Hitstat

24 March 2015

1 Timotius - Minggu 6 Selasa



Pembacaan Alkitab: 1 Tim. 6:1-10


Marilah kita melihat hubungan logis antara 6:2 dan 3, dan antara 6:6 dan 7. Dalam 6:1 dan 2 Paulus menyuruh orang-orang yang menjadi budak di bawah kuk menganggap tuan mereka layak mendapat segala penghormatan agar "nama Allah dan ajaran kita jangan dihujat orang." Kata dihujat berarti dikata-katai, dicela. Selanjutnya, Paulus menasihati para budak yang mempunyai tuan yang percaya agar melayani mereka dengan benar. Paulus menyimpulkan ayat 2 dengan kata-kata, "Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini."

Kemudian dalam ayat 3 dan 4 Paulus meneruskan, "Jika seseorang mengajarkan ajaran lain dan tidak menurut perkataan sehat -- yakni perkataan Tuhan kita Yesus Kristus -- dan tidak menurut ajaran yang sesuai dengan ibadah kita, ia berlagak tahu padahal tidak tahu apa-apa." Mengajar secara berbeda adalah mengajarkan hal-hal yang berbeda dengan ajaran rasul yang berinti pada Kristus dan gereja. "Perkataan sehat" di sini mengacu kepada kesehatan hayat. Ajaran sehat para rasul meministrikan ajaran sehat sebagai suplai hayat kepada orang. Perkataan Tuhan kita Yesus Kristus adalah perkataan hayat (Yoh. 6:63); karena itu, perkataan-Nya adalah perkataan sehat. Perkataan sehat Tuhan adalah sumber ajaran yang sesuai dengan ibadah. Ketika perkataan hayat Tuhan diajarkan, khususnya dalam aspek tertentu, perkataan itu menjadi ajaran yang sesuai dengan ibadah. Perkataan hayat Tuhan selalu menghasilkan ibadah, yaitu suatu kehidupan yang memperhidupkan Kristus dan mengekspresikan Allah dalam Kristus.

Semua ajaran kita harus sesuai dengan perkataan sehat ekonomi Allah. Bahkan orang yang merawat anak-anak dalam sidang anak-anak harus mengajar anak-anak dalam prinsip yang sesuai dengan perkataan sehat Tuhan Yesus. Ini berarti anak-anak harus menerima ajaran yang sesuai dengan ibadah.

Dalam 6:4-5 Paulus berkata bahwa orang yang mengajarkan ajaran yang lain dan yang tidak menuruti perkataan sehat, adalah "dibutakan oleh kesombongan, tidak tahu apa-apa. Penyakitnya ialah mencari-cari soal dan bersilat kata, yang menyebabkan dengki, perselisihan, fitnah, curiga, percekcokan antara orang-orang yang tidak lagi berpikiran sehat dan kehilangan kebenaran, yang mengira ibadah itu suatu sumber keuntungan" (Tl.). Ajaran yang berbeda dengan perkataan sehat Tuhan selalu berasal dari kesombongan dan keangkuhan yang membutakan diri mereka. Paulus dan rekan-rekan sekerjanya mengajar dengan cara tertentu. Tetapi orang-orang yang dibutakan oleh kesombongan dengan sengaja mengajarkan ajaran lain. Bagi mereka, mengajarkan hal-hal yang sama seperti orang lain adalah memalukan. Saya dapat bersaksi bahwa ketika saya berada di China, saya sangat senang mengajarkan hal-hal yang sama seperti yang diajarkan Saudara Watchman Nee. Bahkan sedapat mungkin saya menggunakan istilah-istilah yang sama dengan yang digunakan oleh Saudara Watchman Nee, karena saya paham bahwa dengan jalan demikian saya melaksanakan ministri Tuhan.


Sumber: Pelajaran-Hayat 1 Timotius, Berita 11

No comments: