Hitstat

05 February 2016

Yakobus - Minggu 3 Jumat



Pembacaan Alkitab: Kis. 21:18-19, 23-24


Sekarang kita memperhatikan situasi dalam Kisah Para Rasul 21. Ayat 18 mengatakan, "Keesokan harinya pergilah Paulus bersama-sama dengan kami mengunjungi Yakobus; semua penatua telah hadir di situ." Setelah Paulus memberi salam kepada mereka, ia "menceritakan dengan terperinci apa yang dilakukan Allah di antara bangsa‑bangsa lain melalui pelayanannya" (ayat 19). Setelah mereka mendengar itu, "mereka memuliakan Allah. Lalu mereka berkata kepada Paulus, 'Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat.' Terjemahan "beribu-ribu" dalam bahasa Yunani sebenarnya berarti laksaan, puluhan ribu. Ayat itu menunjukkan bahwa Yakobus, yang memelopori untuk memberi tahu Paulus tentang ribuan orang Yahudi yang percaya dan yang rajin memelihara hukum Taurat, percaya kepada Tuhan Yesus, tetapi ia masih saja memberitakan dan mengajarkan hukum Musa. Walaupun ia telah diselamatkan oleh anugerah, namun ia masih memelihara hukum Taurat. Apa yang terdapat dalam Kisah Para Rasul 21 ‑ zaman hukum Taurat atau zaman anugerah? Dalam pasal itu kita memiliki suatu campur aduk. Allah tidak akan membiarkan campur aduk zaman hukum Taurat dengan zaman anugerah semacam itu.

Dalam menimbang Yakobus kita perlu menggunakan timbangan surgawi, suatu timbangan yang mempunyai tulisan Yakobus mengenai praktek kristiani yang sempurna di satu pihak dan perkataannya dalam Kisah Para Rasul 21 di pihak lain. Hanya dengan memiliki kedua pihak itu barulah kita dapat memiliki pandangan yang seimbang terhadap Yakobus. Misalnya, jika kita hanya memiliki Yakobus 1 tanpa memiliki Kisah Para Rasul 21, maka pandangan kita terhadap Yakobus akan terlampau tinggi. Tetapi jika kita juga memiliki Kisah Para Rasul 21, pandangan kita akan lebih seimbang.

Paulus datang ke Yerusalem, tempat gereja pertama didirikan. Menurut Kisah Para Rasul 21, ia menjumpai Yakobus, yang adalah sokoguru gereja, dan semua penatua. Tidak perlu diragukan, Petrus dan Yohanes pasti hadir. Paulus memberikan kesaksian bagaimana Allah memakainya bekerja di antara orang-orang kafir, dan mereka semua memuliakan Allah karena hal itu. Kemudian mereka mengalihkan perkataan mereka bahwa di Yerusalem terdapat ribuan orang beriman yang rajin memelihara hukum Taurat. Sukar dipercaya, Yakobus seorang yang dipandang saleh, dapat mengucapkan perkataan semacam itu kepada Rasul Paulus dan bahkan mendorongnya untuk membuktikan kepada orang-orang Yahudi bahwa ia tetap memelihara hukum Taurat. Yakobus memberi tahu Paulus bahwa orang-orang Yahudi yang tekun sekali terhadap hukum Taurat "mendengar tentang engkau bahwa engkau mengajar semua orang Yahudi yang tinggal di antara bangsa-bangsa lain untuk melepaskan hukum Musa, sebab engkau mengatakan, supaya mereka jangan menyunatkan anak-anaknya dan jangan hidup menurut adat istiadat kita" (ayat 21). Kemudian Yakobus menyuruh Paulus pergi dengan empat orang yang telah bernazar dan melakukan pentahiran atas dirinya. Boleh jadi nazar yang mereka lakukan adalah nazar dari seorang nazir. Sekarang mereka dituntut untuk mencukur rambut mereka dan mempersembahkan kurban setiap hari selama tujuh hari.

Kali pertama saya membaca potongan firman ini beberapa tahun yang lampau, saya merasa sulit mempercayai bagaimana Paulus mau menerima usul Yakobus tersebut. Namun, ia mengikuti perkataan Yakobus dan pergi ke Bait Allah bersama yang lain serta mengambil bagian dalam nazar itu. Nampaknya Paulus tidak dapat menghindari pengaruh lingkungan yang campur aduk itu.


Sumber: Pelajaran-Hayat Yakobus, Berita 5

No comments: