatan Allah, dapat dinikmati sebagai kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita setiap hari. Kita semua perlu melihat Kristus secara demikian dan mengambil bagian dalam makanan yang limpah itu. Jika kita tetap tinggal dalam ayat 12, dan memusatkan perhatian pada perkara perpecahan, kita hanya akan memiliki bulu dan kulitnya. Kita tidak akan menikmati daging yang sehat -- yaitu Kristus sebagai bagian kita. Saya dapat bersaksi bahwa ketika saya membaca 1 Korintus 1, saya tidak memperhatikan kulit perpecahan saja; lebih dari itu, saya menikmati Kristus yang tersalib sebagai bagian saya dan sebagai kebenaran, pengudusan, dan penebusan saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab yang bagaimana yang Anda miliki? Apakah Alkitab Anda hanyalah satu kitab yang terdiri atas bulu dan kulit saja, atau Alkitab Anda adalah satu kitab yang terdiri atas daging? Kita harus hati-hati dalam menjawab pertanyaan ini. Jawaban yang paling baik adalah: "Alkitabku bukan hanya kitab yang terdiri atas bulu dan kulit, tetapi juga kitab yang kaya akan daging." Ayam memerlukan bulu dan kulit juga daging. Tanpa bulu dan kulit, ayam tidak akan dapat bertumbuh. Demikian juga, dalam Alkitab ada kulit, bulu, dan daging. Tetapi tragedi di antara orang-orang Kristen pada hari ini adalah mereka tidak banyak memperhatikan dagingnya. Karena itu, beban saya adalah menyuplaikan daging dari firman Allah kepada umat Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 17&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-586271244374499202?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/586271244374499202'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/586271244374499202'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-9-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 9 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-5964392962974600065</id><published>2011-11-21T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-21T00:01:00.381+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 9 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 1:21-22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Kristus? Kristus adalah Allah yang telah melalui proses untuk menjadi Roh pemberi-hayat yang almuhit. Ungkapan yang singkat dan akurat ini adalah penjelasan dari Kristus menurut wahyu Perjanjian Baru dan pengalaman rohani kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita perlu memperhidupkan Kristus bagi gereja, maka kita perlu menjawab satu pertanyaan penting: Apakah gereja itu? Pertama, gereja adalah jemaat orang-orang yang terpanggil. Kedua, gereja adalah Tubuh organik Kristus. Lagi pula, gereja adalah kepenuhan Kristus juga kepenuhan Allah, manusia baru, tempat kediaman Allah, dan mempelai perempuan. Inilah urutan yang dibuat oleh Paulus dalam kitab Efesus. Selain itu, menurut kitab Wahyu, gereja adalah kaki dian. Akhirnya Alkitab menyebut gereja sebagai mempelai perempuan. Karena itu, jika kita ingin mengenal apakah gereja, kita harus melihat bahwa gereja adalah jemaat yang terpanggil, Tubuh organik Kristus, kepenuhan Kristus dan kepenuhan Allah, manusia baru, tempat kediaman Allah, kaki dian, dan mempelai perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu mengenal Kristus bukan hanya secara dangkal, melainkan dengan cara yang dalam, batini, dan rahasia. Beberapa orang beriman mengatakan bahwa Kristus adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia yang bernama Yesus. Yesus, manusia dari Nazaret ini, pada akhirnya disalib dan bangkit. Memang, ini benar; ini sesuai dengan Alkitab. Kita mempercayai semua hal mengenai Kristus ini, karena Alkitab memberi tahu kita hal-hal ini. Namun, Alkitab juga mewahyukan perkara-perkara yang lebih dalam yang berhubungan dengan Kristus. Alkitab bukan hanya memperlihatkan kepada kita hal-hal yang dapat diumpamakan sebagai "bulu" atau "kulit", tetapi juga memperlihatkan hal-hal yang dapat diumpamakan sebagai "daging."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga dapat memakai ilustrasi kulit telur. Tanpa kulit, telur tidak mungkin ada. Tetapi ketika kita makan telur, kita tidak makan kulitnya; melainkan kita makan apa yang ada di balik kulit itu. Wahyu dalam Alkitab dapat diumpamakan sebagai sebuah telur dengan kulit dan isinya. Banyak orang Kristen mencurahkan perhatian mereka kepada "kulitnya". Dengan memakai ilustrasi bulu ayam dan kulit bawang putih, kita dapat mengatakan bahwa orang-orang Kristen itu berkonsentrasi pada "bulu" dan "kulit" yang terdapat dalam Alkitab. Kelongsong, kulit, dan bulu semuanya mengacu kepada perkara-perkara yang benar dan penting. Meskipun demikian, akan kita jelaskan perkara-perkara itu bukanlah "daging" dari wahyu ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama periode yang dikenal dengan sebutan Zaman Kegelapan, kira-kira dari abad ke-6 sampai abad ke-16, Alkitab terkunci, dan bahkan kulit dan bulunya telah hilang. Dalam zaman Reformasi, Alkitab terbuka sampai tingkat tertentu, dan wahyu firman ilahi itu sedikit dipulihkan. Selama Reformasi itu kulit dan bulu-bulunya telah dipulihkan; namun, kedalaman-kedalaman dari firman Allah belum banyak terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 17&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-5964392962974600065?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5964392962974600065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5964392962974600065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-9-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 9 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-2409340815315200523</id><published>2011-11-19T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-19T00:01:00.991+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 8 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Gal. 2:20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban saya dalam berita ini adalah menunjukkan bahwa dalam kata pendahuluan untuk 2 Korintus ini, Paulus menyajikan dirinya sendiri kepada kaum beriman di Korintus sebagai satu teladan yang memperhidupkan Kristus bagi gereja. Paulus sepertinya hendak berkata, "Hai orang-orang Korintus, dalam Surat Kirimanku yang pertama, aku telah memberikan kepadamu satu wahyu tentang apa artinya memperhidupkan Kristus bagi gereja. Sekarang aku tahu bahwa kamu juga memerlukan teladan dari kehidupan yang demikian. Dalam Surat Kirimanku yang kedua ini, aku menyajikan diriku sendiri kepadamu sebagai teladan yang hidup ini. Aku meminta kamu melihat aku dan melihat bahwa aku tidak menaruh kepercayaan pada diriku sendiri. Kepercayaanku sepenuhnya terletak pada Allah kebangkitan. Karena aku menaruh kepercayaanku pada Dia, maka aku memperhidupkan Kristus. Lagi pula, kapan saja aku memutuskan sesuatu, aku membuat keputusan dengan mengambil Kristus sebagai pribadiku. Aku adalah orang yang dilekatkan dengan teguh kepada Kristus, yaitu kepada Dia yang diurapi Allah. Dia adalah Kristus Allah yang setia, Allah yang pada-Nya tidak ada bayangan karena perubahan. Karena itu, aku, Paulus, bersatu dengan Allah Tritunggal." Inilah orang yang memperhidupkan Kristus bagi gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan Paulus dalam memperhidupkan Kristus adalah agar pemerintahan Allah dapat dilaksanakan melalui gereja. Jika kita ingin tahu cara memperhidupkan Kristus bagi gereja, kita perlu memperhatikan kehidupan Paulus dan belajar darinya. Ia adalah pola kita, teladan kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara Surat-surat Kiriman yang ditulis oleh Paulus, 2 Korintus inilah yang khusus. Surat Kiriman ini dibuka dengan kesaksian pribadi Paulus. Kesaksian ini tidak diberikan secara singkat, melainkan, disajikan secara rinci. Paulus memberi tahu orang-orang Korintus bahwa ia tidak ingin mereka tidak tahu tentang penderitaan-penderitaan yang mereka alami di Asia. Ia ingin kaum beriman di Korintus tahu bahwa para rasul sangat tertekan, bahwa tekanan penderitaan itu begitu berat hingga melampaui kapasitas mereka untuk menahannya. Mereka bahkan putus asa untuk hidup dan merasa bahwa mereka sudah dijatuhi hukuman mati. Menurut perasaan dan pemahaman mereka, mereka akan mati. Mengapa Allah menaruh mereka ke dalam situasi yang demikian? Allah melakukan hal ini karena Dia menghendaki mereka diakhiri. Karena itu, Paulus dapat berkata, "Maksud Allah adalah mengakhiri kita. Dia tidak ingin kita sendiri lagi yang hidup. Sebaliknya, Dia ingin Kristus hidup di dalam kita." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua perlu mengalami pemotongan batini secara riil, supaya kita dapat diakhiri. Tuhan bahkan akan memakai orang-orang kudus dalam kehidupan gereja untuk menggenapkan hal ini bagi kita. Di satu aspek, kehidupan gereja adalah kehidupan yang membunuh, kehidupan yang mengakhiri. Puji Tuhan bahwa kita rela dibunuh karena kedambaan kita adalah memperhidupkan Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita memperhidupkan Kristus, kepercayaan kita akan berada di dalam Allah kebangkitan, di dalam Allah yang membangkitkan orang mati. Kemudian kita akan berperilaku di dalam kasih karunia Allah, dan kita akan menjadi satu dengan Kristus yang tidak berubah dari Allah yang setia, dengan Kristus yang adalah ya yang unik. Terima kasih kepada Tuhan bahwa dalam semua ayat dari 2 Korintus 1 ini, kita melihat bahwa Paulus adalah satu teladan yang memperhidupkan Kristus bagi gereja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 16&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-2409340815315200523?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2409340815315200523'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2409340815315200523'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-8-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 8 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-8598413462422957848</id><published>2011-11-18T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-18T00:01:00.200+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 8 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 1 Kor. 15:10; 2 Kor. 1:17-21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 12 Paulus selanjutnya berkata, "Inilah yang kami megahkan, yaitu bahwa suara hati kami memberi kesaksian kepada kami bahwa hidup kami di dunia ini, khususnya dalam hubungan kami dengan kamu, dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh hikmat duniawi, tetapi oleh kekuatan anugerah (kasih karunia) Allah." Kesaksian ini berhubungan dengan teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja. Hati nurani Paulus bersaksi bahwa ia hidup dalam ketulusan; berpolitik bukanlah sikap hidupnya. Pada diri Paulus tidak ada politik. Sebaliknya, ia tulus. Namun, Paulus tidak hidup dalam ketulusan dan kemurniannya sendiri, melainkan ia memperhidupkan ketulusan dan kemurnian Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 1:12 Paulus juga mengatakan bahwa ia berperilaku bukan dalam hikmat duniawi (daging), melainkan dalam kasih karunia Allah. Kasih karunia adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Satu Korintus mewahyukan bahwa Allah Tritunggal telah melalui proses untuk menjadi Roh pemberi-hayat untuk kita nikmati. Kenikmatan terhadap Allah Tritunggal yang telah melalui proses ini adalah kasih karunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 1:17 Paulus berkata, "Jadi, apakah aku bertindak seenaknya saja dalam merencanakan hal ini? Atau apakah aku membuat rencanaku itu menurut keinginanku sendiri, sehingga padaku serentak terdapat 'ya' dan 'tidak'?" Paulus tidak berpolitik atau bertindak seenaknya. Ia bukanlah orang yang mengatakan ya pada satu saat dan kemudian dalam waktu yang sangat singkat mengubah jawabannya dengan tidak. Pada Paulus ya adalah ya, dan tidak adalah tidak. Apa saja yang direncanakannya, direncanakannya dengan menjadi satu dengan Kristus yang tidak berubah dari Allah yang setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 20-21 Paulus melanjutkan, "Sebab Kristus adalah 'ya' bagi semua janji Allah. Itulah sebabnya oleh karena Dia kita mengatakan 'Amin' untuk memuliakan Allah. Sebab Dia yang telah meneguhkan kami bersama-sama dengan kamu di dalam Kristus, adalah Allah yang telah mengurapi." Kristus adalah Yang diurapi Allah, dan Paulus telah diteguhkan kepada Dia ini. Dia ini adalah Kristus yang tidak berubah dari Allah yang setia. Sebagai seorang yang memperhidupkan Kristus, Paulus bersatu dengan Kristus yang tidak berubah dari Allah yang setia. Jika kita ingin memperhidupkan Kristus, kita harus menjaga diri kita selalu bersatu dengan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus dapat mengatakan tentang dirinya, "Aku adalah seorang yang selalu bersatu dengan Kristus. Kristus bukanlah ya dan tidak, tetapi di dalam Dia hanya ada ya. Jika kamu mengatakan ya dan tidak, maka kamu tidak memperhidupkan Kristus. Di dalam Kristus adalah ya. Kapan saja Dia mengatakan ya, maka itu adalah ya selamanya. Pada-Nya tidak ada perubahan. Aku bersatu dengan Kristus yang tidak berubah ini. Ketika aku berencana untuk datang mengunjungi kamu, aku berencana bersama Dia. Aku tidak melakukan hal ini di dalam diriku sendiri atau oleh diriku sendiri. Dalam kesatuan dengan Kristus, aku membuat keputusan yang tegas untuk datang kepadamu. Dia adalah Yang diurapi, dan aku dengan teguh dilekatkan kepada-Nya." Ini juga adalah bagian dari teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 16&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-8598413462422957848?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8598413462422957848'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8598413462422957848'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-8-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 8 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-3858968014151980198</id><published>2011-11-17T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-17T00:01:00.653+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 8 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 1:8, 9, 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus memulai setiap Surat Kirimannya dengan cara yang berbeda-beda. Misalnya, cara ia memulai Surat Roma berbeda dengan caranya memulai Surat Efesus. Surat 2 Korintus ini juga dimulai dengan cara yang khusus. Setelah memberikan salam dan perkataan tentang kasih karunia (anugerah) dan damai sejahtera dalam 1:1 dan 2, Paulus selanjutnya berbicara, bukan secara doktrinal atau wahyu, melainkan dengan cara memberikan satu kesaksian pribadi. Dalam 1:8 ia berkata, "Sebab kami mau, Saudara-saudara, supaya kamu tahu tentang penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga mengenai hidup kami." Seolah-olah Paulus berkata, "Kaum beriman Korintus, aku ingin memberikan kesaksianku mengenai bagaimana aku memperhidupkan Kristus bagi gereja. Ketika kami berada di Asia, beban yang ditanggungkan kepada kami begitu besar dan begitu berat. Kami ditekan melampaui kekuatan kami, melampaui kemampuan kami untuk menahan tekanan itu, sehingga kami telah putus asa juga mengenai hidup kami. Kami sangat jelas bahwa kami akan mati." Tidak ada sedikit pun yang doktrinal di sini. Sebaliknya, Paulus memberikan satu kesaksian. Kesaksian ini adalah bagian dari teladan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 1:9 Paulus melanjutkan, "Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati." Karena mereka sadar bahwa mereka akan mati, maka para rasul itu tidak menaruh kepercayaan pada diri mereka sendiri. Kepercayaan mereka adalah pada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah yang kepada-Nya mereka percaya itu bukan hanya Dia yang menciptakan langit dan bumi. Sebaliknya, kepercayaan mereka terletak pada Allah kebangkitan, pada Allah yang membangkitkan orang mati. Di sini Paulus tidak berkata, "Aku memanggil Allah yang menciptakan langit dan bumi untuk bersaksi bagiku." Dalam ayat 9 ini Paulus tidak menyebut Allah yang menciptakan, melainkan menyebut Allah kebangkitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepercayaan Paulus bukan terletak pada dirinya sendiri, melainkan pada Allah yang membangkitkan, yaitu Allah yang membangkitkan orang mati. Menaruh kepercayaan pada Allah kebangkitan dan tidak menaruh kepercayaan pada diri sendiri adalah memperhidupkan Kristus. Jika saya menaruh kepercayaan pada diri saya sendiri, itu berarti saya sendirilah yang hidup; saya tidak memperhidupkan Kristus. Tetapi di sini ada seorang rasul yang tidak menaruh kepercayaan pada dirinya sendiri. Kepercayaannya sepenuhnya pada Allah yang membangkitkan orang mati. Dalam hal ini ia adalah satu teladan memperhidupkan Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 16&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-3858968014151980198?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3858968014151980198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3858968014151980198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-8-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 8 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-1502121691316607332</id><published>2011-11-16T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-16T00:01:00.873+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 8 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Yoh. 11:25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkara terakhir yang ditanggulangi dalam 1 Korintus adalah pengumpulan persembahan untuk orang-orang kudus yang memerlukan. Seperti yang dikatakan oleh Paulus, persembahan-persembahan itu diberikan pada hari pertama dalam seminggu. Hari pertama dalam seminggu, yaitu hari Tuhan, adalah satu tanda, satu lambang, dari Kristus yang bangkit. Sabat, hari yang ketujuh dalam seminggu adalah tanda Allah sebagai Pencipta. Sekarang hari pertama adalah tanda bahwa Allah Tritunggal telah melalui proses dalam kebangkitan untuk menjadi Roh pemberi-hayat yang almuhit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang kita lakukan dalam kehidupan gereja dalam prinsipnya harus berada pada hari pertama dalam seminggu. Ini berarti segala sesuatu harus dilakukan dalam kebangkitan. Jika kita memperhidupkan Kristus dan menikmati Dia, mengalami Dia, maka setiap hari Dia akan menjadi kebangkitan bagi kita. Demikian, setiap hari akan menjadi hari pertama dalam seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari yang pertama bukan melambangkan satu hari, melainkan melambangkan Allah Tritunggal yang telah melalui proses, telah menjadi Roh pemberi-hayat yang dapat dinikmati dan almuhit. Sekarang kita dapat menikmati Roh ini. Dengan menikmati Roh ini maka kita berada pada hari pertama dalam seminggu. Ini adalah bagi pemerintahan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu Korintus adalah satu kitab yang membicarakan tentang memperhidupkan Kristus bagi gereja, dan satu kitab yang memberi tahu kita bagaimana memperhidupkan Kristus bagi gereja. Sepanjang abad, umat Tuhan tidak menyadari bahwa 1 Korintus menyuruh kita memperhidupkan Kristus bagi gereja. Kaum beriman belum memiliki bahasa ini karena mereka tidak memiliki pengalaman rohani yang membangkitkannya. Bahasa dengan kata-kata dan istilah-istilah dapat memenuhi keperluan terhadap pengalaman. Misalnya, bertahun-tahun yang lalu tidak ada kata seperti komputer. Tetapi setelah penemuan komputer, perlu ada satu istilah untuk menggambarkannya. Haleluya untuk pengalaman rohani kita yang baru! Menurut pengalaman ini kita perlu memperhidupkan Kristus bagi gereja. Saya dapat bersaksi bahwa seluruh diri saya diduduki oleh hal ini. Saya tidak memiliki ruang untuk perkara lainnya lagi. Setiap berita saya berasal dari pengalaman ini. Secara lahiriah saya mungkin melakukan banyak hal, tetapi secara batiniah saya selalu diduduki dengan perihal memperhidupkan Kristus bagi gereja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah menekankan bahwa 1 Korintus mewahyukan bahwa kita harus memperhidupkan Kristus bagi gereja. Tetapi dalam 2 Korintus kita memiliki teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja. Wahyu yang ajaib dan menakjubkan dalam 1 Korintus ini memerlukan teladan yang disajikan dalam 2 Korintus. Karena itu, setelah Surat Kirimannya yang pertama, Paulus menulis Surat Kiriman yang kedua untuk memperlihatkan kepada kaum beriman di Korintus satu teladan dari orang yang memperhidupkan Kristus bagi gereja. Dalam berita selanjutnya kita akan melihat rincian dari teladan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 15&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-1502121691316607332?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1502121691316607332'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1502121691316607332'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-8-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 8 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-4768428088701956565</id><published>2011-11-15T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-15T00:01:00.712+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 8 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 1 Kor. 6:15-20&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita ingin memahami tulisan Paulus, kita harus tahu roh Paulus dan menjamah beban yang ada di dalam rohnya. Kita juga harus menjamah konsepsi Paulus yang dalam ini. Surat Kiriman Paulus selalu berhubungan dengan konsepsinya, bebannya, dan rohnya. Dalam 1 Korintus ia memiliki konsepsi mengenai gereja di Korintus. Selain itu, dalam rohnya ada satu beban untuk menulis kepada gereja di sana. Konsepsi Paulus dalam pasal 6 adalah kaum beriman Korintus harus tahu bahwa mereka adalah satu roh dengan Tuhan dan bahwa tubuh mereka harus diresapi dan dijenuhi oleh Roh itu sehingga menjadi anggota-anggota Kristus dan bait Roh Kudus. Paulus berbeban agar seluruh diri orang Korintus dapat diambil alih dan dimiliki oleh Allah Tritunggal. Inilah beban Paulus dalam 1 Korintus 6. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasal 10 mewahyukan bahwa Kristus yang adalah bagian kita, yang adalah kebenaran, pengudusan, dan penebusan kita, yang menjadi satu dengan kita sehingga Dia dapat membuat tubuh kita menjadi anggota-anggota-Nya dan menjadi bait Roh Kudus, telah memberikan diri-Nya sendiri kepada kita untuk menjadi makanan dan minuman kita. Kristus yang memberikan diri-Nya sendiri kepada kita untuk menjadi makanan dan minuman kita ini adalah bagi kenikmatan kita terhadap-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Kristus memberikan diri-Nya sendiri kepada kita adalah melalui kematian. Fakta bahwa darah terpisah dari tubuh menunjukkan kematian. Kapan saja darah telah terpisah dari tubuh, itu menunjukkan kematian. Kristus mati di atas salib, mencucurkan darah-Nya dan mengurbankan tubuh-Nya, bukan hanya untuk menebus kita, tetapi juga untuk memberikan diri-Nya sendiri kepada kita. Sekarang, setiap kali kita datang ke meja Tuhan, kita makan Dia dan minum Dia. Makan dan minum menunjukkan menerima. Bila kita minum sesuatu atau makan sesuatu, kita menerima sesuatu itu ke dalam kita. Kristus telah memberikan diri-Nya sendiri, dan sekarang kita menerima Dia. Haleluya untuk kenikmatan akan Kristus ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristus yang kaya yang diwahyukan dalam 1 Korintus ini adalah faktor yang unik untuk memecahkan semua masalah dalam kehidupan manusia. Jika kita menikmati Kristus ini sampai tingkat yang penuh, kita tidak akan memiliki masalah apa pun. Setiap masalah akan dipecahkan, karena kita memiliki pemecahan yang unik untuk semua masalah. Surat Kiriman yang kedua kepada orang-orang Korintus menunjukkan bahwa penyakit-penyakit yang ada di antara orang-orang Korintus telah disembuhkan oleh "obat" yang diministrikan oleh Paulus dalam Surat Kirimannya yang pertama. Dalam pasal demi pasal, Paulus "menyuntik" mereka dengan Kristus. Hasilnya, orang-orang Korintus mulai menempuh kehidupan insani yang tepat. Kehidupan insani yang demikian adalah kehidupan yang memperhidupkan Kristus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita tidak memperhidupkan Kristus, kita tidak mungkin dapat memiliki kehidupan insani yang tepat. Kita dapat memiliki kehidupan yang demikian hanya dengan menerima Kristus dan memperhidupkan Dia. Kehidupan semacam ini adalah bagi gereja. Kita perlu memperhidupkan Kristus bagi gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 15&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-4768428088701956565?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4768428088701956565'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4768428088701956565'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-8-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 8 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-7067494094774970270</id><published>2011-11-14T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-14T00:01:00.611+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 8 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 1 Kor. 1:23, 30; Ibr. 3:13&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul berita ini adalah "Teladan Memperhidupkan Kristus bagi Gereja." Betapa ajaibnya memperhidupkan Kristus bagi gereja! Saya tidak percaya bahwa sebelum tahun 1980 di antara kita ada yang tahu pernyataan "memperhidupkan Kristus bagi gereja." Pernyataan ini baru muncul belakangan ini. Namun, kita bukan hanya memperhatikan memperhidupkan Kristus bagi gereja, tetapi juga melihat teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja. Paulus adalah satu teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 1 Korintus kita melihat perkara memperhidupkan Kristus bagi gereja, tetapi baru dalam 2 Korintus kita memiliki teladan memperhidupkan Kristus bagi gereja. Saya minta Anda memperhatikan apa yang diwahyukan dalam keenam belas pasal dari 1 Korintus. Pasal-pasal ini mewahyukan bagaimana cara menikmati Kristus, bagaimana menerima Kristus menjadi hayat kita, bagaimana memperhidupkan Kristus supaya kita dapat memiliki gereja dan supaya Dia dapat memiliki Tubuh untuk menggenapkan tujuan kekal Allah. Tidak banyak pembaca Alkitab yang telah melihat bahwa 1 Korintus adalah satu kitab tentang memperhidupkan Kristus bagi gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Pelajaran-Hayat 1 Korintus, saya telah menunjukkan bahwa 1 Korintus menanggulangi banyak masalah. Masalah-masalah itu terdiri atas dua kategori: masalah-masalah dalam ruang lingkup kehidupan manusia dan masalah-masalah dalam ruang lingkup pemerintahan ilahi. Memiliki kehidupan insani yang tepat itu sangat penting. Tentunya, pemerintahan ilahi itu juga sangat penting. Sesungguhnya kita perlu memiliki satu kehidupan insani yang tepat untuk merampungkan pemerintahan Allah. Tetapi, bagaimana caranya kita memiliki kehidupan insani yang demikian, dan bagaimana caranya kita merampungkan pemerintahan Allah? Kehidupan yang bagaimana yang dapat membuat kita memiliki kehidupan insani yang tepat? Apakah cara dan sarananya agar kita dapat merampungkan pemerintahan ilahi? Kristus adalah faktor untuk memecahkan masalah-masalah di dalam ruang lingkup kehidupan manusia, dan gereja adalah faktor untuk memecahkan masalah-masalah yang berhubungan dengan pemerintahan ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristus adalah antibiotik surgawi dan ilahi yang akan membunuh kuman-kuman negatif di dalam kita. Karena kejatuhan, kuman-kuman ini telah masuk ke dalam kehidupan keluarga kita dan juga ke dalam kehidupan gereja. Satu Korintus mewahyukan bahwa gereja di Korintus telah diserang oleh kuman-kuman negatif ini. Akibatnya, runtuh dan bobrok. Kristus adalah satu-satunya "antibiotik" yang berkhasiat untuk menanggulangi kuman-kuman ini. Jadi, dalam sepuluh pasal yang pertama dari 1 Korintus kita nampak Kristus sebagai faktor, unsur, dan "obat" untuk menyembuhkan semua masalah dalam kehidupan manusia dan mengobati penyakit-penyakit dalam kehidupan gereja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gereja di Korintus memang sakit. Orang-orang kudus menderita sakit rohani, seperti perpecahan, menuntut hak, percabulan, dan menyalahgunakan hak yang Allah berikan dalam hal makan dan pernikahan. Apa yang dapat menyembuhkan kaum beriman dari penyakit-penyakit ini? Satu-satunya obat adalah Kristus, obat ilahi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 15&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-7067494094774970270?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7067494094774970270'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7067494094774970270'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-8-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 8 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-5516005403528471734</id><published>2011-11-12T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-12T00:01:01.109+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 7 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Rm. 8:3; 2 Kor. 5:14, 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita, sebagai manusia yang telah jatuh, adalah dosa, maka Kristus dijadikan dosa sebenarnya berarti Dia menjadi kita. Aspek subyektif kematian Kristus meletakkan kita pada kematian. Menurut Roma 8:3, Allah menghakimi dosa di dalam daging. Ini berarti Dia menghakimi kita; Dia menghakimi manusia alamiah. Selain itu, tirai, manusia alamiah, hayat alamiah, dan daging, telah terbelah melalui aspek subyektif kematian Kristus. Ketika dosa dihakimi dan ketika tirai itu terkoyak, kita diakhiri. Hasilnya, tirai yang kedua dihapus dan kita dapat didamaikan sepenuhnya dengan Allah. Karena itu, kita tidak boleh tetap tinggal di dalam tempat kudus; kita harus maju ke dalam tempat maha kudus. Lagi pula, kita tidak boleh mengenal satu sama lain menurut daging lagi; melainkan harus mengenal satu sama lain menurut roh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para minister dari perjanjian yang baru telah didamaikan dengan Allah sampai pada puncaknya. Semua tirai telah tiada, dan tidak ada sekatan di antara mereka dengan Allah. Mereka telah didamaikan dengan Allah secara lengkap dan juga disusun dengan Allah Tritunggal secara menyeluruh. Mereka berperilaku menurut susunan mereka. Mereka menempuh kehidupan tersalib untuk menyatakan kebenaran dan memancarkan Injil, dan mereka telah matang, masak, dan siap untuk diangkat. Sasaran mereka satu-satunya, ambisi mereka satu-satunya, adalah mencari perkenan Tuhan melalui hidup kepada Dia. Inilah orang-orang yang dapat membawa kembali orang lain kepada Allah secara menyeluruh. Karena mereka berada di dalam tempat maha kudus, maka mereka juga dapat membawa orang lain ke sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, orang-orang yang telah dibawa kembali kepada Allah di dalam tempat maha kudus ini akan menikmati Kristus sampai pada puncaknya dan bahkan menjadi kebenaran Allah dalam Dia. Paulus membicarakan tentang hal ini dalam 5:21 di mana ia berkata, "Supaya dalam Dia kita menjadi kebenaran Allah" (Tl.). Kebenaran berasal dari Allah bagi pemerintahan-Nya (Mzm. 89:15; 97:2; Yes. 32:1). Kebenaran ini adalah Kristus menjadi kebenaran kita (1 Kor. 1:30), membuat kita menjadi kebenaran Allah di dalam Dia (bukan membuat kita benar di hadapan Allah). Melalui penebusan Kristus, manusia yang adalah orang dosa bahkan dosa itu sendiri dijadikan kebenaran Allah, didamaikan dengan Allah yang benar, dan dijadikan ciptaan baru yang hidup kepada Allah bagi ketetapan kehendak kekal-Nya. Para rasul menerima amanat untuk menyuplaikan Kristus yang demikian, dengan segala hasil yang mulia dari penggenapan-Nya yang ajaib, kepada kaum beriman-Nya, yaitu anggota-anggota yang membentuk Tubuh-Nya. Puji dan mulia bagi Dia selama-lamanya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Adam kita telah jatuh begitu rendahnya sehingga kita menjadi dosa. Kita bukan hanya penuh dengan dosa di hadapan Allah -- kita bahkan menjadi dosa itu sendiri. Tetapi sekarang dalam Kristus, setelah dibawa kembali sepenuhnya kepada Allah, kita dapat menikmati Kristus sedemikian rupa sehingga di dalam Dia kita menjadi kebenaran Allah. Keselamatan yang luar biasa! Pendamaian yang luar biasa! Memiliki kenikmatan ini berarti berada di puncak keselamatan Allah, berada di puncak Sion kudus kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 14&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-5516005403528471734?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5516005403528471734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5516005403528471734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-7-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 7 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-969153037581196794</id><published>2011-11-11T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-11T00:01:00.362+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 7 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 5:18-21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah menunjukkan bahwa kedua langkah pendamaian ini secara jelas digambarkan oleh kedua tabir tabernakel. Tabir yang pertama disebut "tirai" (Kel. 26:37). Melalui pendamaian darah pendamaian, orang dosa dibawa kepada Allah, masuk ke dalam tempat kudus melalui tirai ini. Ini melambangkan langkah pertama pendamaian. Namun masih ada tabir kedua (Kel. 26:31-35; Ibr. 9:3) yang memisahkan dia dari Allah yang ada di dalam tempat maha kudus. Tabir ini perlu dikoyakkan sehingga orang dosa bisa dibawa kepada Allah di dalam tempat maha kudus. Ini adalah langkah kedua pendamaian. Kaum beriman Korintus telah didamaikan kepada Allah, telah melalui tabir pertama dan masuk ke dalam tempat kudus. Tetapi mereka masih hidup dalam daging, mereka perlu melalui tabir kedua yang sudah dikoyakkan (Mat. 27:51; Ibr. 10:20) untuk masuk ke dalam tempat maha kudus, hidup bersama Allah di dalam roh mereka (1 Kor. 6:17). Tujuan surat ini adalah membawa mereka ke sana, supaya mereka bisa menjadi orang-orang yang di dalam roh (1 Kor. 2:15), di dalam tempat maha kudus. Inilah yang dimaksud rasul ketika ia berkata, "Berilah dirimu didamaikan dengan Allah." Ini berarti mempersembahkan mereka dengan matang dalam Kristus (Kol. 1:28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 21 mengatakan, "Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah." Paulus dengan berani berkata bahwa Allah telah membuat Kristus menjadi dosa karena kita. Bagi Kristus, segala sesuatu dikenal-Nya; lalu, bagaimana Paulus dapat mengatakan bahwa Dia tidak mengenal dosa? Kristus tidak mengenal dosa dalam pengalaman melalui berkontak dengan dosa, atau secara pribadi mengenal dosa (cf. Yoh. 8:46; 1 Ptr. 2:22; Ibr. 4:15; 7:26). Dalam Alkitab kata "mengenal" sering kali memiliki arti yang lebih dalam daripada sekadar mengenal sesuatu dalam mental. Menurut Matius 7:23, pada satu hari Tuhan akan mengatakan kepada orang-orang yang melakukan kejahatan, "Aku tidak pernah mengenal kamu." Tentunya, ini bukan berarti Tuhan tidak memiliki pengetahuan tentang mereka. Begitu pula dengan 2 Korintus 5:21. Secara pengalaman dan kontak secara langsung, Tuhan tidak memiliki hubungan apa-apa dengan dosa, Dia tidak mengenal dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roma 8:3 mengatakan, "Allah mengutus Anak-Nya sendiri sebagai manusia yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa dan untuk menghapuskan dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging." Ya, Kristus telah dijadikan dosa. Tetapi dalam ayat ini dikatakan bahwa Dia berada dalam rupa daging dosa. Ini berarti Dia dijadikan bentuk dosa. Inilah yang dilambangkan dengan lambang ular tembaga. Ketika bangsa Israel digigit oleh ular, mereka menerima sifat ular yang berbisa. Dalam pandangan Allah, mereka semua menjadi ular. Karena itu, Allah menyuruh Musa meninggikan ular tembaga di atas tiang. Ular tembaga ini adalah lambang Kristus yang mati di atas salib sebagai pengganti kita. Seperti yang dengan jelas ditunjukkan oleh Yohanes 3:14, ular yang di atas tiang itu adalah lambang Kristus yang ditinggikan bagi kita. Sebagaimana ular tembaga itu ditinggikan di padang gurun, demikianlah Kristus ditinggikan di atas salib. Selain itu, sebagaimana ular tembaga ini memiliki bentuk ular tetapi tidak memiliki sifat ular yang berbisa, demikian juga Kristus memiliki bentuk, rupa, daging dosa, tetapi sebenarnya Dia tidak memiliki sifat dosa. Dia memiliki bentuk ular, tetapi tidak memiliki sifat ular. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 14&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-969153037581196794?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/969153037581196794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/969153037581196794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-7-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 7 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-4297071414772439653</id><published>2011-11-10T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-10T00:01:00.977+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 7 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 5:16-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ministri pendamaian adalah satu amanat yang diberikan kepada para rasul. Sebagai orang-orang yang telah matang dan siap untuk diangkat, para rasul diberi amanat oleh Tuhan untuk membawa orang lain sepenuhnya kembali kepada Allah. Ini adalah pendamaian yang lengkap dan menyeluruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus 5 kita melihat bahwa pendamaian ini memiliki dua tahap. Manusia yang telah jatuh tidak dapat dibawa sepenuhnya kepada Allah dengan tahap yang pertama saja. Perlu ada tahap kedua. Sewaktu Paulus membicarakan tentang ministrinya membawa orang lain kembali kepada Allah, ia dengan spontan menyajikan satu pandangan yang jelas tentang dua tahap pendamaian ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahap-tahap ini dilambangkan dengan tirai di dalam Kemah Pertemuan. Ada sebuah tirai di dalam Kemah Pertemuan yang memisahkan tempat kudus dari tempat maha kudus. Ada tirai lainnya, yang disebut tirai yang pertama dalam Ibrani 9, pada pintu masuk Kemah Pertemuan. Fungsi sebuah tirai adalah menahan di luar hal-hal yang negatif (seperti serangga) dan membiarkan hal-hal yang positif masuk. Tirai yang kedua, yaitu tirai yang memisahkan tempat kudus dari tempat maha kudus, disebut tirai atau tabir. Daerah di luar Kemah Pertemuan itu adalah pelataran luar. Menurut perlambangan, pelataran luar melambangkan dunia. Maka, kemah di pelataran luar menandakan tempat kediaman Allah di dunia. Di dunia ini ada satu tempat di mana Allah tinggal, dan tempat itu adalah Kemah Pertemuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu kaum beriman di Korintus adalah orang-orang dosa dan pemberontak, tetapi mereka telah didamaikan kepada Allah. Namun, mereka masih berada di dalam tempat kudus, bukan berada di dalam tempat maha kudus. Tujuan Paulus dalam 1 dan 2 Korintus adalah membawa kaum beriman ini ke dalam tempat maha kudus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum beriman di Korintus telah mengalami tahap pendamaian yang pertama, tetapi mereka belum mengalami tahap yang kedua. Mereka telah didamaikan sepenuhnya kepada Allah. Sebagaimana ada tirai di antara tempat kudus dan tempat maha kudus, demikian juga ada tirai yang tetap ada di antara orang-orang Korintus dan Allah. Menurut Ibrani 10:20, tirai ini adalah daging. Daging adalah tirai yang menjauhkan kaum beriman Korintus dari hadirat langsung Allah di dalam tempat maha kudus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus dan para minister dari perjanjian yang baru lainnya, yaitu orang-orang yang telah disusun dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan yang telah matang dalam hayat, tidak diragukan lagi berada di dalam tempat maha kudus. Mereka hidup di dalam roh, dan mereka telah matang, siap untuk diangkat. Sasaran mereka satu-satunya adalah mencari perkenan Tuhan melalui hidup kepada Dia. Sebagai orang-orang yang demikian, dengan spontan, mereka dapat membawa orang lain sepenuhnya kembali kepada Allah. Karena alasan ini, pada akhir pasal 5 Paulus menunjukkan bahwa mereka, para minister dari perjanjian yang baru, adalah orang-orang yang bukan hanya menuntut untuk mendamaikan orang-orang dosa kepada Allah, tetapi juga mendamaikan kaum beriman kepada Allah secara penuh. Para minister dari perjanjian yang baru ini layak untuk membawa kembali kepada Allah orang yang belum sepenuhnya didamaikan kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 14&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-4297071414772439653?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4297071414772439653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4297071414772439653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-7-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 7 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-8638560179671771640</id><published>2011-11-09T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-09T00:01:00.615+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 7 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 5:9-15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 5:15 Paulus berkata, "Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka." Orang-orang dunia hidup kepada dirinya sendiri. Tetapi kasih Kristus mendesak kita untuk hidup kepada Dia dan bukan kepada diri kita sendiri. Hidup kepada diri kita sendiri berarti kita berada di bawah kendali, arahan, dan pemerintahan kita sendiri dan bahwa kita memperhatikan tujuan dan sasaran kita sendiri. Ini bukan hanya hidup untuk diri kita sendiri, melainkan juga hidup kepada diri sendiri. Tetapi para rasul, yang telah matang dan siap untuk diangkat, hanya memiliki satu ambisi untuk mencari perkenan Tuhan melalui hidup kepada Dia. Mereka mutlak berada di bawah Tuhan. Mereka berada di bawah arahan, kendali, dan pemerintahan-Nya. Segala sesuatu yang mereka lakukan adalah untuk memenuhi tujuan dan kedambaan Tuhan. Sebagai orang-orang yang demikian, mereka tidak hidup kepada hukum Taurat, atau kepada diri mereka sendiri, atau kepada sesuatu selain dari Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus tidak hidup kepada dirinya sendiri atau kepada sesuatu selain dari Majikannya, Kristus. Ia selalu berlatih untuk melakukan apa yang akan menyenangkan Tuhan. Ia sangat berbeda dengan rabi (guru) yang hidup kepada hukum Taurat dan melakukan apa saja dengan memandang hukum Taurat. Sebagai orang yang telah matang, dewasa, dan siap untuk diangkat, satu-satunya sasaran Paulus adalah mencari perkenan Majikannya, yaitu yang kedatangan-Nya sedang dinanti-nantikannya. Paulus mencari perkenan Tuhan bukan dengan melakukan satu pekerjaan, melainkan melalui hidup kepada Dia dalam setiap aspek dari kehidupannya sehari-hari. Demikian juga, hari ini kita tidak boleh mencari perkenan diri kita sendiri, melainkan mencari perkenan Tuhan melalui hidup kepada Dia. Semua yang kita lakukan harus kepada Dia. Ini adalah perkara yang vital dalam bagian dari 2 Korintus 5 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 14 Paulus menjelaskan, "Sebab kasih Kristus menguasai kami, karena kami telah mengerti bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati." Kasih Kristus terhadap kita telah dinyatakan di atas salib melalui kematian-Nya bagi kita (Gal. 2:20). Kasih ini menguasai kita. Paulus menyimpulkan bahwa karena Dia telah mati untuk kita semua, maka kita semua telah mati. Kematian Kristus karena kasih adalah faktor penggerak sehingga para rasul dikuasai untuk menempuh hidup yang mengasihi Kristus. Karena Kristus telah mati menggantikan kita, menderita hukuman mati bagi kita semua, maka dalam pandangan Allah, kita semua telah mati. Karena itu, kita tidak perlu mati sebagaimana telah ditetapkan bagi manusia (Ibr. 9:27). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah kita tunjukkan, Kristus telah mati untuk kita semua supaya kita tidak lagi hidup untuk diri kita sendiri, melainkan hidup kepada-Nya. Kematian Kristus bukan hanya menyelamatkan kita dari kematian supaya kita tidak perlu mati, tetapi juga membuat kita, melalui kebangkitan-Nya, tidak hidup untuk diri kita sendiri lagi, melainkan hidup kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 13&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-8638560179671771640?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8638560179671771640'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8638560179671771640'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-7-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 7 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-6983214110193034466</id><published>2011-11-08T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-08T00:01:00.377+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 7 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 1 Kor. 15:31; 2 Kor. 5:1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 5:1 Paulus mengatakan "kemah tempat kediaman kita di bumi," satu ekspresi yang agak khusus. Dalam Alkitab kemah adalah satu istilah khusus yang menunjukkan tempat kediaman Allah. Pemakaian kata ini dalam 5:1 oleh Paulus menunjukkan bahwa tempat kediaman kita juga adalah tempat kediaman Allah. Lagi pula, kemah ini bukan hanya tempat kediaman bagi Allah dan kita, tetapi juga satu tempat bagi kita untuk menyembah Allah. Hari ini tubuh jasmani kita adalah sebuah kemah, sebuah bait. Tubuh jasmani kita, yang di dalamnya pribadi manusia kita berhuni, bukan hanya bagi hidup kita, tetapi juga bagi penyembahan kepada Allah. Inilah alasan Paulus menyebut tubuh kita sebagai satu "kemah tempat kediaman."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran Paulus di sini sangat dalam. Pemikirannya sepenuhnya dijenuhi dengan Allah. Dia benar-benar matang dan masak. Karena itu, ia rindu untuk diangkat. Ia tidak ingin tidak berpakaian; ia rindu mengenakan tubuh yang telah ditransfigurasi. Bila Anda memiliki kerinduan yang demikian, kedambaan yang demikian, Anda adalah seorang beriman yang matang, yang siap untuk dituai, siap untuk dipanen. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain damba diangkat, kita juga perlu satu ambisi untuk mencari perkenan Tuhan. Paulus membicarakan tentang hal ini dalam ayat 9: "Sebab itu juga kami berusaha, supaya kami berkenan kepada-Nya, baik kami tinggal di dalam tubuh ini, maupun kami tinggal di luarnya." Setelah menggambarkan kerinduannya untuk mengenakan tubuh yang telah ditransfigurasi dalam 5:1-8, Paulus selanjutnya membicarakan mengenai ambisi untuk mencari perkenan Tuhan melalui hidup kepada Dia (5:9-15). Ambisi dalam ayat 9 ini berarti bergairah untuk sasaran yang besar, berusaha sekuat tenaga, untuk mencari perkenan Tuhan. Baik "tinggal di dalam tubuh ini, maupun tinggal di luarnya," ini adalah ambisi Paulus. Frase "di dalam tubuh" dan "di luar tubuh" berarti hidup dan tetap tinggal dalam tubuh, atau mati dan tinggal bersama Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 9 ini Paulus seolah-olah berkata, "Aku berambisi untuk mencari perkenan Tuhan. Aku telah matang dan siap diangkat. Tidak ada lagi yang perlu aku lakukan. Tetapi sewaktu aku menantikan hal ini, aku memiliki satu hal di dalam hatiku -- mencari perkenan Tuhan. Aku tidak memiliki ambisi, tujuan, atau sasaran lainnya. Satu-satunya ambisiku adalah mencari perkenan Tuhan melalui hidup kepada Dia."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dalam 5:9 Paulus membicarakan tentang hidup kepada Tuhan dan bukan hidup oleh Dia, untuk Dia, atau bersama Dia? Untuk menjawab pertanyaan ini, akan sangat membantu bila kita membaca Galatia 2:19: "Sebab aku telah mati oleh hukum Taurat untuk hukum Taurat, supaya aku hidup untuk (kepada) Allah." Meskipun frase "hidup untuk (kepada) Allah" ini sulit untuk didefinisikan, tetapi kaya dalam implikasinya. Dalam Galatia 2:19 Paulus mengatakan bahwa ia hidup kepada Allah, bukan hidup kepada hukum Taurat. Hidup kepada hukum Taurat berarti kita berada di bawah hukum Taurat, dipimpin oleh hukum Taurat, dikendalikan oleh hukum Taurat, dan bertanggung jawab untuk memenuhi hukum Taurat. Hidup kepada Allah, atau kepada Tuhan, berarti kita berada di bawah pimpinan dan pengendalian Tuhan, kita mau memenuhi tuntutan-tuntutan-Nya, memuaskan kedambaan-kedambaan-Nya, dan menyelesaikan apa yang Dia inginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 13&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-6983214110193034466?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6983214110193034466'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6983214110193034466'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-7-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 7 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-6982607274343142032</id><published>2011-11-07T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-07T00:01:00.197+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 7 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 5:9-15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah menunjukkan bahwa kualifikasi dasar seorang minister dari perjanjian yang baru adalah disusun dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Penyusunan ini adalah dasar, pondasi, dari kualifikasi itu. Hari ini kita juga memerlukan pondasi ini. Dalam melakukan sesuatu atau mempelajari sesuatu, kita memerlukan satu dasar. Jika kita ingin menjadi para minister dari perjanjian yang baru, kita harus memiliki satu susunan sebagai kualifikasi dasar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualifikasi yang kedua para minister dari perjanjian yang baru adalah berperilaku untuk memancarkan Injil. Perilaku dan tingkah laku mereka berdasar pada penyusunan ini. Karena mereka telah disusun dengan cara tertentu, maka mereka dapat menempuh satu kehidupan yang mengekspresikan kebenaran dan memancarkan kemuliaan Injil. Mereka tidak perlu memutuskan untuk berbuat sesuatu agar diri mereka dapat memancarkan Injil. Tidak, di luar kesadaran mereka dan maksud mereka, hanya dengan cara mereka hidup, ada satu pancaran dari diri mereka. Penyusunan mereka itu menjadi pancaran mereka. Misalnya, arang tidak dapat bersinar, sedangkan koin emas dapat bersinar. Di antara arang dan emas ada satu perbedaan susunan. Karena susunannya, para rasul dapat memancarkan kemuliaan Injil. Mereka tidak perlu memberitakan, karena diri mereka sendiri adalah pancaran Injil itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, para rasul menempuh kehidupan tersalib. Hari demi hari mereka berada di bawah penggilingan. Sebagaimana Yesus orang Nazaret menempuh kehidupan tersalib, demikian juga para rasul menempuh kehidupan semacam ini. Tuhan Yesus disalibkan sepanjang hidup-Nya. Dia menempuh kehidupan tersalib sejak Dia lahir di palungan. Kemudian melalui seumur hidup-Nya, secara berkesinambungan Dia disalibkan. Dia berada di bawah penggilingan, pembunuhan, dan diletakkan pada kematian. Tetapi pembunuhan itu memberi kesempatan kepada-Nya untuk menyatakan hayat kebangkitan dari dalam-Nya. Sebelum Kristus benar-benar dipaku di atas salib, Dia telah menempuh kehidupan tersalib. Demikian juga, sebelum Kristus bangkit, hayat kebangkitan ini telah diekspresikan di dalam-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ministri mereka, di satu pihak, para rasul adalah tawanan-tawanan dalam perarakan kemenangan Tuhan. Di pihak lain, mereka adalah orang-orang yang tersalib, orang-orang yang setiap hari menempuh kehidupan tersalib. Mereka diletakkan pada kematian, disalibkan, bukan hanya oleh para penentang mereka, bahkan oleh kaum beriman. Dengan membaca kitab 1 Korintus kita dapat melihat bahwa kaum beriman Korintus meletakkan para rasul pada salib. Inilah sebabnya Paulus berkata, "Tiap-tiap hari aku berhadapan dengan maut" (1 Kor. 15:31). Setiap hari ia diletakkan pada kematian. Inilah menempuh kehidupan tersalib untuk mengekspresikan hayat kebangkitan dan membuat segala sesuatu yang diministrikan oleh para rasul kepada orang lain adalah sejati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di bawah penggilingan ini, manusia lahiriah para rasul dihabisi. Tetapi pada saat itu juga manusia batiniah mereka diperbarui. Mereka disusun dengan Allah Tritunggal, mereka berperilaku menurut susunan ini untuk memancarkan kemuliaan Injil, dan mereka menempuh kehidupan tersalib untuk menghabisi manusia lahiriah dan memperbarui manusia baru. Inilah kualifikasi-kualifikasi mereka untuk menjadi para minister dari perjanjian yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 13&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-6982607274343142032?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6982607274343142032'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6982607274343142032'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-7-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 7 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-7013988407597939883</id><published>2011-11-05T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-05T00:01:00.254+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 6 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 5:5-8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 5 mengatakan, "Tetapi Allahlah yang justru mempersiapkan kita untuk hal itu dan sebagai jaminannya Dia mengaruniakan Roh kepada kita." Dengan cara bagaimanakah Allah mempersiapkan kita? Pertama, Dia menaburkan diri-Nya sendiri sebagai benih ke dalam diri kita. Ini ditunjukkan oleh perumpamaan tentang penabur dalam Matius 13. Tuhan Yesus datang sebagai seorang penabur untuk menaburkan diri-Nya sendiri ke dalam kita. Hati kita adalah tanah bagi pertumbuhan Kristus. Akhirnya, Kristus akan bertumbuh di dalam kita dan menjenuhi seluruh diri kita. Inilah persiapan Kristus untuk menjenuhi tubuh kita. Di satu pihak, ketika kita ditransfigurasi, secara lahiriah kita akan mengenakan tubuh yang rohani. Di pihak lain, transfigurasi berarti Kristus yang berhuni menjenuhi tubuh kita dan menelan unsur maut yang ada di dalam tubuh kita. Dia telah ditaburkan ke dalam roh dan hati kita, sekarang Dia sedang menjenuhi jiwa kita. Kemudian pada suatu hari, Dia akan menyebar dari jiwa ke dalam tubuh kita dan menjenuhi tubuh kita. Ketika tubuh kita dijenuhi sepenuhnya, tubuh kita akan menjadi satu tubuh yang baru, satu bangunan yang baru, yang akan dikenakan kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Dia yang mempersiapkan kita untuk hal ini, Allah telah memberikan Roh itu kepada kita sebagai jaminan. Roh itu adalah garansi bahwa Allah akan menggenapkan hal ini. Roh itu adalah Kristus, dan Kristus adalah perwujudan Allah. Karena itu, sebenarnya Allah telah menaruh diri-Nya sendiri ke dalam diri kita sebagai garansi bahwa Dia akan mengubah tubuh kita sehingga kita akan sepenuhnya diserupakan kepada Kristus dalam kebangkitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 7 mengatakan, "Sebab hidup kami ini adalah hidup berdasarkan iman, bukan berdasarkan apa yang kelihatan." Yang kelihatan mengacu kepada yang dapat dilihat; jadi, berarti nampak. Para rasul mengatur hidup mereka dan berperilaku berdasarkan iman, seperti disinggung dalam Ibrani 11, bukan berdasarkan apa yang kelihatan. Dengan demikian mereka menyadari bahwa mereka jauh dari Tuhan ketika mereka berada dalam tubuh jasmani mereka. Ini sesuai dengan perkataan dalam 4:18. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 8 Paulus berkata, "Tetapi hati kami tabah, dan kami lebih suka beralih dari tubuh ini untuk menetap dengan Tuhan." Beralih dari tubuh ini berarti mati, terlepas dari alam materi untuk beserta Tuhan dalam alam rohani. Para rasul yang sering menjumpai aniaya dan diserahkan kepada maut (1:8-9; 4:11; 11:23; 1 Kor. 15:31), lebih suka mati, terlepas dari tubuh yang membatasi mereka, sehingga mereka mendapatkan kebebasan untuk berdiam bersama Tuhan dalam alam yang lebih baik (Flp. 1:23). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu para rasul hidup menurut penyusunan rohani mereka untuk memancarkan kemuliaan Injil, dan sewaktu mereka menempuh kehidupan tersalib, mereka selalu rindu untuk mengenakan tubuh yang surgawi. Kedambaan mereka adalah diangkat, ditransfigurasi. Inilah gambaran dari para minister dari perjanjian yang baru. Mereka adalah orang-orang yang bukan milik bumi. Sebaliknya, mereka mutlak milik alam lainnya dan hidup di dalam alam itu. Meskipun mereka ada di bumi, kedambaan mereka adalah berada di dalam alam lainnya. Kedambaan mereka adalah mengenakan tubuh lainnya dan berada di dalam rumah lainnya bersama Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 12&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-7013988407597939883?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7013988407597939883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7013988407597939883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-6-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 6 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-4728005914077284409</id><published>2011-11-04T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-04T00:01:00.302+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 6 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 5:2-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah "kemah tempat kediaman" di sini sangat khusus. Tubuh kita adalah tempat kediaman juga kemah. Kata tempat kediaman menunjukkan bahwa tubuh adalah tempat tinggal kita, dan kata kemah menunjukkan bahwa tempat kediaman ini adalah tempat tinggal yang sementara. Ini bukanlah satu bangunan yang berdasar, melainkan satu kemah yang mirip dengan yang didirikan di padang gurun. Seperti yang ditunjukkan oleh Paulus, suatu hari kemah tempat kediaman ini akan dibongkar. Di sini Paulus bukan hanya mengatakan bahwa tubuh fana kita akan mati. Sebaliknya ia juga mengatakan bahwa kemah tempat kediaman di bumi ini akan dibongkar. Bila hal ini terjadi, kita akan memiliki satu bangunan dari Allah, bukan kemah lainnya. Bangunan ini akan menjadi satu bangunan yang mapan dan memiliki pondasi. Lagi pula, rumah ini bukanlah surga, melainkan berada di surga, yang berlawanan dengan di bumi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bangunan ini adalah tubuh yang bangkit, tubuh yang sudah ditransfigurasi, tubuh rohani yang disinggung dalam 1 Korintus 15. Hari ini tubuh kita adalah tubuh yang jiwani, tetapi pada suatu hari, tubuh ini akan ditransfigurasi menjadi tubuh yang rohani. Sebagai tubuh yang jiwani, tubuh ini memiliki jiwa sebagai hayatnya. Ketika tubuh ini menjadi tubuh yang rohani, tubuh ini akan dipimpin oleh roh. Bangunan itu akan menjadi tempat kediaman kita, tempat kediaman yang bukan dibuat oleh tangan manusia, melainkan tempat kediaman yang berasal dari Allah di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 2 Paulus berkata, "Selama kita di dalam kemah ini, kita mengeluh, karena kita rindu mengenakan tempat kediaman surgawi." Kata "ini" mengacu kepada kemah dalam ayat 1. Mengenakan adalah ditransfigurasi dan diserupakan dengan tubuh kemuliaan Kristus. Para rasul rindu akan hal ini. Tempat kediaman kita yang surgawi, atau yang berasal dari surga, mengacu kepada tempat kediaman di surga di dalam ayat 1. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tubuh yang telah jatuh, tubuh fana kita adalah satu beban yang berat bagi kita. Di bawah beratnya beban ini, kita mengeluh, bukan karena kita tidak mau kedapatan tidak berpakaian, atau telanjang, tetapi karena kita ingin mengenakan tubuh yang telah ditransfigurasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus tidak ingin mati, ia jelas ingin diangkat. Dia ingin mengenakan dan memiliki tubuhnya ditransfigurasi. Maka yang fana itu akan ditelan oleh hayat. Ketika kita diangkat, ditransfigurasi, dan mengenakan tubuh yang surgawi, rohani, dan yang bangkit ini, maka yang fana itu akan ditelan oleh hayat. Inilah kerinduan Paulus. Banyak dari antara kita yang belum sampai kepada tahap ini dalam kehidupan kristiani kita. Sebaliknya, orang-orang muda mungkin lebih suka lebih lama hidup di bumi. Tetapi orang-orang yang lebih tua damba untuk diangkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 12&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-4728005914077284409?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4728005914077284409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4728005914077284409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-6-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 6 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-8533744298571521995</id><published>2011-11-03T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-03T00:01:01.071+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 6 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 5:1-8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika para minister perjanjian yang baru berperilaku menurut penyusunan batiniah mereka dan menempuh kehidupan tersalib untuk mengekspresikan hayat kebangkitan, mereka merindukan, mengharapkan, mendambakan untuk mengenakan tubuh yang sudah diubah. Ini berarti mereka rindu akan penebusan tubuh mereka. Roh mereka telah dilahirkan kembali, jiwa mereka telah diperbarui dan diubah, tetapi masih ada satu masalah yang berhubungan dengan tubuh yang telah jatuh dan fana ini. Tubuh ini adalah satu beban bagi mereka. Mereka mengeluh di bawah beban ini. Mereka tidak memiliki masalah apa pun dalam roh mereka atau dalam jiwa mereka. Jiwa mereka telah disusun dengan unsur ilahi. Tetapi mereka masih memiliki satu masalah dengan tubuh yang fana ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam karunia keselamatan Allah yang penuh dan lengkap, ada satu hal yang berkaitan dengan masalah tubuh fana kita, yakni transfigurasi. Transfigurasi mengubah tubuh fana kita menjadi tubuh yang mulia, sama seperti tubuh kebangkitan Tuhan Yesus. Aspek karunia keselamatan Allah ini sangat mengandung janji; janji ini adalah pengharapan akan kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah memberi kita satu pandangan yang jelas tentang bagaimana para minister dari perjanjian yang baru ini disusun dengan Allah Tritunggal dan bagaimana mereka berperilaku untuk memancarkan Injil dan menempuh kehidupan tersalib, Paulus selanjutnya membicarakan kerinduan mereka untuk memiliki penebusan atas tubuh yang telah jatuh ini. Namun, dalam Surat Kiriman ini, Paulus tidak membicarakan tentang penebusan tubuh kita, istilah yang digunakan dalam Roma 8. Sebaliknya, ia memilih perkataan lainnya, yaitu satu ekspresi yang lebih dalam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Korintus 5:1 mengatakan, "Karena kami tahu bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di surga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia." "Karena" menunjukkan bahwa apa yang akan disinggung adalah penjelasan dari apa yang dikatakan dalam 4:13-18. Dalam pasal ini rasul memberi tahu kita tentang kerinduan mereka terhadap penebusan tubuh (ayat 1-8; Rm. 8:23), ambisi dan tekad mereka untuk menyenangkan hati Tuhan (ayat 9-15), serta amanat Tuhan kepada mereka untuk ciptaan baru-Nya (ayat 16-21). Mereka memperhatikan hal-hal yang tidak kelihatan, bukan hal-hal yang kelihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 12&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-8533744298571521995?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8533744298571521995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8533744298571521995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-6-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 6 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-1111600352460495855</id><published>2011-11-02T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-11-02T00:01:00.240+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 6 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:16-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia batiniah ini diperbarui melalui dirawat dengan suplai segar dari hayat kebangkitan. Sewaktu tubuh fana kita, manusia lahiriah kita, dihabiskan oleh pekerjaan pembunuhan kematian, manusia batiniah kita, yaitu roh kita yang telah dilahirkan kembali dengan bagian-bagian batin kita (Yer. 31:33; Ibr. 8:10; Rm. 7:22, 25) diperbarui secara metabolis dari hari ke hari dengan suplai hayat kebangkitan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diperbarui mirip dengan disusun. Dalam kedua kasus ini perlu ada unsur yang khusus. Agar kita dapat diperbarui, beberapa unsur harus ditambahkan kepada kita. Unsur pembaruan ini adalah harta yang tersembunyi di dalam kita (ayat 7). Namun, untuk diperbarui, tidaklah memadai bila kita hanya memiliki harta yang di dalam saja. Juga perlu ada pembunuhan, penghancuran, penamatan, dan penggilingan. Karena alasan ini, secara batiniah kita memiliki harta ini, dan secara lahiriah kita memiliki lingkungan. Melalui lingkungan, Allah dengan berdaulat menempatkan kita di bawah batu-batu penggilingan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak mungkin melarikan diri dari tangan Allah. Sudah matangkah Anda? Sudahkah Anda diremukkan? Anda mungkin masih memakai kepintaran Anda untuk melarikan diri dari peremukan dan penggilingan ini. Tidak ada seorang pun yang dapat membereskan Anda. Namun, orang-orang yang berusaha keras untuk melarikan diri dari peremukan itu akhirnya justru paling banyak menderita. Dihabiskan adalah nasib kita. Saudara-saudara, Tuhan mungkin akan memakai istri Anda untuk menggiling Anda. Bahkan istri yang terbaik pun akan demikian dipakai oleh Tuhan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kita mengasihi Tuhan, maka kita rela digiling. Tetapi ini bukan berarti kita harus menempatkan diri kita di antara batu-batu penggilingan itu. Itu adalah bunuh diri, bukan penggilingan. Biarlah Tuhan secara berdaulat menempatkan Anda di bawah penggilingan itu. Tidak perlu melakukan sesuatu mengenai hal itu; itu akan terjadi dengan spontan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan menghabiskan manusia lahiriah, barulah Kristus dapat diperhidupkan dan diministrikan kepada orang lain. Inilah jalan Tuhan. Hanya dengan jalan inilah mempelai perempuan baru dapat dipersiapkan bagi-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 18 mengatakan, "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal." Hal-hal yang kelihatan adalah penderitaan yang sementara, sedangkan hal-hal yang tidak kelihatan adalah kemuliaan yang kekal. Paulus tidak mempedulikan penderitaan, lingkungan, kemiskinan, penentangan, penganiayaan, atau penggilingan. Hal-hal itu, yang kelihatan, adalah yang sementara. Ia hanya memperhatikan hal-hal yang kekal. Ia tahu bahwa sewaktu ia berada dalam keadaan digiling, penderitaan itu akan mengerjakan sesuatu yang unggul, indah, dan kekal. Dengan cara inilah kita akan didandani sebagai mempelai perempuan yang cantik dan cemerlang bagi Kristus pada kedatangan-Nya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 11&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-1111600352460495855?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1111600352460495855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1111600352460495855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-6-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 6 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-3733155754766233276</id><published>2011-11-01T00:01:00.001+07:00</published><updated>2011-11-01T00:01:00.878+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 6 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:1, 16-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 4:16 Paulus berkata, "Sebab itu, kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami diperbarui dari hari ke hari." Dalam ayat ini Paulus mengatakan, seperti yang dikatakannya dalam 4:1, "Kami tidak tawar hati." Banyak peristiwa yang terjadi dapat membuat Paulus dan sekerja-sekerjanya putus asa dan tawar hati. Hampir tidak ada sesuatu yang menghibur mereka. Namun, karena mereka berada dalam kebangkitan, maka mereka tidak tawar hati. Sebenarnya, kebangkitan memerlukan kematian, kekecewaan, dan keputusasaan agar dapat diekspresikan. Tanpa kematian, bagaimana mungkin ada pengeskpresian hayat kebangkitan? Kematian membuat kebangkitan itu terekspresikan. Karena itu, sewaktu para rasul melalui kematian, mereka tidak tawar hati. Meskipun banyak hal yang mengecewakan telah terjadi, tetapi mereka tidak tawar hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut konteks dari 2 Korintus 4, manusia lahiriah ini terutama mengacu kepada tubuh dalam ayat 10 dan kepada tubuh yang fana dalam ayat 11. Istilah-istilah ini digunakan secara bergantian, karena tubuh kita yang telah jatuh telah menjadi daging yang fana. Manusia lahiriah dalam ayat 16 ini tentu mengacu kepada tubuh yang telah jatuh, yaitu daging yang fana ini. Namun, tidaklah memadai bila mengatakan bahwa manusia lahiriah ini hanya mengacu kepada tubuh. Pemahaman ini tidak lengkap, karena tubuh itu sendiri tidak dapat menjadi seorang manusia, satu persona. Tubuh hanyalah satu organ. Dalam 1 Korintus 15:44 Paulus membicarakan tentang tubuh jiwani, tubuh alamiah yang dengan jiwa sebagai hayatnya, tubuh yang di dalamnya jiwa berkuasa. Karena itu, manusia lahiriah memiliki tubuh sebagai organnya dan jiwa sebagai hayat dan pribadinya. Jadi, manusia lahiriah meliputi tubuh dan jiwa. Tubuh bukanlah pribadi. Pribadinya adalah jiwa, dan tubuh adalah satu organ. Demikian juga, tubuh itu bukanlah hayat; hayat manusia lahiriah adalah jiwa. Jiwa adalah pribadi dan hayat manusia lahiriah. Memang, tubuh adalah bagian utama dari manusia lahiriah ini. Namun, tubuh hanyalah satu organ yang dikendali oleh jiwa, dengan jiwa sebagai hayat, dan dipakai oleh jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia batiniah adalah roh kita yang telah dilahirkan kembali dengan jiwa sebagai organnya. Roh adalah hayat dan personanya, dan jiwa yang diperbarui adalah organnya. Hayat jiwa, yaitu hayat yang jiwani harus disangkal. Tetapi fungsi jiwa -- pikiran, tekad, dan emosi -- harus diperbarui. Dalam kehidupan gereja, kita sedang mengalami pembaruan pikiran dan peninggian pikiran. Bila pikiran kita ditundukkan oleh Tuhan, pikiran itu diperbarui. Kemudian pikiran ini dapat dipakai oleh roh kita, yang adalah persona manusia batiniah. Manusia lahiriah dihabiskan, dikikis, dan diletakkan pada kematian. Sedangkan manusia batiniah diperbarui dari hari ke hari. Dihabiskan menunjukkan pengurangan, sedang diperbarui menunjukkan pertumbuhan. Jadi, manusia lahiriah kita berkurang, sedang manusia batiniah kita bertumbuh. Secara lahiriah tubuh saya menjadi semakin tua, tetapi manusia batiniah saya menjadi semakin muda dan baru. Secara lahiriah kita semua sedang menjadi semakin tua, tetapi secara batiniah kita menjadi semakin baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 11&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-3733155754766233276?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3733155754766233276'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3733155754766233276'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/11/2-korintus-minggu-6-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 6 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-5225820242621154498</id><published>2011-10-31T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-31T00:01:00.163+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 6 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:16-18&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pasal 3 dan 4 kita melihat bahwa pertama-tama rasul disusun dengan Allah itu sendiri. Penyusunan itu adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan dan perilaku mereka. Setiap aspek dari kehidupan dan perilaku mereka berdasar pada penyusunan itu. Tidak hanya demikian, penyusunan itu memberikan suplai hayat dengan kuasa, kekuatan, kekayaan, hikmat, dan bahkan ministri kepada mereka. Mereka meministrikan dengan apa yang telah disusun ke dalam mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para rasul tidak memberitakan sesuatu yang hanya mereka dengar atau yang telah diajarkan kepada mereka. Apa yang mereka ministrikan bukanlah sesuatu yang hanya diwahyukan dalam satu penglihatan. Apa yang mereka beritakan, ajarkan, dan ministrikan benar-benar adalah apa yang telah disusun ke dalam mereka. Para rasul ini disusun dengan cara tertentu, dan menjadi orang-orang yang telah tersusun. Karena itu, apa yang mereka ministrikan adalah susunan mereka. Mereka meministrikan apa adanya mereka beserta apa jadinya (terbentuknya) mereka. Ini berarti penyusunan ulang mereka menjadi ministri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu yang berhubungan dengan penyusunan ini bersifat organik dan berasal dari hayat. Hayat ini adalah oleh Roh itu, perampungan akhir dari Allah yang telah melalui proses. Paulus adalah orang yang disusun dari Allah. Membicarakan dia sebagai seorang manusia-Allah saja tidaklah cukup, karena ia sebenarnya adalah seorang yang disusun dari Allah. Karena itu, ministri Paulus adalah diri manusianya. Apa yang ia beritakan dan ajarkan adalah apa adanya dirinya. Ia meministrikan ada adanya dirinya kepada orang lain. Sewaktu Paulus meministrikan dengan cara ini, Kristus disalurkan ke dalam orang lain, karena Paulus dan Kristus telah menjadi satu. Paulus adalah orang yang bersatu dengan Kristus dan disusun dari Kristus. Ministrinya adalah ministri Kristus yang telah tersusun ke dalam dirinya. Tanpa ministri semacam ini, tidak mungkin kita mendapatkan gereja yang dibangun dengan memadai atau mendapatkan mempelai perempuan yang berdandan rapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab menunjukkan bahwa apa yang Allah prakarsai pada mulanya, pasti akan digenapkan. Lagi pula, Allah adalah Allah kebangkitan. Sebagai Allah kebangkitan, tujuan-Nya tidak dapat gagal, dan Dia sendiri tidak dapat digagalkan. Sebaliknya, semua rintangan dan penyimpangan membuktikan keadaan-Nya yang tidak berubah, membuktikan bahwa Dia adalah Allah yang tidak berubah. Apa yang telah ditentukan-Nya, akan Dia genapkan. Apa yang telah Dia rencanakan untuk dilakukan, akan Dia genapkan pada akhirnya. Dalam Perjanjian Baru Allah memulai dengan sekelompok minister. Paulus termasuk di antara mereka. Pada akhirnya, Allah juga akan memiliki sekelompok minister yang semacam itu. Di sana sini di seluruh dunia, Dia harus memiliki para minister dari perjanjian yang baru. Saya berbeban agar di antara kita akan ada banyak orang yang menjadi para minister dari perjanjian yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 11&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-5225820242621154498?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5225820242621154498'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5225820242621154498'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-6-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 6 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-6017270951600458443</id><published>2011-10-29T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-29T00:01:00.135+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 5 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:9-15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 8 hingga ayat 18 menggambarkan kehidupan para rasul menyatakan bahwa para rasul menempuh kehidupan tersalib dalam kebangkitan, atau memperhidupkan hayat kebangkitan di bawah pembunuhan salib, untuk menggenapkan ministri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 10 melanjutkan, "Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami, supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami." Membawa kepada kematian di sini berarti membunuh, mematikan; mengacu kepada pekerjaan maut, pekerjaan salib, yang diderita dan dilalui Tuhan Yesus. Ketika Tuhan di bumi, setiap hari Dia berada di bawah pembunuhan ini; hari demi hari Dia mengalami diletakkan di bawah kematian. Para rasul juga mengalami hal ini. Setiap hari mereka berada di bawah pembunuhan; setiap hari mereka diletakkan di bawah kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para rasul mengalami pekerjaan pembunuhan ini "supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami." Kata "supaya" di sini juga berarti agar, hasil. Pembunuhan salib menghasilkan penyataan hayat kebangkitan. Pembunuhan sehari-hari ini adalah untuk melepaskan hayat ilahi dalam kebangkitan. Hayat dalam ayat 10 ini adalah hayat kebangkitan, yang Tuhan Yesus tempuh dan tampilkan melalui pekerjaan salib. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penggilingan setiap hari yang terus-menerus bekerja untuk satu tujuan khusus: supaya kehidupan Yesus dapat ternyata di dalam tubuh kita. Hayat ini adalah hayat kebangkitan. Tuhan Yesus memperhidupkan hayat kebangkitan bahkan sebelum Dia tersalib. Hayat yang Dia tempuh di bumi adalah satu hayat kebangkitan. Hayat kebangkitan ini adalah satu hayat yang dapat melawan pembunuhan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 14 mengatakan, "Karena kami tahu bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Ia juga akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya." Ini menunjukkan bahwa para rasul menganggap diri mereka sendiri sebagai orang-orang yang telah mati (1:9), karena untuk tujuan Tuhan, mereka selalu diserahkan kepada kematian (4:11). Satu-satunya harapan mereka ada di dalam Allah yang membangkitkan Tuhan Yesus dan yang juga akan membangkitkan mereka. Mereka hidup dengan iman yang demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih karunia dalam ayat 15, menurut konteksnya, adalah Kristus yang hidup di dalam rasul sebagai hayat dan suplai hayat mereka agar mereka menempuh kehidupan salib bagi penyataan hayat kebangkitan, sehingga mereka bisa menggenapkan ministri mereka bagi perjanjian Allah yang baru. Sewaktu para rasul senantiasa berada di bawah pembunuhan ini, maka hayat senantiasa disalurkan kepada orang lain, dan kasih karunia melimpah-limpah karena makin banyaknya orang yang percaya. Hasilnya, ucapan syukur pun semakin melimpah. Paulus tidak mempedulikan penderitaan-penderitaan, karena ia menyadari bahwa dengan berada di bawah pembunuhan ini, maka hayat disalurkan kepada banyak orang dan hayat ini menjadi kasih karunia bagi mereka. Akibatnya, semua orang akan mengucapkan syukur kepada Allah. Inilah kehidupan yang ditempuh oleh para rasul, kehidupan yang tersalib untuk mengekspresikan hayat kebangkitan oleh kekuatan yang unggul dari harta yang ada di dalam bejana tanah liat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 10&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-6017270951600458443?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6017270951600458443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6017270951600458443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-5-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 5 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-4751390940076710940</id><published>2011-10-28T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-28T00:01:00.356+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 5 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:7-8&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua Korintus 4:7 dibuka dengan kata-kata, "Tetapi harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat." Kata "tetapi" menunjukkan satu perbandingan dengan apa yang telah terjadi sebelumnya. Dalam ayat 6 Paulus berkata, "Sebab Allah yang telah berfirman, 'Dari dalam gelap akan terbit terang!', Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang tampak pada wajah Kristus." Frase "harta ini" mengacu kepada ayat 6. Karena pencahayaan Allah di dalam hati kita, maka kita memiliki harta ini, harta yang ajaib, berharga, dan menakjubkan. Namun, kita memiliki harta ini di dalam bejana tanah liat, di dalam sesuatu yang sama sekali tidak berharga. Harta ini ada di dalam bejana tanah liat, karena itu Paulus membuka ayat 7 ini dengan "tetapi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta bahwa kita adalah bejana tanah liat membuktikan bahwa kekuatan yang unggul atau melimpah-limpah ini berasal dari Allah, bukan dari diri kita. Maksud Paulus di sini ialah, "Aku hanyalah bejana tanah liat, yang hina dan tidak bernilai. Dalam diriku, aku penuh dosa, jatuh, dan hina. Bagaimanakah orang yang demikian dapat menyatakan kebenaran dan memancarkan kemuliaan Injil? Aku tidak memiliki kekuatan untuk melakukan hal ini. Kekuatan yang unggul ini bukan berasal dari diriku, melainkan berasal dari Allah. Meskipun aku adalah satu bejana tanah liat yang tidak bernilai, tetapi Allah telah memancarkan harta yang mustika ini ke dalamku. Sekarang harta ini menjadi sumber kekuatan yang menguatkan aku dan membuatku dapat memancarkan kemuliaan Allah dan menyatakan kebenaran."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai 2 Korintus 4:8 kita akan melihat bahwa para rasul ini tidak menempuh satu kehidupan yang mulia, melainkan satu kehidupan yang tersalib. Menempuh kehidupan yang tersalib adalah menempuh kehidupan di bawah penggilingan. Ini seperti gandum yang berada di bawah batu gilingan. Ketika Tuhan Yesus hidup di bumi, Dia menempuh satu kehidupan di bawah penggilingan. Ibu-Nya, saudara-saudara-Nya, semua murid-Nya, juga penentang-penentang dan penganiaya-penganiaya-Nya berfungsi sebagai batu-batu gilingan. Setiap hari Tuhan Yesus berada di bawah pengilingan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda membaca kembali keempat kitab Injil, Anda akan melihat bahwa yang membuat Tuhan Yesus mengalami penggilingan adalah orang-orang yang dekat dengan Dia. Ketika Tuhan Yesus dianiaya, Dia tetap bersukacita. Tetapi pada suatu hari, sewaktu Dia memberitakan Injil kepada orang banyak, sahabat-sahabat-Nya berpikir bahwa Dia tidak waras lagi (Mrk. 3:21). Pada satu pihak Tuhan Yesus bahkan bertanya, "Siapakah ibu-Ku, dan siapakah saudara-saudara-Ku?" (Mat. 12:48). Kemudian Dia berkata, "Sebab siapa saja yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di surga, dialah saudara-Ku laki-laki, saudara-Ku perempuan, dan ibu-Ku?" (Mat. 12:50). Hari ini kita juga mengalami penggilingan dari orang-orang yang dekat dengan kita, orang-orang yang mengasihi kita dan memperhatikan kita secara alamiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 10&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-4751390940076710940?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4751390940076710940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4751390940076710940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-5-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 5 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-4113703196535148654</id><published>2011-10-27T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-27T00:01:00.535+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 5 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; Kel. 30:22-25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar Paulus dapat menjadi seorang minister Kristus, pertama-tama ia harus dilahirkan kembali dan kemudian disusun kembali. Kelahiran kembali tidak cukup untuk membuat seseorang menjadi seorang minister dari perjanjian yang baru; orang itu juga perlu ditata ulang, diatur ulang, disusun ulang. Namun, susunan yang baru ini memerlukan unsur yang baru. Tanpa unsur baru itu sebagai esens penyusunan itu, kita tidak mungkin disusun oleh sesuatu. Penebusan Kristus membawa kita kembali kepada Allah, tetapi penebusan ini tidak mengerjakan pekerjaan penyusunan. Pekerjaan ini memerlukan beberapa unsur selain darah penebusan Kristus. Unsur ini bukan hanya hayat, atau Roh; melainkan Allah yang telah melalui proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin Anda memperhatikan tahap-tahap dari proses yang dilalui Allah: inkarnasi, kehidupan insani, penyaliban, dan kebangkitan. Empat tahap utama dari proses Allah ini juga adalah unsur dari Allah yang telah melalui proses sebagai unsur yang dengannya kita disusun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus, Persona yang ajaib dengan dua sifat, ilahi dan insani, hidup di rumah seorang tukang kayu di Nazaret selama 30 tahun. Setelah menyelesaikan ministri-Nya, Dia disalibkan. Kehidupan insani-Nya menunjukkan bahwa Dia telah melalui segala sesuatu dalam keinsanian yang berhubungan dengan ciptaan yang pertama. Ketika Dia disalibkan, Dia membawa seluruh ciptaan lama ke salib dan mengakhirinya. Karena ciptaan lama ini telah diakhiri, maka kita tidak seharusnya terganggu oleh masalah kita. Dalam pandangan Allah, semua masalah ini telah diakhiri. Allah yang duduk di takhta dapat berkata kepada Iblis, "Iblis kecil, kamu akan berbuat apa? Masihkah kamu akan membuat kesulitan? Aku akan memberikan kepadamu sedikit waktu untuk bermain. Namun, kamu harus sadar bahwa Aku telah mengakhiri kamu. Kamu, bersama ciptaan lama, telah diakhiri." Iblis dan ciptaan lama telah diakhiri, dan kita juga telah diakhiri oleh kematian Kristus di atas salib. Pengakhiran ini adalah makna penyaliban yang sesungguhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui kebangkitan-Nya Kristus membawa umat pilihan dan tebusan Allah ke dalam Allah. Inkarnasi membawa Allah ke dalam manusia; kebangkitan membawa manusia ke dalam Allah. Hari ini kita, umat tebusan Allah, bukan hanya memiliki Allah di dalam kita; kita juga berada di dalam Allah. Sungguh ajaib memiliki Allah di dalam kita, tetapi lebih ajaib lagi kita berada di dalam Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda tidak begitu menyadari fakta bahwa Anda berada di dalam Allah. Tetapi oleh belas kasihan Tuhan saya dapat bersaksi bahwa saya benar-benar memiliki perasaan, kesadaran, bahwa saya adalah seorang manusia di dalam Allah. Kelihatannya, saya adalah seorang manusia yang hidup di bumi; tetapi sebenarnya, saya adalah seorang manusia di dalam Allah. Allah ada di dalam saya, dan saya ada di dalam Dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah telah dibawa masuk ke dalam kita melalui inkarnasi, dan kita telah dibawa masuk ke dalam Allah melalui kebangkitan Kristus. Inilah Allah Tritunggal, Allah yang telah melalui proses. Allah Tritunggal yang telah melalui proses ini adalah unsur yang dengannya kita telah disusun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 10&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-4113703196535148654?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4113703196535148654'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4113703196535148654'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-5-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 5 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-1535766793440347488</id><published>2011-10-26T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-26T00:01:00.599+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 5 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:6-7&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para rasul memberitakan Kristus sebagai Tuhan dan mereka sendiri sebagai hamba kaum beriman karena Allah yang berfirman "dari dalam gelap akan terbit terang" telah bercahaya dalam hati mereka (ay. 6). Pencahayaan-Nya dalam alam semesta menghasilkan ciptaan lama; kini Allah bercahaya di dalam hati mereka, menjadikan mereka ciptaan baru. Karena itu, mereka dapat meninggikan Kristus sebagai Tuhan di dalam pemberitaan mereka, dan merendahkan diri sendiri sebagai hamba kaum beriman dalam ministri mereka. Apa yang mereka lakukan bagi Kristus dan apa adanya mereka bagi kaum beriman adalah hasil pencahayaan Allah. Pencahayaan Allah menghasilkan para minister dari perjanjian yang baru dan ministri mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pencahayaan Allah di dalam hati kita menghasilkan terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus, yaitu penerangan yang membuat kita mengenal kemuliaan Injil Kristus. Cahaya, penerangan yang membuat kemuliaan Injil Kristus dikenal oleh kita berasal dari pencahayaan Allah di dalam hati kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita memiliki kontak yang demikian langsung, pribadi, dan intim dengan Tuhan, barulah kita memiliki pencahayaan yang batini. Ini berlaku bagi kita, juga bagi orang yang tidak percaya yang datang kepada Tuhan untuk kali pertama. Jika kita ingin mendapatkan pencahayaan Tuhan lagi, kita perlu memiliki kontak yang intim dengan Tuhan. Kapan saja kita berseru kepada Tuhan dengan mesra dan intim, kita berada di hadapan wajah-Nya, dan pencahayaan Allah ada di dalam hati kita. Dengan cara inilah para rasul menerima pencahayaan batini. Kemudian mereka memancarkan apa yang telah mereka terima. Inilah cara mereka berperilaku untuk memancarkan kemuliaan Injil Kristus. Kekuatan pencahayaan ini adalah yang dibicarakan dalam ayat 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 7 Paulus berkata, "Tetapi harta ini kami miliki dalam bejana tanah liat, supaya nyata bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami." Pencahayaan Allah dalam hati kita membawakan harta ke dalam kita, yaitu Kristus yang mulia sebagai perwujudan Allah, untuk menjadi hayat dan segala kita. Tetapi kita yang berisikan harta ini adalah bejana-bejana tanah liat yang tidak berharga dan getas. Harta tak ternilai ini tersimpan dalam bejana-bejana tak berharga! Ini membuat bejana-bejana tak berharga itu menjadi para minister dari perjanjian yang baru dengan ministri yang tak ternilai. Ini digenapkan oleh kekuatan ilahi di dalam kebangkitan. Kekuatan yang berlimpah-limpah ini pasti berasal dari Allah, bukan dari diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harta ini, Kristus yang berhuni di dalam kita, bejana-bejana tanah liat, adalah sumber suplai ilahi bagi kehidupan kristiani. Berdasarkan kekuatan unggul dari harta inilah para rasul sebagai para minister dari perjanjian yang baru mampu menempuh kehidupan tersalib, supaya hayat kebangkitan Kristus yang mereka suplaikan dapat terwujud. Demikianlah mereka menyatakan kebenaran sehingga Injil dapat terpancar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 9&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-1535766793440347488?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1535766793440347488'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1535766793440347488'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-5-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 5 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-6590741894093120496</id><published>2011-10-25T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-25T00:01:00.080+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 5 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:2-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristus sebagai gambar Allah adalah cahaya kemuliaan-Nya (Ibr. 1:3). Karena itu, Injil Kristus adalah Injil kemuliaan-Nya yang bercahaya dan bersinar. Iblis, ilah zaman ini, telah membutakan pemikiran-pemikiran (angan-angan) dan pikiran-pikiran orang-orang yang tidak percaya, sehingga cahaya Injil kemuliaan Kristus tidak dapat bersinar ke dalam hati mereka. Ini seperti lensa kamera yang ditutup sehingga terang tidak dapat masuk ke dalam kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang digambarkan Paulus dalam ayat 4 ini adalah semacam fotografi rohani. Kita seperti kamera-kamera dengan lensa dan tombol pemotret. Bila tombol pemotret ini ditekan maka cahaya dengan obyek, bentuk, dan gambar, bisa masuk ke dalam kamera itu dan tercetak pada film. Cahaya ini membawa bentuk gambar itu kepada film dan membentuk satu gambar padanya. Namun, jika lensa kamera itu tertutup, cahaya itu tidak bisa masuk ke dalam kamera. Kadang-kadang ketika kita memberitakan Injil kepada orang lain, mereka seperti kamera dengan lensa yang tertutup. Cahaya tidak dapat masuk ke dalamnya. Puji Tuhan, oleh belas kasihan dan kasih karunia-Nya, selubung setani itu telah disingkapkan dari pikiran kita! Kita bukan hanya memiliki muka yang tidak berselubung, tetapi juga memiliki pikiran yang tidak berselubung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muka yang tidak berselubung dalam 3:18 adalah pikiran yang tidak berselubung dalam pasal 4. Menurut konsep Paulus, dua hal ini adalah satu. Karena itu, memiliki muka yang tidak berselubung adalah memiliki pikiran yang tidak berselubung. Ini seperti sebuah kamera yang terbuka kepada sorotan cahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu cahaya ini masuk ke dalam kita, maka cahaya ini membawa masuk gambar Kristus. Cahaya ini bersinar ke dalam roh kita melalui pikiran kita. Roh kita dapat dibandingkan dengan film. Ketika cahaya itu masuk ke dalam kita melalui pikiran kita yang terbuka, maka cahaya itu akan mencapai roh kita dan membawa bentuk Kristus, gambar Kristus, ke dalam kita. Dalam gereja kita sedang mempraktekkan fotografi rohani dan surgawi yang demikian ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 5 mengatakan, "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus." "Sebab" menunjukkan apa sebabnya Injil rasul, yaitu Injil kemuliaan Kristus, seharusnya tidak berselubung: mereka tidak memberitakan atau meninggikan diri mereka sendiri, tetapi memberitakan dan meninggikan Kristus Yesus sebagai Tuhan segala sesuatu, dan mereka sendiri berperilaku sebagai hamba kaum beriman demi Yesus, seperti yang dilakukan Yesus, yang adalah Tuan, namun datang untuk melayani seperti seorang hamba (Mat. 20:26-28).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kristus Yesus sebagai Tuhan meliputi: Kristus yang ada di atas segala sesuatu, Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya (Rm. 9:5), Firman kekal yang telah menjadi daging, menjadi manusia (Yoh. 1:14), Yesus yang tersalib sebagai manusia untuk menjadi Juruselamat kita (Kis. 4:10-12), dan yang bangkit menjadi Anak Allah (Kis. 13:33); Kristus ditinggikan menjadi Tuhan (Kis. 2:36), yaitu Tuhan semua manusia (Kis. 10:36; Rm. 10:12; Yoh 20:28; 1 Kor. 12:3), Dia adalah gambar Allah, cahaya kemuliaan Allah (Ibr. 1:3). Inilah isi Injil. Karena itu, Injil adalah Injil kemuliaan Kristus yang bercahaya, memancar, dan bersinar dalam hati manusia (ayat 6). Jika hati manusia tidak diselubungi oleh apa pun, juga tidak dibutakan oleh Iblis, ilah zaman ini, ia dapat melihat cahaya Injil (ayat 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 9&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-6590741894093120496?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6590741894093120496'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/6590741894093120496'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-5-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 5 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-1314904602013450062</id><published>2011-10-24T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-24T00:01:00.429+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 5 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 4:1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Injil yang diberitakan oleh Paulus adalah Injil kemuliaan, Injil yang penuh dengan terang dan kemuliaan. Kemuliaan ini tidak dapat disampaikan hanya dengan berbicara, atau memberitakan. Kemuliaan ini harus terekspresi melalui pancaran. Selain itu, pancaran ini harus menjadi kehidupan para minister Perjanjian Baru. Kehidupan mereka adalah pancaran dari Injil yang mereka beritakan. Bagi mereka, Injil ini bukan hanya satu doktrin. Doktrin tidak memerlukan pancaran. Tetapi Injil yang mereka beritakan, yaitu Injil kemuliaan, penuh dengan pancaran. Kemuliaan ini adalah Allah itu sendiri, Allah yang terwujud di dalam Injil yang mereka beritakan. Karena itu, Injil yang diberitakan oleh para minister dari perjanjian yang baru ini bukanlah satu teori, satu filsafat, atau doktrin belaka. Injil ini adalah perwujudan Allah Sang mulia. Injil ini tidak dapat dilaksanakan hanya melalui pemberitaan, melainkan harus ada pancaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para minister yang melaksanakan Injil kemuliaan ini adalah benda-benda yang memancarkan cahaya, yakni, orang-orang yang bersinar. Sebagai benda-benda yang memancarkan cahaya, mereka sendiri tidak memiliki cahaya, tetapi mereka memiliki kemampuan untuk memantulkan cahaya yang berasal dari sumber yang lain, seperti bulan memantulkan cahaya matahari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Injil ini dapat dibandingkan dengan Kristus yang bercahaya seperti matahari, Allah Sang mulia terwujud di dalam pekerjaan penebusan-Nya. Kita semua perlu memahami Injil dengan cara ini. Jangan menganggap Injil sebagai satu filsafat atau pengajaran. Tidak, Injil adalah perwujudan dari Allah Sang mulia. Injil ini memerlukan orang-orang yang bersinar, benda-benda yang memancarkan cahaya, untuk memantulkan cahayanya. Pantulan cahaya dari Injil kemuliaan ini adalah kehidupan semua minister dari perjanjian yang baru. Pantulan ini adalah perilaku para rasul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 4 Paulus memakai kata cahaya. Dalam lubuk rohnya, Paulus menganggap dirinya dan sekerja-sekerjanya sebagai benda-benda yang memancarkan cahaya. Hari ini kita juga perlu menjadi benda-benda yang memancarkan cahaya yang memantulkan kemuliaan Injil Kristus. Sasaran, tujuan, dan maksud dari kehidupan para minister Perjanjian Baru ini adalah untuk bercahaya secara demikian. Sasaran perilaku Paulus adalah memancarkan Injil. Ia dan para sekerjanya, yaitu para minister dari perjanjian yang baru, berperilaku untuk memancarkan Injil kemuliaan Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 4:1 Paulus berkata, "Oleh rahmat Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu, kami tidak tawar hati." Aspek pertama dari cara para rasul itu berperilaku adalah bahwa mereka tidak tawar hati. Saya dapat bersaksi bahwa karena saya juga mengambil bagian dalam ministri ini, saya tidak tawar hati. Ministri ini adalah satu pendorong dan satu motivasi. Ministri ini menguatkan saya, menopang saya, meneguhkan saya, dan membuat saya tidak tawar hati. Bahkan penentangan adalah satu tanda bahwa ministri ini berada di bawah berkat Tuhan dan bahwa ministri ini berkhasiat. Kita tidak tawar hati, tidak peduli berapa banyak penentangan yang bangkit melawan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 9&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-1314904602013450062?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1314904602013450062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/1314904602013450062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-5-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 5 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-4627806314591613413</id><published>2011-10-22T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-22T00:01:00.415+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 4 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:18; Rm. 8:29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ayat 18, kita seperti cermin memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan. Memandang berarti kita sendiri melihat Tuhan; memantulkan berarti membuat orang lain melihat Tuhan melalui kita. Kita seperti cermin memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan. Jika demikian, muka kita seharusnya mutlak tidak berselubung, supaya kita dapat melihat dengan jelas dan memantulkan dengan tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan dalam ayat 18 ini adalah kemuliaan Tuhan yang bangkit dan terangkat; Dia adalah Allah juga manusia, yang telah melalui inkarnasi, kehidupan manusia di bumi, dan ketersaliban, masuk ke dalam kebangkitan, merampungkan penebusan yang penuh, dan menjadi Roh pemberi-hayat. Sebagai Roh pemberi-hayat, Dia berhuni di dalam kita untuk menjadikan diri-Nya dan semua yang telah Ia rampungkan, dapatkan, dan capai, riil bagi kita, supaya kita bersatu dengan-Nya dan diubah menjadi serupa dengan gambar Tuhan, dari kemuliaan ke kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita dengan muka yang tidak berselubung memandang dan memantulkan kemuliaan Tuhan, Dia menginfus kita dengan unsur-unsur apa adanya Dia dan apa yang Dia kerjakan. Demikianlah, kita diubah secara metabolis untuk memiliki bentuk hayat-Nya oleh kuasa hayat-Nya, berdasarkan esens hayat-Nya, ditransfigurasikan terutama oleh pembaruan pikiran kita (Rm. 12:2), menjadi gambar-Nya. Sedang diubah menyatakan kita sedang berada dalam proses pengubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan hayat melibatkan esens hayat, kekuatan hayat, dan bentuk hayat. Setiap jenis hayat memiliki tiga hal ini -- esens, kekuatan, dan bentuk. Misalnya, bunga anyelir memiliki esens dan kekuatan. Karena itu, bunga ini memiliki bentuk tertentu. Sewaktu anyelir ini bertumbuh dengan esens hayat dan oleh kekuatan hayat, anyelir ini dibentuk menjadi satu bentuk tertentu. Ini sama dengan hayat ilahi. Hayat ini memiliki esens, kekuatan, dan bentuk. Bentuk hayat ilahi adalah gambar Kristus. Jadi, dalam ayat 18 kita memiliki pemikiran tentang diubah menjadi serupa dengan gambar yang sama. Ini berarti kita akan dibentuk menjadi serupa dengan gambar Kristus. Berdasarkan fakta ini dan berdasarkan pemakaian kata "diubah" oleh Paulus ini, kita membicarakan tentang disusun secara metabolis. Istilah ini berdasar pada konsep pengubahan menjadi serupa dengan gambar Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gambar dalam ayat 18 ini adalah gambar dari Kristus yang bangkit dan dimuliakan. Diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya berarti diserupakan dengan Kristus yang bangkit dan dimuliakan, agar kita menjadi sama seperti Dia (Rm. 8:29). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya dalam kemuliaan ke kemuliaan berarti dari satu tingkat kemuliaan ke tingkat kemuliaan yang lain. Ini menunjukkan proses yang terus maju dalam kebangkitan, dalam hayat. Ini adalah "dari Tuhan Roh". "Dari" menunjukkan bahwa pengubahan berasal dari Roh itu, bukan disebabkan oleh Roh itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 8&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-4627806314591613413?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4627806314591613413'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/4627806314591613413'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-4-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 4 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-246471015585177571</id><published>2011-10-21T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-21T00:01:00.433+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 4 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:16-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah Anda mengapa orang-orang Kristen tidak memiliki terang, tidak memiliki wahyu? Karena mereka ditutupi dengan selubung yang tebal dan berat. Tentunya, mungkin ada sedikit orang yang memalingkan hati mereka kepada Tuhan. Ketika hati mereka berpaling kepada-Nya, selubung itu akan diambil, dan mereka akan melihat terang. Hari ini banyak orang Kristen yang ditutupi dengan selubung yang tebal demikian. Inilah sebabnya hanya ada sedikit terang di antara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak di antara kita dapat bersaksi bahwa ketika kita berpaling kepada Tuhan, maka kita diterangi. Kita menjadi jelas mengenai diri kita sendiri, situasi kita, dan keadaan batin kita. Dengan berpaling kepada Tuhan dan datang kepada gereja, kita menjadi lebih jelas daripada sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 17 mengatakan, "Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Tuhan, di situ ada kemerdekaan." Begitu hati berpaling kepada Tuhan, selubung segera diambil. Selain itu, Tuhan adalah Roh itu, yang akan memberikan kita kemerdekaan. Karena Tuhan adalah Roh itu, maka begitu hati berpaling kepada-Nya, selubung itu segera diambil, dan hati kita dibebaskan dari belenggu huruf hukum Taurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa orang yang menyangkal bahwa Tuhan dalam ayat 17 ini mengacu kepada Kristus Tuhan. Mereka menyatakan bahwa ini mengacu kepada Allah secara umum. Lagi pula, dengan memakai Yohanes 4:24, mereka menuntut bahwa ayat 17 ini hanya mengatakan bahwa Allah itu Roh. Namun, jika kita melihat ayat ini menurut konteksnya, kita akan sadar bahwa Tuhan dalam ayat 17 ini pasti mengacu kepada Kristus. Karena itu, ayat ini memberi tahu kita dengan tegas bahwa Kristus Tuhan adalah Roh itu. Lagi pula, frase, "Roh Tuhan" menunjukkan bahwa Roh itu dan Tuhan adalah satu. Roh Tuhan sebenarnya adalah satu dengan Tuhan. Di mana ada Roh Tuhan, berarti Roh itu, Tuhan, ada di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roh dalam ayat 17 ini, yang adalah perwujudan akhir dari Allah Tritunggal; dalam Yohanes 7:39 belum ada, karena pada waktu itu Yesus belum dimuliakan. Sebagai wujud riil Allah, saat itu Yesus belum menyelesaikan proses yang harus Dia lalui. Setelah kebangkitan-Nya, yaitu setelah Dia menyelesaikan semua proses, seperti inkarnasi, ketersaliban, dan kebangkitan, yang harus dilalui Allah Tritunggal di dalam manusia bagi ekonomi penebusan-Nya, Dia menjadi Roh pemberi-hayat (1 Kor. 15:45). Dalam Perjanjian Baru, Roh pemberi-hayat ini disebut "Roh itu" (Rm. 8:16, 23, 26-27; Gal. 3:2, 5, 14; 6:8; Why. 2:7; 3:22; 14:13; 22:17), yaitu Roh yang memberi kita hayat ilahi (2 Kor. 3:6; Yoh. 6:63) dan memerdekakan kita dari belenggu hukum Taurat. Roh Tuhan adalah Tuhan sendiri, ada Dia ada kemerdekaan. Kemerdekaan di sini adalah kemerdekaan dari selubung di bawah huruf hukum Taurat (Gal. 2:4; 5:1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 8&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-246471015585177571?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/246471015585177571'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/246471015585177571'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-4-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 4 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-7908231370390376392</id><published>2011-10-20T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-20T00:01:00.777+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 4 Kamis</title><content type='html'>Pembacaan Alkitab: 2 Kor. 3:12-15&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2 Korintus Paulus terlebih dulu membicarakan mengenai ministri kemudian mengenai para minister. Dalam 2:14 ia menyamakan ministri ini dengan perarakan kemenangan yang merayakan kemenangan Kristus. Kemudian ia selanjutnya berbicara tentang fungsi dan kemampuan ministri ini dan juga kemuliaan dan keunggulannya. Dalam 3:12--7:16 Paulus sampai kepada para minister dari perjanjian yang baru. Menurut 3:12-18, para minister ini disusun oleh dan dengan Tuhan sebagai Roh pemberi-hayat dan Roh pengubah. Kedua aspek dari Roh ini disinggung dalam ayat-ayat ini. Jika kita memahami aspek-aspek tentang Roh ini, kita akan melihat susunan dari para minister Perjanjian Baru. Para Minister ini bukan hanya dilatih atau diajar; mereka juga disusun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemuliaan yang bertahan sampai selamanya dari ministri perjanjian yang baru ini adalah dasar pengharapan rasul. Dalam ministri mereka, mereka memiliki pengharapan. Jika dibandingkan, dalam ministri Musa tidak ada pengharapan. Musa mengenakan selubung pada wajahnya untuk menyembunyikan sinar itu. Bila kita membaca Keluaran 34, kita mungkin memiliki kesan yang positif tentang hal ini. Namun, dalam 2 Korintus 3, Paulus tidak menafsirkan selubung ini secara positif, melainkan secara negatif. Menurut penafsiran Paulus, Musa mengenakan selubung pada wajahnya karena ia takut bangsa Israel akan melihat pudarnya kemuliaan itu. Pudar berarti berakhir. Jadi, menurut pemahaman Paulus, Musa sadar bahwa sinar pada wajahnya itu tidak akan tahan lama. Dalam hal ini, Musa tidak memiliki pengharapan. Sebaliknya, ia takut. Tetapi dalam ayat 12 Paulus mengatakan bahwa para minister dari perjanjian yang baru memiliki pengharapan, karena sinar kemuliaan ministri dari perjanjian yang baru ini tetap ada sampai selama-lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena memiliki pengharapan yang demikian, para rasul bertindak dengan penuh keberanian. Jika Anda dengan teliti membaca kitab Keluaran, Anda akan melihat bahwa Musa tidak begitu berani dalam memberikan hukum Taurat, tidak seperti yang dilakukan para rasul dalam meministrikan Kristus. Semakin mereka meministrikan, semakin banyak keberanian yang mereka miliki. Semakin lama mereka meministrikan, semakin berani mereka. Keberanian mereka berasal dari kepercayaan mereka dalam kemuliaan yang kekal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip ini sama dengan kita pada hari ini. Saya dapat bersaksi bahwa semakin saya meministrikan Kristus, saya semakin menjadi berani. Sekalipun ada penentangan terhadap ministri ini, tetapi saya tetap memiliki pengharapan. Pada akhirnya penentangan itu akan pudar. Kita memiliki keyakinan bahwa kita sedang meministrikan kebenaran yang akan membawa kemuliaan dan bahwa kemuliaan dalam kebenaran ini akan tetap ada. Orang lain mungkin tidak percaya kepada apa yang sedang kita beritakan. Tetapi pada zaman yang akan datang, atau di dalam Yerusalem Baru, mereka akan mempercayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 8&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-7908231370390376392?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7908231370390376392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7908231370390376392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-4-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 4 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-2713856533635096849</id><published>2011-10-19T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-19T00:01:00.785+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 4 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:7-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 10 Paulus melanjutkan, "Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti." Ministri perjanjian yang lama secara sementara dimuliakan dalam cahaya di wajah Musa, tetapi tidak dimuliakan dalam fakta bahwa kemuliaan ministri hukum Taurat merupakan kemuliaan sementara yang bersinar di wajah Musa. Dalam hal ini, kemuliaan itu menjadi pudar, karena kemuliaan yang melampauinya. Karena kemuliaan ministri perjanjian yang baru (yang adalah kemuliaan Allah, bahkan Allah sendiri, selamanya ternyata pada wajah Kristus, melampaui kemuliaan sementara ministri perjanjian yang lama yang bersinar pada wajah Musa), maka kemuliaan ministri hukum Taurat yang sementara memudar, dan tidak ada lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memahami perbedaan yang kontras antara kemuliaan ministri perjanjian yang lama dan kemuliaan ministri perjanjian yang baru, kita dapat membandingkan cahaya lampu pijar dengan cahaya matahari. Lampu-lampu di balai sidang mungkin kelihatannya cukup terang. Tetapi jika ruangan itu dipenuhi dengan cahaya matahari, maka cahaya lampu pijar itu akan tidak terhitung sama sekali. Sama prinsipnya, bila kita membandingkan kemuliaan ministri Perjanjian Baru dengan ministri Perjanjian Lama, maka kemuliaan yang lama itu tidak lagi terhitung sebagai kemuliaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 11 Paulus tidak mengatakan bahwa yang pudar itu memiliki kemuliaan atau dalam kemuliaan. Seperti yang telah kita tunjukkan, dalam ayat 7 ia mengatakan bahwa ministri itu datang dalam kemuliaan. Di sini ia mengatakan bahwa ministri itu melalui (Tl.) kemuliaan. Tetapi ministri perjanjian yang baru berada dalam (Tl.) kemuliaan. Yang pertama adalah melalui kemuliaan secara sementara, sedangkan yang selanjutnya tetap berada dalam kemuliaan secara permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagi pula, kemuliaan ministri perjanjian yang lama bersinar pada wajah satu orang. Namun, kemuliaan ministri perjanjian yang baru bersinar dalam jutaan orang beriman. Kemuliaan itu hanya datang seperti satu kunjungan kepada Musa, tinggal pada wajahnya hanya untuk sejangka waktu. Tetapi sekali kemuliaan ministri perjanjian yang baru datang, maka kemuliaan ini akan tetap ada sampai selama-lamanya. Kemuliaan ini tidak akan pernah pergi. Sekalipun bersinar, kemuliaan ini tidak bersinar pada permukaan wajah kaum beriman, yaitu pada kulit wajah kita. Melainkan, kemuliaan yang baru ini bersinar dari dalam diri kita. Bukannya datang untuk mengunjungi kita, kemuliaan ini malah datang untuk memenuhi, merembesi, menyerapi, membasahi, dan menjenuhi kita. Pertama-tama kemuliaan ini datang menjenuhi kita dan kemudian bersinar dari dalam kita. Kemuliaan ministri yang lama bersinar pada wajah Musa secara individu, tetapi kemuliaan Perjanjian Baru bersinar dari banyak orang beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita melihat semua butir yang berhubungan dengan kemuliaan ministri perjanjian yang baru ini, kita akan menyadari bahwa kemuliaan ini jauh lebih unggul daripada kemuliaan ministri perjanjian yang lama. Haleluya, kemuliaan ministri Perjanjian Baru ini bersinar di dalam kita semua!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 7&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-2713856533635096849?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2713856533635096849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2713856533635096849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-4-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 4 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-3481278534592229139</id><published>2011-10-18T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-18T00:01:34.230+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 4 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:7-9&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus sangat hati-hati dalam pemakaian kata-katanya. Dalam ayat 7 ia mengatakan bahwa ministri perjanjian yang lama datang dengan kemuliaan, tetapi dalam ayat 8 ia menunjukkan bahwa ministri Roh itu berada dalam kemuliaan. Dalam ayat 7 ia mengatakan "datang"; dalam ayat 8 ia mengatakan "berada" dalam kemuliaan. Mengapa ia mengubah dari datang menjadi berada? Jika kita yang menulis Surat Kiriman ini, kita mungkin akan mengatakan bahwa ministri kepada penghukuman dan ministri Roh itu sama-sama datang dalam kemuliaan. Tetapi ada satu perbedaan di antara datang dan berada. Datang itu sementara dan juga mungkin agak dangkal. Namun, berada itu permanen dan agak dalam. Kemuliaan yang lama datang, sedangkan kemuliaan yang baru ada dan akan terus berada. Kemuliaan yang lama datang sesaat saja dan kemudian menghilang. Namun, kemuliaan yang baru, ada di sini dan akan tetap ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Paulus menulis Surat Kiriman ini, ia tahu bahwa kemuliaan ministri perjanjian yang lama itu sementara, sedangkan kemuliaan ministri perjanjian yang baru akan tetap ada sampai selama-lamanya. Lagi pula, dalam ayat 9 Paulus mengatakan bahwa "betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada kebenaran." Ministri rasuli perjanjian yang baru bukan hanya memiliki kemuliaan, tetapi juga berlimpah-limpah dalam kemuliaan Allah, melampaui kemuliaan ministri Musa dari perjanjian yang lama (ayat 10).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 9 Paulus selanjutnya berkata, "Sebab, jika pelayanan yang memimpin kepada penghukuman itu mulia, betapa lebih mulianya lagi pelayanan yang memimpin kepada pembenaran." Ministri perjanjian yang lama menjadi satu ministri yang memimpin kepada kematian (ayat 7) karena perjanjian yang lama membawa masuk penghukuman kepada kematian (Rm. 5:13, 18, 20-21). Karena itu, ministri perjanjian yang lama juga merupakan ministri yang memimpin kepada penghukuman. Ministri perjanjian yang baru adalah suatu ministri Roh yang memberi hayat (ayat 8, 6) karena perjanjian yang baru membawa masuk pembenaran Allah kepada hayat (Rm. 5:18, 21), dan hayat menghasilkan kebenaran. Karena itu, ini juga adalah ministri kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini kita nampak bahwa ministri yang memimpin kepada penghukuman memiliki kemuliaan, sedangkan ministri kebenaran jauh lebih mulia. Istilah "betapa lebih mulianya" adalah satu ungkapan yang jauh lebih tegas daripada sekadar mulia. Agak sulit untuk dikatakan bahwa perjanjian yang lama itu memiliki kemuliaan, tetapi kita tahu bahwa perjanjian yang lama ini datang dalam kemuliaan. Datang dalam kemuliaan berbeda dengan memiliki kemuliaan. Misalnya, seseorang mungkin tidak memiliki uang, tetapi ia dapat datang kepada Anda dengan uang untuk memberikan pelayanan kepada orang lain. Memiliki uang adalah satu hal; datang dengan uang adalah hal lain lagi. Demikian juga, mengatakan perjanjian yang lama datang dalam kemuliaan itu berbeda dengan mengatakan ministri ini memiliki kemuliaan. Tetapi ministri Perjanjian Baru berlimpah-limpah dalam kemuliaan. Ministri ini ada dalam kemuliaan, dan berlimpah-limpah dalam kemuliaan. Ini berarti kemuliaan ini menyebar dan bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 7&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-3481278534592229139?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3481278534592229139'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3481278534592229139'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-4-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 4 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-8535658742963778384</id><published>2011-10-17T11:04:00.002+07:00</published><updated>2011-10-17T11:04:34.573+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 4 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 2:1-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan Paulus mengenai ministri perjanjian yang baru ini berada dalam satu&lt;br /&gt;urutan yang baik. Pertama-tama ia memperlihatkan bahwa ministri perjanjian yang&lt;br /&gt;baru ini menang dan berkhasiat. Ministri ini menang karena Kristus telah menang&lt;br /&gt;dan mendapatkan kemenangan. Ministri ini menang juga karena para rasul telah&lt;br /&gt;ditawan dan takluk kepada Kristus. Semua rasul yang sebermula telah ditaklukkan,&lt;br /&gt;ditundukkan, dan ditawan oleh Kristus dan menjadi tunduk kepada-Nya. Pemberitaan&lt;br /&gt;mereka adalah tanda ketundukan mereka. Lihatlah contoh Saulus dari Tarsus.&lt;br /&gt;Betapa memberontaknya ia terhadap Tuhan Yesus, terhadap gereja, terhadap&lt;br /&gt;administrasi Allah, dan terhadap ekonomi Perjanjian Baru Allah! Tetapi,&lt;br /&gt;sekalipun ia telah begitu memberontak, ia telah ditaklukkan, ditundukkan, dan&lt;br /&gt;ditawan. Kemudian ia menjadi sangat tunduk kepada Kristus hingga ia tidak ada&lt;br /&gt;masalah dengan ekonomi Allah. Sebaliknya, ke mana saja ia pergi, ia memberitakan&lt;br /&gt;ekonomi Perjanjian Baru Allah. Pemberitaan ini adalah satu bukti yang kuat bahwa&lt;br /&gt;ia telah tunduk kepada pemerintahan dan administrasi Allah. Karena itu, Paulus&lt;br /&gt;menjadi seorang tawanan Kristus yang tunduk. Ketundukannya adalah satu ekspresi&lt;br /&gt;dari kemenangan Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tawanan dalam perarakan kemenangan Kristus adalah satu bukti dari&lt;br /&gt;kemenangan Kristus. Perarakan ini merayakan kemenangan Kristus. Sewaktu para&lt;br /&gt;rasul pawai dalam perarakan ini, mereka dapat berkata, "Hai orang Yahudi dan&lt;br /&gt;orang Kafir, pandanglah kami dan sadarlah betapa menangnya Kristus ini." Inilah&lt;br /&gt;konsepsi Paulus dalam 2:14. Sewaktu ia pergi melalui Efesus, Troas, dan&lt;br /&gt;Makedonia, ia berada dalam perarakan kemenangan Kristus ini. Hari ini, Allah&lt;br /&gt;juga sedang memimpin kita dalam satu perarakan kemenangan untuk merayakan&lt;br /&gt;kemenangan Kristus. Kita semua adalah tawanan dalam perarakan ini. Kristus telah&lt;br /&gt;menaklukkan kita, menundukkan kita, dan membuat kita menjadi tunduk kepada-Nya.&lt;br /&gt;Puji Dia!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ministri perjanjian yang baru ini bukan hanya menang, tetapi juga berkhasiat.&lt;br /&gt;Ministri ini begitu berkhasiat hingga menghasilkan hayat kepada kehidupan, dan&lt;br /&gt;bagi yang lainnya menghasilkan maut kepada kematian. Karena itu ministri ini&lt;br /&gt;adalah perkara hayat dan maut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah kita tekankan, fungsi dari ministri perjanjian yang baru ini&lt;br /&gt;adalah menulis, bahkan mengukir, surat-surat Kristus yang hidup. Dan kemampuan&lt;br /&gt;ministri ini adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses sebagai Roh&lt;br /&gt;pemberi-hayat. Kemuliaan ministri ini adalah pancarannya, ekspresinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 7&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-8535658742963778384?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8535658742963778384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8535658742963778384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-4-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 4 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-2451850690532919218</id><published>2011-10-15T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-15T00:01:00.686+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 3 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:4-6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 2 dan 3 Paulus menunjukkan bahwa karena orang-orang Korintus telah ternyata sebagai surat Kristus, maka mereka juga adalah surat yang dituliskan dalam hati para rasul. Maka, kedua surat ini disusun oleh satu penulisan. Satu penulisan menghasilkan hasil ganda, yaitu dalam hati para rasul dan dalam hati kaum beriman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para rasul tidak meministrikan sesuatu secara ringan dan dangkal. Sebaliknya, apa saja yang mereka ministrikan itu penuh dengan bobot rohani. Karena itu, ministri ini dapat dituliskan dalam hati kaum beriman dan juga dalam hati mereka sendiri. Inilah sebabnya para rasul dapat menjamin orang-orang Korintus bahwa para rasul tidak akan pernah melupakan mereka, karena kaum beriman telah ditulis dalam hati mereka. Ke mana saja para rasul pergi, mereka membawa kaum beriman bersama mereka dengan memiliki kaum beriman ini ditulis dalam hati mereka. Perkara ini sangat subyektif dan dapat dialami. Hal ini melampaui dilekatkan, karena ini melibatkan dua hati yang menjadi satu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah tidak bermaksud memakai minister-minister-Nya untuk melakukan satu pekerjaan dalam skala yang besar. Ministri rasul bukanlah pekerjaan produksi massal. Kehidupan manusia tidak dihasilkan dengan cara demikian. Untuk dapat dilahirkan, seorang anak harus berada di dalam rahim ibunya selama sembilan bulan. Tidak ada cara untuk mempercepat proses ini dan menghasilkan manusia secara massal. Ini menggambarkan fakta bahwa cara Allah adalah cara hayat, bukan cara produksi massal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan Paulus tentang penulisan surat ini menunjukkan bahwa cara Allah adalah cara hayat. Sebenarnya, kaum beriman bukan hanya ditulis dalam hatinya -- kaum beriman juga diukir dalam hatinya. Karena itu, Paulus tidak mungkin dapat melupakan mereka. Penulisan ini adalah oleh hayat, dengan Roh pemberi-hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah yang layak melakukan pekerjaan penulisan surat-surat Kristus yang hidup ini? Hanya Allah yang layak melakukan hal ini. Allah di dalam kita pasti sedang menulis surat-surat ini. Dalam diri kita sendiri, kita tidak terhitung apa-apa atas perkara ini. Tidak ada tempat bagi kita jika kita berdasarkan apa adanya kita atau apa yang dapat kita lakukan di dalam diri kita sendiri. Kita memerlukan Allah Tritunggal untuk disusun ke dalam diri kita. Hanya dengan jalan ini barulah kita dapat menjadi penulis yang demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 4 dan 5 Paulus berkata, "Demikianlah besarnya keyakinan kami kepada Allah melalui Kristus. Dengan diri kami sendiri kami tidak sanggupuntuk memperhitungkan sesuatu seolah-olah pekerjaan kami sendiri; tidak, kesanggupan kami adalah pekerjaan Allah." Di sini kita melihat bahwa Allah yang hidup sendiri merupakan kesanggupan, kemampuan, dan kelayakan ministri para rasul; ministri ini adalah bagi ekonomi Perjanjian Baru Allah, yang menyalurkan Kristus ke dalam umat pilihan Allah bagi pembangunan Tubuh Kristus. Kita sendiri tidak terhitung apa-apa, dan apa yang dapat kita lakukan juga tidak terhitung apa-apa. Hanya Allah Tritunggal yang disusun ke dalam kita yang sanggup melaksanakan pekerjaan penulisan surat-surat Kristus yang hidup ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 6&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-2451850690532919218?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2451850690532919218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2451850690532919218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-3-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 3 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-473319594122758965</id><published>2011-10-14T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-14T00:01:00.445+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 3 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:3-4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 2 Paulus membicarakan tentang "surat kami". Dalam ayat 3 ia memberi tahu orang-orang Korintus, "Kamu adalah surat Kristus." Kelihatannya di sini ada dua jenis surat--surat yang dituliskan dalam hati para rasul, dan kaum beriman sebagai surat Kristus. Sebenarnya, tidak ada dua jenis surat. Secara tata bahasa, dalam ayat-ayat ini Paulus berkata, "Kamu adalah surat kami karena kamu adalah surat Kristus." "Karena telah ternyata" itu berarti sesuatu itu adalah bukti. Ini adalah bukti bahwa orang-orang Korintus, sebagai surat rasul-rasul, adalah surat Kristus. Tetapi manakah yang datang lebih dulu, surat Kristus, atau "surat kami"? Surat Kristus harus datang lebih dulu. Karena kaum beriman adalah surat Kristus, maka mereka juga adalah surat yang dituliskan dalam hati para rasul. Mereka adalah surat para rasul karena mereka lebih dulu adalah surat Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut ayat 3 ini, surat Kristus "bukan ditulis dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup." Roh Allah yang hidup adalah Allah yang hidup itu sendiri, bukan alat seperti pena, tetapi sebagai unsur, seperti tinta yang digunakan dalam penulisan; dengan unsur ini para rasul menyuplaikan Kristus sebagai isi untuk penulisan surat-surat hidup yang menyampaikan Kristus. Penulis surat ini bukanlah Roh Allah; penulisnya adalah para rasul. Roh Allah yang hidup adalah "tinta," unsur, esens dari tulisan itu. Ini berarti Roh Allah yang hidup adalah unsur yang dengannya surat itu ditulis. Ini adalah satu perkara yang sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 3 Paulus mengatakan bahwa surat Kristus ditulis "bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia." Hati kita terdiri atas hati nurani (bagian utama dari roh), pikiran, emosi, dan tekad, merupakan loh yang di atasnya dituliskan surat-surat Kristus yang hidup dengan Roh Allah yang hidup. Ini menyiratkan Kristus dituliskan ke dalam setiap bagian batin kita dengan Roh Allah yang hidup untuk menjadikan kita surat-surat-Nya yang hidup, supaya Dia diekspresikan di atas diri kita dan dibaca oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah surat yang ditulis dengan tepat dipusatkan pada selembar kertas. Kita dapat mengatakan bahwa tulisannya ada pada hati kertas itu. Ketika Anda menulis surat, Anda tidak menulis di sudut atau di sebelah kiri dan kanan, melainkan di tengah-tengahnya. Prinsipnya sama dengan penulisan surat Kristus di dalam diri kita. Surat ini ditulis pada bagian pusat kita, yaitu pada hati kita, satu susunan yang terdiri dari jiwa dan hati nurani, bagian utama dari roh kita. Karena itu, surat Kristus ditulis pada roh kita dan jiwa kita. Ketika para rasul memberitakan Kristus atau meministrikan Kristus, mereka meministrikan Dia ke dalam hati dan roh kaum beriman. Pertama-tama Kristus sebagai Roh pemberi-hayat diministrikan ke dalam roh kaum beriman. Ini berarti Kristus ditulis di dalam roh kaum beriman itu. Kemudian melalui pelayanan lebih lanjut Kristus menyebar dari roh ke dalam pikiran, emosi, dan tekad. Pada akhirnya, Kristus akan ditulis ke dalam setiap bagian batin kita. Dalam firman dari Efesus 3, ini adalah Kristus yang menempatkan diri-Nya sendiri, atau membuat rumah-Nya, di dalam hati kita. Kristus membuat rumah-Nya di dalam hati kita sama dengan menuliskan Kristus di seluruh batin kita. Penulisan ini membuat orang beriman menjadi satu surat Kristus yang hidup. Orang yang demikian mengekspresikan Kristus dalam segala hal yang ia katakan dan lakukan. Ia menjadi satu surat Kristus yang hidup untuk dibaca oleh orang lain. Semua orang beriman seharusnya menjadi surat yang demikian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 6&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-473319594122758965?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/473319594122758965'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/473319594122758965'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-3-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 3 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-7826889318181506137</id><published>2011-10-13T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-13T00:01:00.791+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 3 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 3:1-2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam berita ini kita sampai kepada fungsi dan kemampuan dari ministri perjanjian yang baru ini (3:1-6). Setelah memberikan gambaran tentang kemenangan dan hasil ministri ini kepada kita, Paulus memperlihatkan fungsi dari ministri ini dan juga kemampuannya. Pekerjaan macam apakah yang dilakukan ministri ini? Apakah fungsinya? Selain itu, siapakah yang sanggup memikul tanggung jawab yang demikian, tanggung jawab kepada hayat dan maut? Karena ministri ini menghasilkan hayat kepada kehidupan atau maut kepada kematian, maka dalam 2:16 Paulus berkata, "Siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?" Karena itu, dalam 3:1-6 ia memberikan satu gambaran kepada kita yang memperlihatkan fungsi dan kemampuan ministri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 3:1 Paulus berkata, "Apakah kami mulai lagi memujikan diri kami? Atau perlukah kami seperti orang-orang lain menunjukkan surat pujian kepada kamu atau dari kamu?" Pertanyaan-pertanyaan ini timbul karena keterusterangan dan kesetiaan perkataan rasul dalam ayat sebelumnya mengenai dirinya dan sekerja-sekerjanya. Dari apa yang ditulis Paulus dalam 1 Korintus dan juga dalam Surat Kiriman ini, orang-orang Korintus mungkin berpikir bahwa Paulus dan sekerja-sekerjanya memuji diri mereka sendiri. Karena itu, Paulus mengajukan dua pertanyaan ini dalam 3:1. Jawaban untuk kedua pertanyaan ini mutlak tidak. Mereka tidak memuji diri mereka sendiri, dan mereka juga tidak memerlukan surat pujian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 2 mengatakan, "Kamulah surat pujian kami yang tertulis dalam hati kami, yang dikenal dan dapat dibaca oleh semua orang." Kaum beriman adalah buah jerih lelah para rasul, yang memperkenalkan para rasul dan ministri mereka kepada orang. Karena itu kaum beriman menjadilah surat perkenalan yang hidup dari para rasul, yang ditulis oleh para rasul dengan Kristus yang berhuni di dalam sebagai isi dalam setiap bagian batin mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus mengatakan bahwa orang-orang Korintus adalah surat yang "tertulis dalam hati kami." Kaum beriman Korintus adalah surat perkenalan yang hidup dari para rasul, dituliskan dalam hati para rasul, karena itu mereka dibawa oleh para rasul dan tidak dapat dipisahkan dari para rasul. Mereka berada dalam hati para rasul (7:3), dibawa ke mana-mana oleh para rasul sebagai surat perkenalan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 3 adalah kelanjutan dari ayat 2: "Karena telah ternyata bahwa kamulah surat Kristus, yang ditulis oleh pelayanan kami, ditulis bukan dengan tinta, tetapi dengan Roh dari Allah yang hidup, bukan pada loh-loh batu, melainkan pada loh-loh daging, yaitu di dalam hati manusia." Surat Kristus ditulis dengan Kristus sebagai isi untuk menyampaikan dan menyatakan Kristus. Semua orang yang percaya kepada Kristus seharusnya adalah surat Kristus yang hidup, agar orang lain boleh membaca dan mengenal Kristus yang ada di dalam diri mereka. Surat-surat ini ditulis oleh ministri para rasul. Para rasul dipenuhi Kristus, sehingga ministri mereka dengan sendirinya menyuplaikan Kristus kepada orang-orang yang berkontak dengan mereka, menuliskan Kristus ke dalam hati mereka, dan menjadikan mereka surat hidup yang menyampaikan Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 6&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-7826889318181506137?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7826889318181506137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/7826889318181506137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-3-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 3 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-5548720265217377636</id><published>2011-10-12T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-12T00:01:00.247+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 3 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 2:15-17&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 14 Paulus menggunakan kiasan perarakan yang dilakukan untuk menghormati kemenangan seorang jenderal (perwira) Romawi untuk menggambarkan apa adanya dia dalam ministri itu. Ministri Paulus adalah perarakan kemenangan dari Jenderal yang menang, Tuhan Yesus, yang memimpin banyak tawanan. Paulus dan sekerjanya adalah tawanan dalam perarakan itu. Ini menunjukkan bahwa ministri Perjanjian Baru yang tepat adalah perarakan kemenangan yang merayakan kemenangan Kristus. Dalam batin, saya juga merasa bahwa saya adalah seorang tawanan dalam perarakan kemenangan Kristus. Sebagai tawanan semacam itu, saya adalah seorang saksi bahwa saya pernah menjadi musuh, tetapi saya telah dikalahkan, ditaklukkan, ditawan, dan ditundukkan kepada Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ministri Perjanjian Baru adalah untuk mempersaksikan Kristus sebagai Pemenang dan Sang juara. Saya percaya bahwa sewaktu Paulus pawai dalam perarakan kemenangan Kristus, ia dapat memuji Tuhan bagi kemenangan-Nya dan dengan demikian bersaksi tentang Dia. Demikian juga, sebagai tawanan Kristus, pada hari ini saya juga bersaksi tentang Dia. Saya dapat bersaksi bahwa saya telah dikalahkan oleh-Nya, ditawan oleh-Nya, dan ditangkap oleh-Nya. Sekarang saya adalah seorang tawanan yang takluk, dan mengatakan amin kepada kemenangan-Nya dan memuji Dia. Inilah ministri kita. Kita dalam pemulihan Tuhan berada dalam perarakan yang merayakan kemenangan Kristus. Jika seseorang bertanya kepada Anda apa yang sedang Anda lakukan dalam kehidupan gereja, Anda dapat menjawab, "Kami sedang mengadakan perarakan, satu perarakan yang merayakan kemenangan Kristus. Kita semua telah dikalahkan, ditangkap, dan ditawan oleh-Nya, dan sekarang kita takluk kepada-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 14 Paulus juga menyamakan dirinya dan sekerja-sekerjanya dengan pembawa ukupan yang menyebarkan keharuman pengenalan akan Kristus dalam ministri kemenangan-Nya seperti dalam suatu perarakan kemenangan. Rasul-rasul adalah pembawa ukupan dalam ministri mereka bagi Kristus juga sebagai tawanan-tawanan dalam barisan kemenangan-Nya. Mengenai frase, "keharuman pengenalan", Vincent berkata, "Menurut penggunaan bahasa Yunaninya, keharuman dan pengenalan berfungsi menerangkan, sehingga pengenalan akan Kristus dilambangkan dengan bau-bauan harum yang menyampaikan sifat dan khasiatnya melalui pekerjaan rasul." Pengenalan akan Kristus yang sempurna dari para rasul ini menjadi satu bau-bauan yang harum (ay. 15). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-5548720265217377636?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5548720265217377636'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/5548720265217377636'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-3-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 3 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-2550806293908528239</id><published>2011-10-11T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-11T00:01:00.272+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 3 Selasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 2:12-14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus memperkenalkan ministri ini dengan cara yang sangat pribadi dan intim, sedikit pun tidak doktrinal. Dalam 2:12 berkata, "Ketika aku tiba di Troas untuk memberitakan Injil Kristus, aku dapati bahwa Tuhan telah membuka pintu untuk pekerjaan di sana. Tetapi hatiku tidak merasa tenang, karena aku tidak menjumpai saudara seimanku Titus. Sebab itu aku minta diri dan berangkat ke Makedonia" (2:12-13). Walaupun di Troas, pintu telah dibukakan baginya, dan dibuka oleh Tuhan, tetapi dia tidak memiliki perhentian di dalam rohnya ketika dia tidak menemukan Titus, yang diharap-harapkannya untuk bertemu guna mendapatkan kabar tentang hasil suratnya yang pertama di antara orang-orang Korintus. Kemudian dia meninggalkan Troas dan pergi ke Makedonia (ayat 13), dengan harapan bertemu dengan Titus untuk mendapatkan berita. Ini menunjukkan kasihnya yang besar terhadap orang-orang Korintus. Perhatiannya terhadap gereja lebih besar daripada perhatiannya terhadap pemberitaan Injil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus adalah orang yang hidup dan bertindak di dalam rohnya, seperti yang ditunjukkan dalam 1 Korintus 16:18. Pintu telah dibuka baginya oleh Tuhan. Paulus dengan penuh pertimbangan menyisipkan frase "dalam Tuhan" (Tl.), untuk menunjukkan bahwa ia tidak membuka pintu melalui kemampuan atau pergerakan alamiah apa pun. Pintu ini dibuka oleh Tuhan bukan dengan usaha manusia. Tetapi sekalipun pintu telah dibuka oleh Tuhan, Paulus masih tidak memiliki perhentian dalam rohnya. Alasan Paulus tidak memiliki perhentian adalah karena ia belum menemukan Titus. Perhatiannya terutama bukan untuk pemberitaan Injil, melainkan bertemu dengan Titus untuk mengetahui situasi di antara orang-orang Korintus. Paulus menunggu Titus memberikan laporan kepadanya mengenai bagaimana reaksi kaum beriman di Korintus terhadap Surat Kirimannya. Karena itu, Paulus pergi ke Makedonia. Surat Kiriman ini ditulis di Makedonia setelah ia tinggal di Efesus pada perjalanan ministrinya kali ketiga (8:1; Kis. 20:1). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah melihat bahwa Tuhan membuka pintu, tetapi Paulus meninggalkan pintu yang terbuka itu. Kelihatannya ia tidak memperhatikan bagaimana Tuhan membuka pintu itu, melainkan memperhatikan apa yang memberikan perhentian bagi rohnya. Di sini kita menemukan jawaban untuk pertanyaan mengenai pintu yang terbuka dan perhentian dalam roh. Ketika Anda memiliki sesuatu yang telah dilakukan oleh Tuhan secara luaran, tetapi secara batini roh Anda tidak tenang, manakah yang akan Anda ikuti, situasi yang di luar atau perasaan dalam roh Anda? Paulus mengikuti perasaan dalam rohnya. Kadang-kadang Tuhan akan melakukan dua hal sekaligus: Dia akan membuka sesuatu secara luaran, tetapi secara batini Dia tidak akan memberikan perasaan yang damai kepada Anda. Hal ini membiarkan Anda berada dalam posisi perlu memilih di antara keadaan yang di luar dan perasaan yang batini. Jika dalam situasi semacam ini Anda melatih roh Anda untuk memperhatikan roh Anda, maka Anda benar-benar rohani. Ini berarti jika Anda menaati perasaan yang di dalam dan tidak memperhatikan situasi di luar yang telah terbuka, maka Anda benar-benar seorang yang rohani. Inilah kasus yang dihadapi Paulus dalam ayat-ayat ini. Ia memperhatikan apa yang memberikan perhentian bagi rohnya, berangkat ke Makedonia untuk mendapatkan informasi dari Titus mengenai kaum beriman di Korintus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-2550806293908528239?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2550806293908528239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/2550806293908528239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-3-selasa.html' title='2 Korintus - Minggu 3 Selasa'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-8144239859284049390</id><published>2011-10-10T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-10T00:01:00.378+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 3 Senin</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 2:12-14&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara mengenai ministri, Saudara Watchman Nee mengatakan bahwa Kristus harus disulam ke dalam diri kita. Ini berarti Kristus harus disusun ke dalam kita. Ministri adalah satu perkara penyusunan. Kita perlu disusun dengan apa adanya Kristus, dengan apa yang telah digenapkan-Nya, dengan apa yang telah dicapai-Nya, dan dengan apa yang telah diperoleh-Nya. Kristus telah memperoleh takhta, kemuliaan, dan kekuasaan yang paling tinggi. Kristus juga memiliki suatu pencapaian. Pencapaian-Nya adalah hasil dari apa yang telah digenapkan-Nya, dirampungkan-Nya. Hari ini apa adanya Kristus, apa yang telah digenapkan-Nya, apa yang telah dicapai-Nya, dan apa yang telah diperoleh-Nya, semuanya ada di dalam Roh pemberi-hayat. Ini berarti Roh pemberi-hayat adalah perwujudan Kristus dalam keempat hal ini. Roh yang almuhit ini adalah perwujudan dari apa adanya Kristus, apa yang telah digenapkan-Nya, apa yang telah dicapai-Nya, dan apa yang telah diperoleh-Nya. Roh yang almuhit ini adalah satu "minuman" yang almuhit, yang mengandung banyak gizi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ministri dalam Perjanjian Baru itu unik. Perjanjian Baru hanya memiliki satu ministri. Paulus dan Petrus mengambil bagian dalam ministri ini. Semua rasul mengambil bagian dalam ministri ini dalam Perjanjian Baru. Ministri yang unik ini adalah ministri perjanjian yang baru. Ministri ini bukan diperoleh melalui doa dan berpuasa. Sesuatu yang diterima dengan cara itu akan menjadi satu karunia, bukan ministri. Ministri ini dihasilkan sebagai buah dari disusun dengan Roh pemberi-hayat yang almuhit. Kristus, dengan segala apa adanya Dia, apa yang dimiliki-Nya, yang telah dicapai-Nya dan yang telah diperoleh-Nya, harus disusun ke dalam setiap bagian dari diri umat pilihan dan tebusan Allah. Inilah satu-satunya jalan untuk menghasilkan satu ministri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beban saya bukan hanya memberitakan Injil atau mengajarkan Alkitab. Beban saya adalah melaksanakan ministri perjanjian yang baru ini dan membantu orang-orang yang dengan murni mencari Tuhan dan memperhatikan kedambaan hati-Nya untuk berbagian dalam ministri ini. Inilah ministri yang dibicarakan oleh Paulus dalam 2 Korintus, terutama dalam pasal 3, di mana kata ministri dipakai berkali-kali. Paulus membandingkan ministri ini dengan ministri perjanjian yang lama. Ministri perjanjian yang baru jauh lebih unggul daripada ministri perjanjian yang lama. Ministri perjanjian yang baru ini bukan hanya perkara hayat; bahkan satu susunan dalam hayat dan dari hayat. Karena itu, ministri ini memerlukan waktu untuk bertumbuh dan matang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk bertumbuh dan disusun dengan Allah Tritunggal diperlukan banyak waktu. Sebagai orang yang telah melalui banyak perkara selama bertahun-tahun, saya dapat bersaksi bahwa seseorang sedikitnya memerlukan enam puluh tahun agar penyusunan ini mencapai kematangan. Namun, agar hal ini terjadi pada diri seseorang menjelang usia enam puluh, maka ia harus beroleh selamat sebelum berusia dua puluh tahun. Orang yang beroleh selamat pada usia empat puluhan mungkin tidak dapat matang dalam penyusunan ilahi ini menjelang usia enam puluh tahun. Selama dua puluh tahun pertama dari kehidupan kristiani kita, kita perlu mempelajari beberapa hal. Kemudian kita memerlukan dua puluh tahun lainnya untuk disusun dengan Roh pemberi-hayat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 5&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-8144239859284049390?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8144239859284049390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8144239859284049390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-3-senin.html' title='2 Korintus - Minggu 3 Senin'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-25119892768654735</id><published>2011-10-08T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-08T00:01:00.294+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 2 Sabtu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 2:6-11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara harfiah, kata Yunani yang diterjemahkan "hadapan" dalam ayat 10 berarti wajah, seperti dalam 4:6. Ini mengacu kepada bagian sekitar mata; pandangan sebagai penyataan pikiran dan perasaan batin, yang menyatakan dan memanifestasikan keseluruhan diri seseorang. Ini menunjukkan bahwa rasul adalah orang yang yang hidup dan berperilaku di hadirat Allah, menurut petunjuk keseluruhan diri-Nya yang dinyatakan dalam pandangan mata Kristus. Bagian yang pertama, 2 Korintus 1:1 sampai 2:11, merupakan pendahuluan yang panjang dari surat ini, yang menyusul surat rasul yang pertama kepada kaum beriman yang kacau di Korintus. Begitu menerima kabar bahwa mereka telah bertobat (7:6-13) setelah mereka menerima teguran-tegurannya dalam surat yang pertama, rasul terhibur dan terdorong. Karena itu, kemudian dia menulis surat ini untuk menghibur dan mendorong mereka dengan cara yang sangat pribadi, lembut, dan intim, bahkan sedemikian rupa sehingga surat ini sampai taraf tertentu dapat dianggap sebagai otobiografinya. Dalam buku ini kita nampak orang yang memperhidupkan Kristus menurut apa yang ditulisnya mengenai Kristus dalam suratnya yang pertama, dalam kontak terdekat dan terintim dengan-Nya, berperilaku menurut petunjuk mata-Nya; juga nampak orang yang satu dengan Kristus, penuh dengan Kristus, dan dijenuhi dengan Kristus; hayat alamiahnya telah diremukkan dan bahkan telah diakhiri, tekadnya lembut dan luwes, emosinya membara namun terbatasi, pikirannya bijak, jernih, dan terkuasai, rohnya murni polos terhadap kaum beriman bagi faedah mereka, supaya mereka dapat mengalami dan menikmati Kristus seperti dirinya, demi perampungan kehendak Allah dalam membangun Tubuh Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita telah menunjukkan bahwa kata "hadapan" di sini mengacu kepada bagian wajah sekitar mata, bagian yang merupakan pernyataan pikiran dan perasaan batin yang menyatakan keseluruhan diri seseorang. Jika Anda ingin tahu bagaimana perasaan seseorang terhadap Anda, apakah ia senang atau sedih, puas atau tidak puas, jangan memandang wajahnya secara sekilas saja, tetapi pandanglah bagian sekitar mata, yang adalah pernyataan pikiran dan perasaan batin seseorang. Ketika Paulus melupakan saudara yang berdosa itu, ia melakukannya dengan melihat petunjuk dari mata Tuhan Yesus. Jika petunjuk dari mata Tuhan menunjukkan bahwa Dia tidak senang dengan pengampunan Paulus terhadap saudara itu, maka Paulus tidak akan mengampuni dia. Ia akan sadar bahwa Tuhan tidak senang dengan apa yang sedang dilakukannya. Sewaktu Paulus mengampuni saudara itu, ia memandang kepada Tuhan Yesus dan menyadari bahwa Tuhanlah yang mendorongnya. Karena itu, Paulus dapat mengatakan bahwa ia mengampuni di hadapan Kristus. Ini menunjukkan bahwa Paulus adalah seorang yang hidup dan bertindak di hadirat Kristus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat-ayat ini kita melihat bahwa Paulus itu sangat akrab, rohani, juga sangat hati-hati. Ia memperhatikan orang-orang kudus dengan akrab, ia hidup dalam petunjuk diri Kristus, dan ia berhati-hati terhadap tipu muslihat musuh yang ada di belakang layar dalam kehidupan gereja. Kita semua harus belajar dari Paulus untuk memperhatikan orang-orang kudus, memperhidupkan Kristus, dan berhati-hati terhadap kelicikan si jahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 4&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-25119892768654735?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/25119892768654735'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/25119892768654735'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-2-sabtu.html' title='2 Korintus - Minggu 2 Sabtu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-3736767449316711757</id><published>2011-10-07T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-07T00:01:00.476+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 2 Jumat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 2:1-5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam 2:1 Paulus berkata, "Aku telah mengambil keputusan di dalam hatiku bahwa aku tidak akan datang lagi kepadamu dalam dukacita." Di satu pihak, Paulus berseru kepada Allah sebagai saksi terhadap jiwanya; di pihak lain, ia memberi tahu kita bahwa ia telah memutuskan sesuatu di dalam dirinya. Bukankah ini perkara di dalam jiwanya? Dalam 2:1 ego Paulus adalah ego yang rohani, satu jiwa yang rohani, jiwa yang berada di bawah kendali dan petunjuk roh. Secara manusia, Paulus memutuskan untuk tidak datang lagi ke Korintus dalam dukacita di dalam dirinya sendirinya. Keputusan ini bukan diilhami oleh Roh itu; ini adalah perkara insani yang diputuskan oleh Paulus di dalam dirinya sendiri. Namun, kita perlu ingat bahwa hal ini diputuskan oleh seorang yang berada di bawah kendali dan petunjuk roh. Ini adalah contoh lainnya dari prinsip inkarnasi. Prinsip ini ditemukan dalam Galatia 2:20. Prinsip inkarnasi selalu bekerja dengan cara ini. Tuhan Yesus, sebagai seorang manusia, mengadakan mujizat-mujizat, tetapi sebenarnya Allah sendiri yang melakukan mujizat-mujizat itu, bukan Tuhan Yesus sendiri. Inilah yang kita maksud dengan prinsip inkarnasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 4 Paulus berkata, "Aku menulis kepada kamu dengan hati yang sangat cemas dan pedih dan dengan mencucurkan banyak air mata, bukan supaya kamu bersedih hati, tetapi supaya kamu tahu betapa besarnya kasihku kepada kamu semua." Di sini Paulus menyinggung tentang dirinya sendiri. Beberapa orang yang disebut orang-orang yang rohani bersikukuh agar kita tidak membicarakan tentang diri sendiri. Selama tahun-tahun saya bersama-sama dengan Kaum Saudara (the Brethren), saya diberi tahu bahwa kaum beriman tidak boleh mengatakan sesuatu tentang dirinya sendiri. Saya mengadopsi praktek ini selama bertahun-tahun. Kemudian saya mempelajari bahwa hal ini tidak selalu benar. Apakah kita membicarakan tentang diri kita sendiri atau tidak itu tergantung pada motivasi kita. Dalam 2 Korintus Paulus berkata banyak tentang dirinya sendiri. Dalam pendahuluan ini ia bukan hanya membicarakan tentang dirinya sendiri, ia juga berargumentasi untuk dirinya dan membela dirinya. Kadang-kadang kita perlu membicarakan tentang diri kita sendiri. Kristus memerlukan saksi-saksi. Kristus adalah realitas, dan kita adalah saksi-saksi dari realitas ini. Sebagai saksi-saksi, kita tidak boleh sombong atau rendah diri. Bila waktunya tiba, kita perlu bersaksi bagi Tuhan dengan jujur dan berani. Inilah sebenarnya yang sedang dikatakan Paulus di sini, ketika ia memberi tahu orang-orang Korintus bahwa dalam Surat Kiriman yang pertama ia menulis dengan hati yang sangat cemas dan pedih kepada mereka, dan bahwa ia menulis dengan banyak cucuran air mata. Ia menulis kepada orang-orang Korintus dengan cara ini, bukan agar mereka menjadi sedih, tetapi agar mereka mengenal kasihnya terhadap mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat 5 mengatakan, "Tetapi jika ada orang yang menyebabkan kesedihan, maka bukan hatiku yang disedihkannya, melainkan hati kamu sekalian, atau sekurang-kurangnya hati beberapa orang di antara kamu. Aku tidak melebih-lebihkan hal ini." Paulus berhati-hati agar tidak melebih-lebihkan. Ia menulis dengan hati-hati, dengan memakai frase "beberapa orang". Kata "melebih-lebihkan" di sini dalam bahasa aslinya adalah menambah beban; berarti menekan terlalu berat, mengatakan terlalu banyak. Paulus berkata bahwa adanya orang yang berbuat dosa menyebabkan beberapa orang di dalam gereja berdukacita. Dia mengatakan "beberapa" agar jangan menekan terlalu berat atau berkata terlalu banyak. Ini menunjukkan bahwa dia adalah orang yang lembut, berhati-hati, dan penuh pertimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 4&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-3736767449316711757?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3736767449316711757'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/3736767449316711757'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-2-jumat.html' title='2 Korintus - Minggu 2 Jumat'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-8156289268479368726</id><published>2011-10-06T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-06T00:01:00.223+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 2 Kamis</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 1:23-24&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berseru kepada Allah bukan hanya berdoa kepada Allah atau meminta kepada-Nya untuk melakukan sesuatu bagi kita. Mengatakan "Ya Allah," atau, "Ya Bapa," ini bukan hanya berdoa; ini juga adalah menyeru kepada Allah. Banyak orang Kristen pada hari ini tidak memiliki roh yang menyeru, roh yang kuat untuk menyeru Allah. Jika keadaan atau situasi mengizinkan, saya ingin berseru, "Ya, Bapaku!" atau "O, Tuhan Yesus!" terus-menerus. Ada perbedaan antara berseru dan berdoa. Misalnya, seseorang mungkin berdoa seperti ini: "Allah Bapa, Engkau adalah setia. Engkau tidak pernah berubah. Tolonglah aku agar menjadi setia dan tidak berubah juga. Aku meminta hal ini dalam nama Tuhan Yesus, Amin." Meskipun ini adalah doa yang baik, namun tidak begitu hidup. Kita mungkin juga berdoa kepada Tuhan Yesus dengan sikap yang tidak begitu hidup. Kita mungkin berkata, "Tuhan Yesus, aku bersyukur bahwa Engkau mengasihi aku. Tuhan, aku juga mengasihi Engkau. Tetapi, Tuhan Engkau tahu bahwa aku lemah. Tuhan, tolonglah aku dalam kelemahanku." Banyak orang Kristen berdoa seperti ini, tetapi mereka mungkin berdoa dengan kecil hati dan dengan tidak melatih roh. Mereka mungkin bahkan tidak mengerti apa arti melatih roh dalam doa. Dalam Yohanes 4:24 Tuhan Yesus berkata, "Allah itu Roh dan siapa saja yang menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran." Menyembah Allah meliputi berdoa kepada-Nya. Karena berdoa adalah menyembah, dan karena Tuhan Yesus mengatakan bahwa penyembahan kita terhadap Allah harus di dalam roh, maka doa kita juga harus berada di dalam roh. Kata-kata yang kita pakai untuk mengekspresikan diri kita dalam doa itu adalah perkara yang kedua. Perkara yang utama adalah kita melatih roh kita untuk mengontak Allah. Ketika kita berdoa, kita perlu berseru kepada Allah, melatih roh kita, dan berkata, "Ya Bapa! Ya Allahku, Bapaku!" Inilah berseru kepada Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat 23 Paulus berseru kepada Allah sebagai saksi melawan jiwanya (Tl.). Ini berarti bahwa ia berseru kepada Allah untuk menjadi saksi melawan jiwanya. Di sini Paulus seolah-olah berkata, "Saudara-saudara di Korintus, aku tidak berperilaku dalam jiwa. Jika aku melakukan hal ini, maka Allah akan bersaksi melawan aku. Aku bukanlah orang yang hidup di dalam jiwa dan berperilaku dalam jiwa. Aku tidak membuat rencana di dalam jiwa untuk datang kepadamu. Jika keadaanku demikian, maka Allah akan menjadi saksi melawan aku."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan Paulus tidak datang ke Korintus adalah karena ia ingin menyayangkan orang-orang Korintus, bukan karena ia bertindak seenaknya dan mengatakan ya dan tidak pada waktu yang sama. Paulus tidak ingin datang kepada kaum beriman di Korintus dengan tongkat untuk mendisiplin mereka; tetapi dalam kasih dan roh yang lemah lembut untuk membangun mereka. Ia berseru kepada Allah sebagai saksi baginya untuk hal ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paulus adalah satu teladan yang baik untuk kita tiru. Oleh belas kasihan Tuhan, kita semua perlu belajar dari dia dan meniru dia. Paulus adalah seorang yang menakjubkan. Ia rohani, ia disusun dengan Kristus, ia berpengalaman, dan ia matang dalam kekayaan-kekayaan Kristus. Sebagai orang yang demikian, ia ingin menyayangkan orang-orang Korintus dan karena alasan ini ia tidak pergi ke Korintus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 4&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-8156289268479368726?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8156289268479368726'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/8156289268479368726'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-2-kamis.html' title='2 Korintus - Minggu 2 Kamis'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8606244.post-9051440693536728667</id><published>2011-10-05T00:01:00.000+07:00</published><updated>2011-10-05T00:01:00.715+07:00</updated><title type='text'>2 Korintus - Minggu 2 Rabu</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pembacaan Alkitab:&lt;/span&gt; 2 Kor. 1:20-22&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam bahasa Yunani, "Kristus" berarti "Yang diurapi". Kristus, Yang diurapi ini, penuh dengan minyak urapan, penuh dengan pengurapan. Haleluya, Allah melekatkan para rasul bersama-sama dengan semua orang beriman kepada Dia yang diurapi ini! Karena kita telah dilekatkan kepada-Nya, maka minyak urapan ini mengalir ke atas kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin Anda memperhatikan bahwa "melekatkan" dalam ayat 21 ini berbentuk kala kini (present tense), sedangkan "telah mengurapi" adalah kala purna (perfect tense). Ini sangat tidak lazim. Ini menunjukkan bahwa pengurapan itu terjadi sebelum pelekatan. Hal ini seharusnya membuat kita mengajukan pertanyaan ini: "Kapan kita diurapi?" Jawabannya adalah: kita diurapi ketika Kristus diurapi. Ketika Kepala diurapi, Tubuh juga diurapi. Mazmur 133 menggambarkan hal ini. Minyak urapan yang dicurahkan ke atas kepala Harun mengalir ke janggutnya dan kemudian ke jubahnya. Demikian juga, pengurapan itu dari atas Kepala mengalir turun ke Tubuh. Karena kita telah diurapi ketika Kristus diurapi, maka kita diurapi bahkan sebelum kita lahir. Namun, selama hidup kita, Allah melekatkan kita kepada Kristus. Allah melekatkan kita pada zaman sekarang ini, tetapi Dia mengurapi kita jauh sebelum kita lahir, yaitu ketika Kristus sendiri diurapi. Sekali lagi, sebagai anggota-anggota Tubuh, kita diurapi pada waktu yang sama ketika Kepala diurapi. Jika kita memahami hal ini, kita akan memahami mengapa kata kerja "melekatkan" dan "telah mengurapi" ini berbeda bentuk kalanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak boleh menganggap bahwa pemeteraian dalam ayat 22 sebagai sesuatu yang terpisah dari pengurapan. Sebenarnya, pengurapan menyiratkan pemeteraian. Sewaktu kita diurapi, pengurapan ini menjadi pemeteraian. Dengan demikian kita menjadi berbeda dengan orang lain. Lagi pula, meterai ini membuat kita mengemban penampilan Allah. Misalnya, saya melekatkan satu tanda tertentu di atas selembar kertas dengan stempel karet dan tinta. Maka kertas itu segera dimeteraikan dan mengemban gambar stempel itu. Meterai itu adalah gambarnya. Sama prinsipnya, ketika Allah mengurapi kita, pengurapan itu adalah pemeteraian. Pengurapan membawa esens ilahi ke dalam kita, sama seperti stempel karet itu menerapkan elemen tinta kepada kertas itu. Pertama-tama Allah melalui pengurapan ini menambahkan esens diri-Nya sendiri kepada kita. Kemudian pengurapan ini memeteraikan kita dengan esens Allah dan membuat kita menjadi gambar Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah melekatkan kita kepada Kristus menghasilkan tiga hal: pertama, pengurapan yang menyalurkan elemen Allah ke dalam kita; kedua, pemeteraian, supaya elemen-elemen ilahi terbentuk menjadi satu meterai, mengekspresikan gambar Allah; ketiga, jaminan, yang memberi kita pencicipan sebagai satu contoh dan garansi terhadap kenikmatan yang penuh akan Allah. Melalui ketiga pengalaman terhadap Roh yang mengurapi ini, bersama pengalaman salib, ministri Kristus dihasilkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pelajaran-Hayat 2 Korintus, Buku 1, Berita 3&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8606244-9051440693536728667?l=arushayat.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/9051440693536728667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8606244/posts/default/9051440693536728667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://arushayat.blogspot.com/2011/10/2-korintus-minggu-2-rabu.html' title='2 Korintus - Minggu 2 Rabu'/><author><name>Arus Hayat</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00044562894981927299</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author></entry></feed>
