Hitstat

18 July 2014

Kolose - Minggu 16 Jumat



Pembacaan Alkitab: Kol. 3:10-11


Kita perlu membiarkan perkataan Kristus tinggal, berumah di dalam kita. Kita harus mau mengesampingkan konsepsi dan opini kita, dan memberi tempat kepada perkataan Kristus. Jika kita menginginkan perkataan Kristus menghuni kita, kita perlu mengosongkan seluruh manusia batin kita. Semua bagian batin kita — pikiran, emosi, tekad, hati, dan roh kita — harus kosong, agar mudah dipenuhi oleh perkataan Kristus. Perkataan ini tidak saja harus tinggal di dalam kita, tetapi juga menghuni kita, berumah dalam setiap bagian dari manusia batiniah kita. Oh, semoga tiap ruang dan sudut dari diri kita dihuni oleh perkataan Kristus!

Kalau kita ingin memperhidupkan Kristus sebagai unsur manusia baru, maka damai sejahtera Kristus harus menjadi juri dalam hati kita, dan perkataan Kristus harus menjadi isi manusia batiniah kita. Kita berdoa semoga semua orang kudus dalam pemulihan Tuhan mau memberikan tempat kepada damai sejahtera Kristus yang menjadi juri dan kepada perkataan Kristus yang berhuni di batin itu.

Kita telah menunjukkan bahwa maksud Paulus dalam Kitab Kolose ini ialah melengkapkan firman Allah. Inilah tujuan utamanya dalam menulis Surat Kiriman ini. Dalam Kolose 1:25-26 Paulus berkata, “Aku telah menjadi pelayan jemaat itu sesuai dengan penyelenggaraan Allah, yang diberikan kepadaku bagi kamu, untuk melengkapkan firman Allah, yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudus-Nya” (Tl. ). Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa firman Allah yang dilengkapkan oleh Paulus adalah rahasia yang sekarang dinyatakan kepada kaum saleh. Tidak hanya demikian, menurut ayat 27, rahasia ini adalah Kristus di dalam kita adalah pengharapan akan kemuliaan. Sasaran rahasia ini ialah menghasilkan gereja.

Apa artinya melengkapkan firman Allah, melengkapkan wahyu ilahi? Dengan lebih sederhana, melengkapkan firman Allah berarti mengalami Kristus secara subyektif dan menikmati Dia dalam kehidupan sehari-hari, agar hidup gereja yang tepat dapat terwujud untuk mengekspresikan Allah. Wahyu inilah yang dimaksud dengan kelengkapan firman Allah.

Dalam Kolose 3:10-11 Paulus mengatakan bahwa di dalam manusia baru “tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. ” Mengatakan bahwa tidak ada tempat bagi orang Yunani dan Yahudi berarti tidak ada tempat bagi filsafat dan ketentuan- ketentuan agama. Kalau Anda membandingkan Kolose 3:11 dengan bagian-bagian yang sesifat, seperti 1 Korintus 12:13 dan Galatia 3:28, Anda akan menemukan bahwa hanya dalam Kitab Kolose saja Paulus menyebut orang Barbar dan orang Skit. Kaum beriman di Kolose mencurahkan banyak perhatian pada masalah kebudayaan dan tidak mau menjadi serupa dengan orang Barbar atau orang Skit. Karena itu, Paulus menunjukkan bahwa di dalam gereja sebagai manusia baru, tidak ada tempat baik bagi orang yang berkebudayaan atau tidak berkebudayaan. Tidak ada tempat bagi filsafat, pertapaan, atau ketentuan-ketentuan. Dalam manusia baru Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu. Manusia baru tersusun dari Kristus, bukan dari unsur kebudayaan yang mana pun.


Sumber: Pelajaran-Hayat Kolose, Buku 2, Berita 32

No comments: