Hitstat

10 November 2014

Kolose - Minggu 33 Senin



Pembacaan Alkitab: Kol. 4:2-6


Dalam Kolose 4:2 Paulus menyuruh kita untuk “bertekun dalam doa”. Bertekun dalam doa berarti berdoa terus-menerus, dengan tekun, dan dengan gairah.

Menurut perkataan Paulus dalam Kolose 4:2 ini, hal yang harus kita tekuni ialah doa. Kita harus bertekun dalam doa, karena doa berhubungan dengan peperangan, perjuangan. Kedua pihak, Allah dan Iblis, saling bermusuhan. Na-ma Iblis berarti musuh atau lawan. Iblis adalah musuh di luar juga lawan di dalam. Di satu pihak, dia adalah musuh yang ingin mengalahkan Allah; di pihak lain, dia adalah la-wan di dalam lingkungan Allah yang ingin melakukan perusakan. Selaku lawan, Iblis menentang Allah dari dalam lingkungan Allah, Kerajaan Allah. Itulah sebabnya Alkitab menunjukkan dengan jelas bahkan hari ini Iblis pun bisa masuk ke tempat takhta Allah berada. Dalam Kitab Ayub kita nampak Iblis dapat berdiri di depan takhta Allah dan menuduh manusia di depan-Nya (Ayb. 1:6-12). Kita sulit memahami mengapa Allah membiarkan musuh-Nya sebebas itu. Menurut Wahyu 12:10, Iblis menuduh kita siang dan malam.

Walau peperangan yang berlangsung di alam semesta terjadi antara Allah dan Iblis, tetapi ada pihak lain yang terlibat. Pihak ketiga ini terdiri atas umat pilihan Allah yang tertebus, yakni orang-orang yang sebenarnya akan menentukan hasil peperangan itu. Jika kita berpihak pada Iblis, Allah akan “kalah”, sekalipun Ia Mahakuasa. Sebagai Pencipta yang tidak terbatas dan berkuasa penuh, Allah tidak mau merendahkan diri-Nya untuk berperang melawan salah satu makhluk ciptaan-Nya. Karenanya, perlu ada makhluk ciptaan Allah yang lain — manusia — untuk berperang melawan Iblis. Pada hakikatnya, Allah memerlukan kita. Tanpa kita, Dia tidak mungkin berperang melawan Iblis. Ia harus mempertahankan status-Nya sebagai Pencipta. Karena itulah, Ia memerlukan kita untuk melaksanakan peperangan yang sesungguhnya.

Jika kita ingin berperang bagi pihak Allah untuk melawan Iblis, kita perlu bertekun dalam doa. Ketekunan ini diperlukan karena seluruh dunia cenderung menjauhi Allah. Berdoa berarti melawan arus, kecenderungan dalam alam semesta yang telah merosot. Bertekun dalam doa ibarat mendayung perahu ke hulu sungai. Jika Anda tidak bertekun, Anda akan hanyut terbawa arus. Tidak usah disangsikan, bertekun sedemikian ini, baik dalam mendayung atau berdoa, memerlukan kekuatan yang sangat besar. Alam semesta berada di bawah pengaruh Iblis dan berlawanan dengan kehendak Allah. Karena itu, ada satu arus yang deras dalam dunia ini yang melawan kehendak Allah. Sebagai orang-orang yang berpihak kepada Allah, kita nampak bahwa alam semesta ini menentang kita, khususnya menentang doa kita.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kolose, Buku 3, Berita 65

No comments: