Hitstat

28 August 2014

Kolose - Minggu 22 Kamis



Pembacaan Alkitab: Rm. 6:5; 1Kor. 3:6, 9; Kol. 2:7


Karena kita telah diokulasikan ke dalam Kristus, maka kita telah masuk ke dalam Dia. Masuknya kita ke dalam Kristus berkaitan dengan hayat dan pertumbuhan hayat. Kita bukan masuk ke dalam Kristus seperti masuk ke sebuah ruang. Memasuki sebuah ruang tidak ada sangkutpautnya dengan hayat maupun pertumbuhan. Namun, masuk ke dalam Kristus mencakup proses pertumbuhan. Dalam Roma 6:5 Paulus berkata bahwa kita telah bertumbuh bersama-sama dengan Dia dalam rupa kematian-Nya (Tl. ). Sekarang kita sedang bertumbuh dengan Kristus dalam rupa kebangkitan-Nya.

Dalam 1 Korintus 3 Paulus juga berbicara tentang pertumbuhan. Dalam ayat 9 ia menunjukkan bahwa kaum beriman adalah ladang Allah. Dalam ayat 6 ia mengatakan, “Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang menumbuhkan. ” Ini menyiratkan bahwa kaum saleh adalah tanaman dalam ladang Allah. Di dalam gereja, ladang Allah, kita adalah tanaman yang bertumbuh.

Konsepsi pertumbuhan seperti tanaman terdapat pula dalam Roma 11, di mana Paulus menggunakan ilustrasi pengokulasian sebuah cabang pohon zaitun liar kepada pohon zaitun yang dibudidayakan. Dalam pandangan Allah kita semua adalah tanaman atau pohon. Dalam Roma 6:5 Paulus memakai sebuah kata Yunani yang khusus untuk menunjukkan pertumbuhan (bertumbuh bersama). Sukar sekali untuk mendapatkan kata yang serupa dalam bahasa Inggris, yang berarti bertumbuh melalui penanaman atau pengokulasian. Baik penanaman dan pengokulasian adalah untuk pertumbuhan. Sebuah pohon ditanam di tanah agar dapat bertumbuh. Demikian pula pengokulasian bertujuan untuk pertumbuhan. Belakangan ini, seorang saudara menunjukkan satu definisi yang indah dari kata Yunani ini yang terdapat dalam Commentary on Romans karangan Frederick Louis Godet. Menurut Godet (hal. 243), kata ini menunjukkan “kesatuan organik yang darinya seorang mengambil bagian atas hayat, pertumbuhan, dan tingkat perkembangan dari eksistensi yang dimiliki orang lain”. Melalui kesatuan organik dari kedua tanaman yang dilakukan dalam okulasi, tanaman yang satu mengambil kehidupan dan ciriciri tanaman yang lain. Sungguh cara yang luar biasa untuk bertumbuh! Dengan menerapkan definisi ini kepada pengalaman rohani kita, kita dapat mengatakan bahwa kita telah diokulasikan kepada “pohon” Allah Tritunggal yang almuhit, pemberi-hayat, dan yang telah melalui proses, yaitu Roh yang almuhit. Setelah menjadi satu dengan Dia melalui okulasi, sekarang kita beroleh bagian atas hayat dan ciri-ciri Sang Almuhit ini, dan bertumbuh secara demikian.

Frase “berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia” berkaitan dengan mereka yang hidup (berperilaku) dalam ayat terdahulu. Karena kita telah berakar dan telah dibangun di dalam Dia, maka kita harus hidup (berperilaku) di dalam Kristus. Ini berarti kita harus berperilaku melalui berakar di dalam Kristus. Jika kita tidak berakar di dalam Dia, kita tidak mungkin berperilaku di dalam Dia. Sebagai tanaman yang hidup, kita adalah tanaman yang bergerak (berperilaku). Kita berperilaku melalui berakar di dalam Kristus. Orang Kristen adalah tanaman yang sangat ajaib dan misterius! Kita adalah tanaman yang berperilaku, dan bertumbuh dalam Kristus.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kolose, Buku 2, Berita 44

No comments: