Hitstat

25 July 2014

Kolose - Minggu 17 Jumat



Pembacaan Alkitab: Kol. 1:15-19


Di Kolose, kebudayaan Yahudi dan Yunani telah menyerbu hidup gereja dan menyusup ke dalamnya. Namun, hidup gereja seharusnya mutlak berada dalam Kristus, beserta dengan Kristus, dari Kristus, oleh Kristus, dan untuk Kristus. Akan tetapi ketika kebudayaan memenuhi gereja, gereja sudah tidak lagi untuk Kristus, melainkan untuk kebudayaan manusia. Jadi, gereja tidak lagi menjadi gereja Kristus, sebaliknya menjadi gereja dari sejenis kebudayaan.

Dalam menanggulangi kebudayaan yang menyusup ke dalam gereja di Kolose, Paulus menunjukkan dalam Kolose 1:15 bahwa Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari segala yang diciptakan. Dalam ayat berikutnya Paulus berkata selanjutnya, “Karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di surga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. ” Dalam ayat 17 diteruskan, “Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu menyatu (berkelangsungan) di dalam Dia. ” Kita perlu melihat beberapa ayat ini dari latar belakang filsafat Yunani dan Gnostikisme. Gnostikisme diambil dari berbagai sumber, mencampurkan ajaran dan praktek kafir, agama Yahudi, dan kemudian ajaran dan praktek agama Kristen. Gnostikisme menyelidiki rahasia-rahasia yang ada di balik bentukbentuk luar dari agama-agama kafir, dan mengajarkan tentang adanya dua dewa atau dua asas: terang dan kegelapan, kebaikan dan kejahatan. Gnostikisme berkaitan dengan filsafat Yunani. Menurut Gnostikisme, tubuh jasmani manusia dan seluruh dunia material itu jahat. Di bawah pengaruh konsepsi filsafat ini, beberapa orang beriman di Kolose mengira bahwa surga, bumi, dan segala sesuatu yang berkaitan dengan dunia materi adalah jahat. Mereka tidak hidup berdasarkan Kristus, melainkan hidup berdasarkan filsafat itu. Paulus berdebat dengan mereka, menunjukkan bahwa Kristus yang mereka percayai adalah yang sulung dari segala hal materi yang diciptakan. Paulus mengatakan bahwa segala sesuatu, termasuk semua benda materi, diciptakan di dalam Kristus, melalui Kristus, dan untuk Kristus. Tidak hanya demikian, segala hal itu pun berkelangsungan di dalam Kristus. Ini merupakan pukulan telak terhadap filsafat Gnostik. Karena segala sesuatu diciptakan di dalam Kristus, oleh Kristus, dan untuk Kristus, dan karena semuanya berkelangsungan di dalam Kristus, maka kita harus memiliki pandangan yang positif terhadap semua itu. Kita tidak seharusnya menganggap hakiki hal-hal itu jahat, seperti anggapan kaum Gnostik.

Kristus adalah yang sulung dari segala yang diciptakan untuk mengekspresikan Allah. Kita telah menunjukkan bahwa Kristus adalah gambar Allah. Allah itu tidak kelihatan. Tetapi jika kita melihat ciptaan Allah, kita akan nampak bahwa ciptaan itu adalah ekspresi Allah yang tidak kelihatan, sama sekali tidak jahat. Dalam ciptaan kita nampak ekspresi kuasa dan sifat Allah. Roma 1:20 mengatakan, “Sebab sifat-sifat-Nya yang tidak tampak, yaitu kekuatan- Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat tampak dan dipahami dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. ” Kristus adalah gambar Allah yang terekspresi dalam ciptaan. Jika kita nampak hal ini, kita tidak akan memandang remeh ciptaan. Kita akan menyadari bahwa semua benda materi diciptakan di dalam Kristus, oleh Kristus, dan untuk Kristus, dan semua itu hidup di dalam Kristus dengan tujuan agar Allah dapat terekspresi.

Kita telah menunjukkan bahwa baik dalam ciptaan lama atau baru Kristus adalah yang sulung bagi ekspresi Allah. Setelah Paulus membicarakan kedua ciptaan Allah, ia berkata dalam 1:19, “Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan tinggal di dalam Dia. ” Kata kepenuhan dalam ayat ini sama dengan gambar dalam ayat 15. Istilah-istilah ini merupakan sinonim. Kristus adalah gambar Allah dan kepenuhan Allah untuk mengekspresikan Allah. Gambar adalah ekspresi, dan ekspresi adalah kepenuhan. Ekspresi ini adalah melalui ciptaan lama dan ciptaan baru. Melalui kedua ciptaan inilah kita memiliki kepenuhan. Kepenuhan ini adalah ekspresi, dan ekspresi adalah gambar.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kolose, Buku 2, Berita 34

No comments: